LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Hukum dan Kriminal / Sorotan

Senin, 20 Februari 2023 - 16:03 WIB

Sejuta Pluit Untuk Mencegah Penculikan Anak

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Penculikan anak untuk eksploitasi ekonomi, dipekerjakan sebagai pemulung, anak jalanan, peminta-minta dan menjadi pengamen terus meningkat,

Perdagangan anak dalam bentuk penculikan untuk tujuan eksplotasi seksual dan perbudakan seks di berbagai apartemen dan rumah-rumah bordir di Indonesia jumlahnya juga terus bertambah.

Anak diculik untuk tujuan adposi ilegal dan minta tebusan angkanya juga terus bertambah dan sulit dideteksi.

Penculikan anak selain untuk tujuan perbudakan seksual komersial yang telah menakutkan masyarakat.

Percobaan penculikan dan perdagangan anak untuk tujuan penjualan tubuh juga telah membuat masyarakat marah dan takut, demikian disampaikan Srist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Snak dalam diskusi terbatas menyikapi maraknya penculikan anak di Indonesia, di Jakarta. Senin (20/02/23).

Baca Juga :  Travel Naila Kembali Lagi Melakukan Penipuan Berkedok Umrah Besar Besaran

Tengok saja Kasus mutilasi dan rencana penjualan organ tubuh seorang anak laki-laki usia 12 melalui internet yang dilakukan dua anak remaja di Makasar, tambah Arist.

Lebih jauh Arist menetangkan, dari berbagai kasus penculikan anak di Indonesia, Komisi Nasional Perlindungan Anak menghimbau agar masyarakat waspada dan tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.

Ajarkan kepada anak untuk berani mengatakan tidak terhadap ajakan orang tak dikenal, berani teriak bila terjadi keadaan bahaya.

Baca Juga :  PJU Polres Rohul Ikuti Sosialisasi Pemantauan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2024

Ajarkan juga kepada anak berani menolak bujuk rayu dan menolak pemberian orang lain.

Ajarkan kepada anak untuk berteriak sekencang-kencang dengan cara meronta dan menggigit pelaku, linta Arist.

Selain itu, kata Arist Merdeka, ajarkan setiap hari kepada anak untuk waspada sekitarnya dan minta anak berangkat dan pulang sekolah bersama teman dan tanamkan kepada anak untuk bermain sendiri, baik dilingkungan rumah dan sekolah.

Bagi para orangtua, jangan menitipkan anak kepada tetangga yang tidak dikenal baik dan jangan pula percaya kepada saudara secara penuh. Himvsu Arist.

Bekali pula anak dengan pluit dan ajar anak meniup pluit jika dalam keadaan bahaya, demikian juga lengkapi anak dengan parfum serta ajar anak menggunakannya menyemprot parfum ke mata pelaku jika terjadi bahaya.

Baca Juga :  12 Tahun Serobot Lahan Warga, Poktan TDB Laporkan PT KPC ke Polisi

Lingkungan sekolah sudah waktunya menyiapkan zona aman bagi penjemput dan menyiapkan sejuta pluit bagi semua peserta didik dan aktif untuk melakukan simulasi bahaya dan memberi tanda tanda bahaya di tas atau ditempat yang muda dilihat masyarakat.

Bagi anggota masyarakat jangan main hakim sendiri jika mencurigai adanya dugaan pelaku penculikan dilingkungannya. Jika ditemukan rasa curiga serahkan kepada kepala desa dan aparatur penegak hukum, babinkamtib, pinta Arist.

(YUHELMI)

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

SKANDAL LISDES AIR NYURUK: “Duta Listrik” Diduga Melakukan Intimidasi dan Gratifikasi, Bagaimana Respons Anggota DPR RI Gulam Muhammad Sharon?

Berita Utama

Hari Kemerdekaan RI,Maling Sapi Tak Berkutik Saat Di Tangkap Dengan Team Resmob Polres Rohul,Dua Lainnya DPO

Berita Utama

Detik – detik Kereta Api Tabrak Truck di Semarang Hingga Terbakar

Berita Utama

Dikabarkan Sering Transaksi Narkotika, Seorang Pria Diringkus Personil Sat Resnarkoba Polres Rohul

Berita Utama

Ungkap Kasus Narkoba, Sat Resnarkoba Polres Lebak Mengamankan Pelaku dan Barang bukti Shabu

Berita Utama

Bawa Sabu, Warga Lenteng Diamankan Satresnarkoba Polres Sumenep

Hukum dan Kriminal

Pelaku Curas Berhasil Diringkus Polsek Merbau Mataram

Berita Utama

Polri Siap Tindak Tegas Oknum Polisi Yang Intimidasi Wartawan Saat Meliput di Duren Tiga