LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Banyuwangi / Budaya / Kegiatan Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 15:09 WIB

Ritual Kebo-Keboan, Warisan Leluhur Yang Tetap Hidup Di Tengah Modernitas

Mediakompasnews.com – Banyuwangi Jawa Timur – Warta budaya,di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat, masyarakat tetap menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga budaya leluhur. Salah satu bentuk nyata dari semangat pelestarian itu adalah pelaksanaan ritual adat kebo-keboan yang berlangsung khidmat di bulan Suro, dan berhasil menarik perhatian lebih dari 4.000 penonton.

Antusiasme ribuan penonton menunjukkan bahwa tradisi ini bukan hanya lestari, tapi juga relevan. Kebo-keboan menjadi bukti bahwa identitas budaya mampu hidup berdampingan dengan kemajuan zaman, tanpa kehilangan makna.

Baca Juga :  AWPI DPC Kota Bekasi Hadiri Undangan Coffee Morning yang di Fasilitasi oleh Sekretariat Dewan DPRD Kota Bekasi

Salah satu panitia Doni Agus Vergianto yang bersama sekitar 25 orang panitia menggelar acara penuh makna tersebut. Peserta ritual tampil dalam balutan kostum kebo (kerbau) dan menjalani berbagai prosesi yang sarat simbolisme spiritual, sebagai wujud doa agar masyarakat diberikan kesehatan, perlindungan, dan hasil pertanian yang melimpah.

Doni juga menyampaikan harapan dari upacara ritual Kebo- Keboan ini,” Semoga seluruh warga masyarakat di berikan kesehatan, perlindungan, dan hasil pertanian yang melimpah,” ungkap nya, Senin 07/07/2025 Banyuwangi Jawa Timur

Baca Juga :  Doakan Almarhum Ayah Tercinta, Keluarga Pemred MKN Armadi Alek Gelar Selamatan Mendak

“Ini bukan hanya tradisi, tapi juga pengharapan. Semoga seluruh warga senantiasa sehat dan hasil bumi melimpah. Kami juga ingin anak-anak muda tidak hanya tahu, tapi turut menjaga tradisi ini,” ujar Doni

Kebo-keboan bukan sekadar tontonan budaya, melainkan ekspresi kolektif masyarakat desa atas rasa syukur dan permohonan kepada Sang Pencipta. Momentum ini juga menjadi ruang edukatif bagi generasi muda, untuk mengenal nilai-nilai luhur yang tersimpan dalam setiap gerak, simbol, dan narasi ritual.

Baca Juga :  Museum Gedung Juang Tambun Gelar Festival Kebudayaan Khas Bekasi 

Diakhir wawancara Doni berpesan
“Untuk kesakralan adat Kebo-Keboan, karena adat ini bukan hanya perayaan tapi doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Para penonton harusnya jangan sampai mengganggu heningnya doa, sejatinya adat Kebo-Keboan ini bukan hanya sekedar tontonan karena sekarang sudah jadi tontonan ya tidak apa-apa yang penting tujuan utama kepada Tuhan yang maha kuasa tetap terjaga,” Pungkasnya.

(PWMOI Banyuwangi)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Ketum Ormas Jarum Minta Perda Tutup Galian Tanah

Berita Utama

Komunitas UMKM Relawan Erick Thohir, Sukses Gelar Pasaraya Bazar di Taman Lapangan Banteng

Berita Utama

Sembilan Pati TNI AU Laksanakan Laporan Kenaikan Pangkat

Hukum dan Kriminal

Urungkan Diri Cukur Rambut, Pemuda Diamankan Polsek Jati Agung

JAKARTA

Pimred MKN Hadiri HUT ke-7 FWJ Indonesia: Lantik Pengurus Baru dan Kenang Jasa Pendahulu

Peristiwa

Dukung Indonesia ASRI, Polda Banten Bangun Jembatan dan Tanam 1.000 Pohon

Peristiwa

Kapolda Sumsel Pastikan Operasi Ketupat Musi 2026 Optimal, 329 Ribu Pemudik Terlayani Aman

Kab Lebak

Kades Cigoong Utara Ucapkan Anniversary Ke-1 Media Dimensitv.Com Ke-1 Semoga Semakin Sukses dan Maju