DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Kab Lebak / Sorotan

Senin, 13 Maret 2023 - 16:30 WIB

Ma’mun dan Anim Meminta Ketua KKPMP Kawal Pihaknya Untuk Meminta Hak nya Kepada Atim Afandi

Mediakompasnews.Com – Kab.Lebak -Dibangunnya proyek “Sanimas” di desa asem menjadi polemik, karena banyaknya korban yang diduga dirugikan oleh pelaksana proyek Atim Afandi. Beberapa pihak yang di pekerjakan sebagai buruh tenaga salah satunya.

Ma’mun dan anim adalah termasuk korban yang ke sekian setelah bos material, “Uun dan Hendriana bos bajaringan dan yang lainnya.

Pada Senin sore 13/03/2023 sekira pukul 17:00 wib, ma’mun datangi ketua kkpmp markas daerah kabupaten Lebak Hadi SH dengan maksud meminta bantuannya agar dapat memfasilitasi pihaknya untuk meminta hak atas tenaganya yang belum dibayar hingga hari ini, oleh saudara Atim Afandi selaku pelaksana proyek “Sanimas”, yang menggunakan anggaran tahun 2022 yang di alokasikan untuk pembuatan (WC) untuk kepentingan masyarakat desa asem kecamatan Cibadak kabupaten Lebak Banten.

Baca Juga :  H. Junaedi Mengurus Sertifikat Tanah di BPN Kota Cirebon Tak Kunjung Jadi

Adapun jumlah (WC) yang di bangun sebanyak 50 titik diberbagai tempat di wilayah desa asem. Ma’mun dan anim pihaknya mengaku telah dirugikan tenaganya karena sudah menggali sebanyak 7 (tujuh) lubang septitank dengan kedalaman 2 (dua) meter persegi, yang belum dibayar oleh Atim Afandi.

Ma’mun sampaikan keluh kesahnya pada media yang didampingi ketua ormas KKPMP kabupaten Lebak.

“Saya bersama anim menggali sebanyak 7 lubang septitank, namun sampai sekarang saya belum dibayar kalau masalah berapa kerugian saya sama anim, saya tidak tau persis karena saya tidak dijanjikan berapa-berapanya bayaran saya per lubang atau berapa gaji hariannya. Saya juga bingung baru ketemu pemborong yang tidak mau memberitahukan itung-itungan gaji kerja saya, tapi karena saya orang butuh, ya kerja aja, dan saya dijanjikan akan dibayar setelah pekerjaan selesai, tapi saya merasa dibohongi karena tidak dibayar. makanya kalau saya ditanya berapa kerugian saya saya tidak tau yang jelas saya gali 1 (satu) lubang berdua dengan anim menghabiskan waktu 4 (empat) hari, tinggal di kali 7 (ujuh) aja, ujar Ma’mun.

Baca Juga :  Penyekatan Kendaraan Bermuatan Hewan di Pos Pantau Pait Kasembon

Saya berharap pihak pelaksana proyek kasihan sama saya sebagai pekerja kuli yang hidupnya pas-pasan lah, pokoknya saya akan tempuh hal saya karena tau sendiri kan kerjaan kaya gitu kan Cape’ pungkasnya.

Hal serupa juga dibenarkan oleh Hadi SH, sebagai ketua ormas” saya mengharap agar pihak terkait bertanggungjawab atas perbuatannya.

Dalam hal ini sudah sepantasnya sebagai kepala desa setempat seharusnya memfasilitasi masyarakatnya untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, karena persoalan ini sudah bukan rahasia lagi, dan hampir semua masyarakat tau permasalahan yang menyangkut banyak pihak.
Ujar Hadi SH.

Baca Juga :  Masa Jabatan Diperpanjang, Sekda Brebes Diminta Tata APBD

(Suryadi)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kecelakaan Beruntun di Tol Ir. Sedyatmo Arah Bandara Soetta, Berakhir Damai

Batu Bara

Dana Desa Milik Rakyat Bukan Milik Pejabat, LIN : Kades Sadari Ambil Sikab

Pemerintah Daerah

Proyek Betonisasi Jalan di Desa Situraja Diduga Sarat Penyimpangan

Berita Utama

Diduga Belum Miliki Izin, Pembangunan Cluster di Pinang Disorot Warga

Berita Utama

Dugaan Gudang Solar Subsidi Ilegal di Telukjambe Disorot, Publik Desak Polisi Bertindak Cepat

Berita Utama

Sosialisasi Anti Bullying di SDN 001 Kabun

Organisai Jurnalis

Sekretaris JMSI Jasmi Harahap : Minta Bupati Batubara Evaluasi Kinerja Kadis Kominfo

Berita Utama

Polsek Sapeken Ungkap Sindikat BBM Bersubsidi Berjenis Solar ke Kapal