DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Sorotan

Jumat, 9 September 2022 - 14:01 WIB

Warga Adat Guradog Kaler Angkat Bicara Soal Pilkades Citorek Timur

Mediakompasnews.Com – LEBAK – Terkait dengan polemik Pilkades diwewengkon Kasepuhan Adat Citorek atau tepatnya di Desa Citorek Timur Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak, Warga Adat Guradog Kaler angkat bicara, Jum’at 09/09/2022.

Suhari tokoh masyarakat adat Guradog Kaler mengatakan, bahwa polemik Pilkades di Desa Citorek Timur merupakan akibat dari kesalah pahaman atau kurang komunikasi pihak-pihak yang akan ikut dalam kontes Pemilihan Kepala Desa di Citorek Timur.

“Akibat adanya kesalah pahaman dan kurangnya informasi ini berakibat, terjadinya perubahan pada tataran norma-norma adat yang sudah berlaku sejak dahulu, ”

“Seperti proses Pilkades di Desa Citorek Timur ini. Seharusnya apabila terjadi perselisihan paham maka ini cukup diselesaikan dilingkungan adat Citorek saja bukan harus sampai diluar Citorek,” ucap Suhari.

Baca Juga :  Oknum Anggota PMJ Diduga Terima Uang Suap Gas 3Kg

Masyarakat Adat Citorek ketika ada perselisihan paham, maka di musyawarahkan secara adat bersama baris Kolot, dan tidak perlu sampai mencuat ramai-ramai seperti saat ini, dan tidak perlu diketahui oleh pihak diluar masyarakat Adat.

“Perselisihan paham ketika tidak di selesaikan secara Adat maka yang akan terjadi seperti saat ini, dan jangan sampai ini ditunggangi oleh kepentingan kepentingan pihak lain diluar adat, ”

“Sehingga berakibat rusaknya tatanan dan aturan-aturan Adat, oleh karena itu, kami berharap masyarakat Adat Kesepuhan Citorek, terutamanya Masyarakat Citorek Timur untuk tetap menjaga norma-norma adat,” ungkap Suhari

Baca Juga :  Band Rock Indonesia: Lawang Pitu, Rilis Video Klip "DAGELAN" Berharap Dukungan dari Rafi Ahmad

Kepada pihak-pihak diluar masyarakat Adat Citorek untuk tidak ikut campur urusan Adat Kasepuhan Citorek karena anak-anak adat Citorek tidak akan tinggal diam, bila tatanan budaya, tatanan adat dan aturan adat dicampuri atau dirusak oleh pihak lain.

“Saya tidak akan tinggal diam dan berjanji dengan mempertaruhkan nyawa saya apabila ada yang merusak atau menghancurkan budaya Adat Guradog Citorek atau Pancer Pangawinan,” tegas Suhari.

Berdasarkan hal tersebut seluruh masyarakat Kesepuhan Adat Guradog Citorek untuk tetap menjaga simbol Adat yaitu Iket atau Lomar dengan bahasa Tuhu kajanji bela kalian, sareundeuk saigel, ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak, sauyunan sabeungkeutan.

Baca Juga :  Diduga Kurangnya Pengawasan, Proyek Paving Blok di Desa Mekarjaya Amblas

“Mengenai penundaan Pilkades di Desa Citorek Timur oleh para sesepuh kami yakin bahwa ini ada alasannya, ini merupakan keputusan dari para sesepuh atas berbagai pertimbangan dan hal tersebut juga sudah disepakati oleh Porkopimda Kabupaten Lebak, termasuk DPRD,” pungkas Suhari

“Ini kan sudah ada kesepakatan dari Porkopimda Kabupaten Lebak, berarti sudah sepakat tidak perlu ada lagi pertimbangan sehingga berakibat suasana yang tidak kondusif didalam masyarakat Adat Citorek, ” ujarnya

(M.Irwansyah)

Share :

Baca Juga

Kab.Sumenep

Krisis Air Bersih yang Disebabkan Oleh Kerusakan Mesin Bor Milik Bumdes Parsanga Sudah Diatasi Oleh H. Musahwi PAN (Paggun Abukteh Nyata)

Berita Utama

DPD JPKPN Sultra Soroti Pekerjaan Penimbunan Kali Wanggu, Yang Diduga Tanpa Amdal dan Papan Proyek

Berita Utama

Dugaan Korupsi APBD Kota Tangerang, Berujung Hak Ganti Rugi Warga Belum di Bayar

Berita Utama

Mobil Transportir PT SGB di Panongan Disorot, Laporan Dugaan BBM Ilegal Dinilai Jalan di Tempat

Berita Utama

Pisah Sambut Kapolres Rohul, Kalapas Pasir Pangarayan Beri Kenang-Kenangan Hasil Karya WBP Kepada AKBP Budi Setiyono

Sorotan

Kaperwil Jawa Barat Raden Media Berbagi Terhadap Orang Tidak Mampu

Sorotan

Pengukuhan Pengurus Lazisnu Upzis Desa Singojuruh Banyuwangi

Berita Utama

Lurah Kartini Apatis Terhadap Jajaran Kepengurusan di Tingkat Bawah yang tak Sejalan