LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Kab Lebak / Sorotan

Senin, 13 Maret 2023 - 16:30 WIB

Ma’mun dan Anim Meminta Ketua KKPMP Kawal Pihaknya Untuk Meminta Hak nya Kepada Atim Afandi

Mediakompasnews.Com – Kab.Lebak -Dibangunnya proyek “Sanimas” di desa asem menjadi polemik, karena banyaknya korban yang diduga dirugikan oleh pelaksana proyek Atim Afandi. Beberapa pihak yang di pekerjakan sebagai buruh tenaga salah satunya.

Ma’mun dan anim adalah termasuk korban yang ke sekian setelah bos material, “Uun dan Hendriana bos bajaringan dan yang lainnya.

Pada Senin sore 13/03/2023 sekira pukul 17:00 wib, ma’mun datangi ketua kkpmp markas daerah kabupaten Lebak Hadi SH dengan maksud meminta bantuannya agar dapat memfasilitasi pihaknya untuk meminta hak atas tenaganya yang belum dibayar hingga hari ini, oleh saudara Atim Afandi selaku pelaksana proyek “Sanimas”, yang menggunakan anggaran tahun 2022 yang di alokasikan untuk pembuatan (WC) untuk kepentingan masyarakat desa asem kecamatan Cibadak kabupaten Lebak Banten.

Baca Juga :  Sengketa tanah Suku Rohaba di Raijua, Permohonan Kasasi Para Pemohon Kasasi Di Tolak Majelis Hakim Mahkamah Agung RI

Adapun jumlah (WC) yang di bangun sebanyak 50 titik diberbagai tempat di wilayah desa asem. Ma’mun dan anim pihaknya mengaku telah dirugikan tenaganya karena sudah menggali sebanyak 7 (tujuh) lubang septitank dengan kedalaman 2 (dua) meter persegi, yang belum dibayar oleh Atim Afandi.

Ma’mun sampaikan keluh kesahnya pada media yang didampingi ketua ormas KKPMP kabupaten Lebak.

“Saya bersama anim menggali sebanyak 7 lubang septitank, namun sampai sekarang saya belum dibayar kalau masalah berapa kerugian saya sama anim, saya tidak tau persis karena saya tidak dijanjikan berapa-berapanya bayaran saya per lubang atau berapa gaji hariannya. Saya juga bingung baru ketemu pemborong yang tidak mau memberitahukan itung-itungan gaji kerja saya, tapi karena saya orang butuh, ya kerja aja, dan saya dijanjikan akan dibayar setelah pekerjaan selesai, tapi saya merasa dibohongi karena tidak dibayar. makanya kalau saya ditanya berapa kerugian saya saya tidak tau yang jelas saya gali 1 (satu) lubang berdua dengan anim menghabiskan waktu 4 (empat) hari, tinggal di kali 7 (ujuh) aja, ujar Ma’mun.

Baca Juga :  Lapas Pasir Pangarayan Hadiri Serah Terima Jabatan Kapolres Rokan Hulu

Saya berharap pihak pelaksana proyek kasihan sama saya sebagai pekerja kuli yang hidupnya pas-pasan lah, pokoknya saya akan tempuh hal saya karena tau sendiri kan kerjaan kaya gitu kan Cape’ pungkasnya.

Hal serupa juga dibenarkan oleh Hadi SH, sebagai ketua ormas” saya mengharap agar pihak terkait bertanggungjawab atas perbuatannya.

Dalam hal ini sudah sepantasnya sebagai kepala desa setempat seharusnya memfasilitasi masyarakatnya untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, karena persoalan ini sudah bukan rahasia lagi, dan hampir semua masyarakat tau permasalahan yang menyangkut banyak pihak.
Ujar Hadi SH.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian, DPC SPRI Rohul Berbagi Takjil di Panti Asuhan Al-Khairiyah

(Suryadi)

Share :

Baca Juga

Kota Bekasi

FWJ Indonesia Soroti Liarnya Pemberitaan Tragedi di SPBU 34-17120 Bekasi Timur

Berita Utama

Polsek Tangerang (Benteng) Respon Cepat Laporan Dugaan Penganiayaan di Modernland

Daerah

Komite SDN I Patapan Diduga Melakukan Pungli Kepada Siswa

Berita Utama

Personel Sie Humas Polres Rohul Ikuti Kompetensi Umum Kehumasan Secara Online Dengan Div Humas Polri

Kab.Lebak

Tambang Batubara Ilegal Kampung Cibobos di Keluhkan Warga

Daerah

Perangakat Desa Langesari Kec. Parungkuda Kab. Sukabumi di Panggil Polisi

Kab Lebak

Masyarakat Kampung Limus Pandak Menyambut Bahagia Adanya Pembangunan Jalan Lingkungan

Berita Utama

Kejari Rohul Tahan Kades Kepenuhan Baru Dugaan Korupsi PADes Senilai Rp 518 juta