LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Hukum dan Kriminal

Jumat, 30 Juni 2023 - 10:45 WIB

Rudapaksa Ayah Terhadap Putri Kandungnya Sukoharjo Terancam 20 Penjara Dan Hukuman Tambahan Berupa Kebiri Kimia

Mediakompasnews.com – Jakarta – Komisi Nasional Perlindungan Anak memantik untuk memberi atensi besar terhadap kasus serangan rudakpsa G (58) ayah kandung terhadap putri kandungnya hingga hamil.30/06/23

Tindakan rudapaksa yang dilaporkan aktivis Perlindungan dan sejumlah nedia di Sujoharjo, Jawa Tenngah ini merupakan tindak pidana khusus dan luarbiasa (extraordinary crime) yang tidak diabaikan.

Mengingat rudapksa yang dilakukan pelaku diancam pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dapat ditambahkan dengan hukuman tambahan berupa kebiri suntik kimia, apalagi dilakukan oleh orangtua kandung sehingga hamil, maka dengan demikian pelaku dapat diancam maksimal 20 tahun.

Mengingat ancama hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 pidana penjara dan dapat ditambah dengan hukuman tambahan kebiri kimia dan pemasangan cip pemantau, dengan demikian Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi indpenden dibidang perlindungan anak di Indonesia, tanpa alasan apapun jika sudah terdapat 2 bukti sah, ada korban, saksi dan visum mendesak dan mendukung Kapolres Sukoharjo untuk segera menangkap dan menahan pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya.

Baca Juga :  Pria Ini Ditangkap Personil Polsek Kuntodarussalam, Tenyata Begini Kasusnya

Komisi Nasional Perlindungan Anak mendukung langka-langka hukum yang akan diterapkan penyidik Unit PPA Polres Sukoharjo kepada pelaku.

“Supaya tidak terkesan lamban penanganannya dan “masuk angin” penyidikan dan penyelidikannya dan tidak menimbulkan tanya dan kesan negatif dalam masyarakat, saya percaya melalui penanganan tim satreskrim Polres Sukoharjo akan menanganinya secara serius dan cepat”, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah jurnalis di Jakarta Jumat 30/06/23 selepas tiba di Jakarta setelah mendarat di Cengkareng usai menghadiri sidang pembacaan tuntutan JPU Kejari Sorong terhadap perkara pembunuhan Anggota Brimob Detasemen I A Sorong Brigpol Yones Fernando Siahaan dihadapa anaknya sebagai saksi korban Selasa 27/06 di PN Sorong.

“Saya ikut prihatin atas kejadian ini dimana kasus serangan rudapaksa terhadap anak kandunnya terjadi juga dibeberapa daerah. Belum juga hilang dari ingatan kita satu bulan kasus serangan rudapaksa sedarah (incest) juga terjadi di Kecamatan Laguboti dan Porsea Kabupaten Toba, dimana seorang ayah kandung melakukan rudapaksa secara brutalbdan biadab tehadap putri kandung usia 3 tahun, demikian juga ayah bersama kakek kandungnya melakukan serangan seksual brutal dan sadis terhadap putri kandungnya usia 8 tahun dilakukan secara berulang sejak usia korban 7 tahun, tambah Arist.

Baca Juga :  Edarkan Ratusan Butir Obat Tanpa Izin Edar, Pelaku dan Barang Bukti diamankan Sat Resnarkoba Polres Lebak

Demikian juga kasus yang sama, ada dibeberapa tempat anak berkebutuhan khusus usia 12 tahun hamil karena serangan rudakpaksa terjadi di Puau Samosir dan di Kabupaten Jembrana Bali.

Oleh karenanya untuk kasus serangan rudapaksa yang dilakukan pelaku S (58) terhadap putri secara berulang di Sukoharjo Jawa Tengah ikut prihatin belum menetapkan pelaku senagai tersangka padahal sudah ada tersangkahnya.

Sebagai informasi kasus serangan seksual terhadap anak perempuannya yang saat ini telah berusia 21 tahun telah mengheboh warga Sukoarjo hingga saat ini korban inisial G mengalami trauma berat atas perbuatan bejat ayah kandungnya.

Baca Juga :  Kadispenad: Kembali Ukir Prestasi Satgas Pamtas RI-MLY gagalkan Penyelundupan 1 Kg Sabu

Dengan denikian, demi kepentingan utama dan keadilan hukum bagi korbandab pendampingan korban, Komnas Perlindungan anak akan segera menurunkan dan menugaskan Tim Litigasi dan Advokasi untuk Rehabilitasi Sosial Anak Komnas Perlindungan Anak Solo Raya.
Atas kasus ini, Komnas Perlindungan Anak mendesak Bupati Sukoharjo dan jajaran utama Pemerintahan Kabupaten Sukoharjo segera mendeklarikan Gerakan perlindungan anak berbasis keluarga san komunitas dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan, karang Taruna yang tegabung dalam Forkompinda, dan untuk tidak menimbulkan keresahan masyarakat dan terkesan ‘
“masuk angin” atas kasus serangan rudapaksa yang dilakukan terduga pelaku S (58) terhadap putri kandung hingga hamil, Arist mendesak Kapolres Sukoharjo menangkap dan menahan terduga pelaju, demikian desak Arist.

Penulis : Abubakar

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kurir Dan Pengguna Sabu Diciduk Personil Polsek Tandun

Hukum dan Kriminal

Pihak Kepolisian Pastikan Isu Penculikan di Gunung Sindur Bogor Merupakan Hoax Tidaklah Benar Adanya

Berita Utama

Kapolres Rokan Hulu AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH Instruksikan Jajaran Tindak Tegas Pelaku Curas

Berita Utama

Tim Gabungan Dit Reskrimsus Dan Sat Intel Brimob Polda Kep Babel Amankan 8 Ton Lebih Timah Balok di kediaman Ramon

Berita Utama

Polresta Metro Jakarta Barat Amankan Dua Orang Pemalak Sopir Travel Asal Cilacap

Berita Utama

Pres Release Dipimpin Kapolres Rohul, Dua Pria Tersangka Pembunuhan Terancam Hukuman Penjara Se Umur Hidup

Berita Utama

Polda Banten Berhasil Ungkap Sindikat Penadah dan Kanibalisasi Motor Tujuan Ekspor

Hukum dan Kriminal

Kejaksaan Negeri Belitung Mengikuti Acara Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia “HAKORDIA” Tahun 2022