DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Banyuwangi / Budaya / Kegiatan Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 15:09 WIB

Ritual Kebo-Keboan, Warisan Leluhur Yang Tetap Hidup Di Tengah Modernitas

Mediakompasnews.com – Banyuwangi Jawa Timur – Warta budaya,di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat, masyarakat tetap menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga budaya leluhur. Salah satu bentuk nyata dari semangat pelestarian itu adalah pelaksanaan ritual adat kebo-keboan yang berlangsung khidmat di bulan Suro, dan berhasil menarik perhatian lebih dari 4.000 penonton.

Antusiasme ribuan penonton menunjukkan bahwa tradisi ini bukan hanya lestari, tapi juga relevan. Kebo-keboan menjadi bukti bahwa identitas budaya mampu hidup berdampingan dengan kemajuan zaman, tanpa kehilangan makna.

Baca Juga :  Pekerjaan Proyek Lapen Desa Daroyon Dinilai Minim Keterbukaan Informasi Publik

Salah satu panitia Doni Agus Vergianto yang bersama sekitar 25 orang panitia menggelar acara penuh makna tersebut. Peserta ritual tampil dalam balutan kostum kebo (kerbau) dan menjalani berbagai prosesi yang sarat simbolisme spiritual, sebagai wujud doa agar masyarakat diberikan kesehatan, perlindungan, dan hasil pertanian yang melimpah.

Doni juga menyampaikan harapan dari upacara ritual Kebo- Keboan ini,” Semoga seluruh warga masyarakat di berikan kesehatan, perlindungan, dan hasil pertanian yang melimpah,” ungkap nya, Senin 07/07/2025 Banyuwangi Jawa Timur

Baca Juga :  Catat Jadwal Tayang Film Bhinn dan Eka Karya Anak KBO – PJS Babel

“Ini bukan hanya tradisi, tapi juga pengharapan. Semoga seluruh warga senantiasa sehat dan hasil bumi melimpah. Kami juga ingin anak-anak muda tidak hanya tahu, tapi turut menjaga tradisi ini,” ujar Doni

Kebo-keboan bukan sekadar tontonan budaya, melainkan ekspresi kolektif masyarakat desa atas rasa syukur dan permohonan kepada Sang Pencipta. Momentum ini juga menjadi ruang edukatif bagi generasi muda, untuk mengenal nilai-nilai luhur yang tersimpan dalam setiap gerak, simbol, dan narasi ritual.

Baca Juga :  Semarakan HUT ke-63 Kabupaten Paser Disdikbud Gelar Parade Budayaan Daerah Nusantara

Diakhir wawancara Doni berpesan
“Untuk kesakralan adat Kebo-Keboan, karena adat ini bukan hanya perayaan tapi doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Para penonton harusnya jangan sampai mengganggu heningnya doa, sejatinya adat Kebo-Keboan ini bukan hanya sekedar tontonan karena sekarang sudah jadi tontonan ya tidak apa-apa yang penting tujuan utama kepada Tuhan yang maha kuasa tetap terjaga,” Pungkasnya.

(PWMOI Banyuwangi)

Share :

Baca Juga

Ekonomi dan Bisnis

Provinsi Lampung Peringkat 1 se-Sumatera Indek Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik Penilaian MENPAN RB

Berita Utama

Polres Sumenep: Asmara Cinta Segitiga, Berakhir dengan Tragis

Hukum dan Kriminal

 Diduga Penyaluran Bantuan Non Tunai (BPNT) Di Desa Cigoong Utara Di Giring Ke Para RT Setempat Oleh Agen E-Warung

Peristiwa

Mobil Tangki Bermuatan Air Bersih Melanggar Tiang Listrik

Berita Utama

Ada Apa, Polres Metro Jakarta Barat Menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri

Berita Utama

Datangi Gedung Pakuan Bandung, Kasad Doakan Almarhum Emmeril Khan Mumtadz (Eril)

Berita Utama

Tekab 308 Presisi Polsek Tanjung Bintang Berhasil Ringkus Pencuri Kambing

Berita Utama

Gawat..! Pria Ini Jadi Tersangka Pencurian Sapi