LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Hukum dan Kriminal / Sorotan

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:41 WIB

Stop Kerusakan Lingkungan, Polda Gorontalo Siap Tertibkan PETI di Seluruh Wilayah

Mediakompasnews.com – Gorontalo – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menegaskan komitmennya untuk menertibkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Widodo, saat melakukan kunjungan kerja perdana ke wilayah Kabupaten Pohuwato, Selasa (13/01/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Gorontalo didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo KBP Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polda Gorontalo, serta Kapolres Pohuwato. Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap upaya penertiban PETI yang selama ini berlangsung di Kabupaten Pohuwato.

Irjen Pol. Widodo menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan lokasi-lokasi PETI menggunakan teknologi udara, sebagai dasar untuk pelaksanaan operasi penindakan berskala besar ke depan.

Baca Juga :  Pemanggilan Saksi Kasus Penganiayaan Wartawati di Polsek Cakung Jakarta Timur

“Tadi dari pantauan drone terlihat sangat jelas. Kita sedang melakukan pemetaan terlebih dahulu, mana lokasi yang masih ada aktivitas PETI, tenda-tenda penambang ilegal, hingga tempat penyembunyian alat berat seperti excavator. Semua terlihat jelas dari udara,” ungkap Widodo.

Menurutnya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan strategi penindakan, baik dari sisi metode operasi, pelibatan personel, hingga dukungan anggaran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Polda Gorontalo akan melibatkan Satuan Tugas Pertambangan Ilegal dari tingkat pusat.

“Jika diperlukan, kita akan menggandeng Satgas dari pusat. Kehadiran dan atensi dari pusat tentu akan membuat penindakan lebih signifikan dan terkoordinasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Lolos Pemeriksaan X-Tray di Bandara, Polres Jakpus Ciduk Pengedar Sabu Lintas Daerah di Bandara Soetta

Kapolda juga menegaskan bahwa penertiban PETI tidak hanya difokuskan di Kabupaten Pohuwato, melainkan akan diperluas ke seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Widodo mengimbau masyarakat agar tidak mencari nafkah dengan cara yang merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan jiwa.

“Aktivitas PETI ini menimbulkan banyak bahaya ikutan. Mulai dari risiko kecelakaan kerja, munculnya penyakit seperti malaria dan DBD, hingga kerusakan lingkungan yang sangat sulit dipulihkan pasca tambang ilegal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak serius pencemaran lingkungan akibat PETI, khususnya sedimentasi lumpur dan penggunaan merkuri yang langsung mengalir ke sungai dan berdampak luas bagi masyarakat di wilayah hilir.

Baca Juga :  MinyaKita Terancam Kehilangan Makna: Dugaan Bahan Non-DMO Menggerus Subsidi Rakyat

“Sedimentasi yang tidak tertata dan penggunaan merkuri menyebabkan air sungai tercemar. Selain itu, kubangan-kubangan bekas PETI di musim kemarau berpotensi menjadi sumber penyakit. Pada akhirnya, masyarakat juga yang menanggung dampaknya,” pungkas Widodo.

Sebagai solusi, Kapolda Gorontalo mengajak masyarakat untuk melakukan aktivitas pertambangan secara bertanggung jawab dan legal, yakni melalui pengajuan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Gorontalo guna mempercepat proses penerbitan IPR.

“Kami mendorong percepatan penerbitan IPR agar tata kelola pertambangan di Gorontalo bisa berjalan dengan baik, legal, dan tidak merusak lingkungan,” tutupnya. (Marahamah)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Modus Pencurian BBM Solar Gunakan Engkel Box Marak di SPBU Ciracas dan Cimanggis

Berita Utama

Penebangan Kayu di Kawasan Milik Perum Perhutani di Petak 20, Blok Cigebor di Duga Tidak Sesuai Aturan

Berita Utama

Ketua DPD Hanura DKI Jakarta: Aksi Unjuk Rasa Harus Jaga Ketertiban dan Hormati Hak Publik

Madura

Diduga Kekurangan Gizi Belum Semur Jagung Pembangunan Atau Rehabilitas Jalan Desa Sudah Rusak

Berita Utama

Tidak Luput, Ka.KPLP Lapas Pasir Pangarayan Geledah Kamar Hunian Warga Binaan Di Malam Hari

Berita Utama

Gudang kosong Diduga Tempat Overtaf dan Penimbunan Solar Subsidi

Banten

Wow… Aktivis Muda Lebak Desak Badan Kepegawaian Daerah Berikan Sanksi Disiplin Kepada Kepala UPTD Sertitifikasi Dan DLHK

Berita Utama

Disperindagkop dan UMKM Kab. Sumenep, Kejar Target PAD dari Retribusi Pasar