DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama

Jumat, 22 Maret 2024 - 08:10 WIB

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Tegal Gandeng Kalangan Gen-Z

Mediakompasnews.com -Kab. Tegal – Pemkab Tegal melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal menggelar Workshop Pembuatan Media Kampanye Pencegahan Stunting Bagi Remaja guna mendukung peran remaja dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten.

Kegiatan yang diselenggerakan bekerja sama dengan Tanoto Foundation ini berlangsung dari tanggal 20 – 21 Maret 2024, bertempat di Ruang Rapat DP3AP2KB Kabupaten Tegal.

Workshop diikuti oleh 58 peserta dari 18 Kecamatan yang mewakili unsur Forum Generasi Berencana (GENRE), Posyandu Remaja, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), IPPNU dan Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM) Kabupaten Tegal.

Baca Juga :  Jalan Raya Siliwangi Tepat Depan Stadion Ona Kerap Terjadi Tabrakan Kendaraan Bermotor Roda Dua

Kepala Dinas DP3AP2KB Khofifah dalam sambutannya menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting Kabupaten Tegal pada tahun 2022 sebesar 22,3% turun 5,7% dari angka 28% di tahun 2021. Tahun 2023 masih menunggu hasil survey kesehatan indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan.

“Kita berharap hasil angka stunting dapat turun sesuai target di angka 16%,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah juga menjelaskan bahwa dalam Peraturan Bupati Nomor 4 tahun 2023 tentang Strategi Perubahan Perilaku Dalam Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023-2026 terdapat enam kata kunci yang harus disosialisasikan.

Baca Juga :  Srikandi PP DPC Kota Cilegon Berbagi Takjil Dan Buka Puasa Bersama

Kemudian, enam kata kunci tersebut antara lain, pertama, ibu hamil dan remaja mengosumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Kedua, ibu hamil mengikuti kelas ibu minimal empat kali untuk edukasi gizi dan konseling.
Ketiga, ibu dan pengasuh menerapkan praktek Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak (PMBA) sesuai anjuran. Keempat, ibu atau pengasuh membawa anak ke Posyandu untuk pemantauan tumbuh kembangnya.
Kelima, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya menerapkan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir. Keenam, ibu, anak dan anggota keluarga lainnya menggunakan jamban sehat.
Seiring dengan itu, untuk mempercepat angka penurunan stunting, DP3AP2KB mengajak para remaja untuk menjadi bagian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kabupaten Tegal.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Bhayangkara,Kabag Ops Kompol Amru: Buka Open Tournamen Volly Ball Kapolres Cup Di Mapolsek Kabun

“Saya minta kepada remaja-remaja Kabupaten Tegal dapat ikut andil memberikan edukasi kepada warga di lingkungan tempat tinggal masing-masing untuk membudayakan enam kata kunci perubahan perilku,” ujarnya

Adapun untuk menunjang perannya, para remaja tersebut dibekali materi berupa pencegahan dan penanganan stunting, kampanye perubahan perilaku pencegahan stunting di masyarakat, penyampaian enam pesan kunci pencegahan stunting, macam-macam media kampanye, tahapan membuat media kampanye dan sharing pengalaman pembuatan video untuk media sosial.(met)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Bertolak ke Kalimantan Barat, Wapres akan Resmikan Pembukaan Silaturahmi Bisnis ke-14 ISMI

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Perguruan Tinggi Swasta

Berita Utama

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Bahas Optimalisasi Kebijakan Perdagangan Karbon

Berita Utama

Pj Wali Kota Tangerang Tinjau IPA Berfungsi dengan Baik

Berita Utama

Rutan Tangerang Ikrar Berantas Halinar

Berita Utama

Ini Harapan Arief Pada Pengurus Perbasi Banten yang Baru

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Sarifuddin Sudding Raih Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran

Berita Utama

Favehotel Puri Indah Tawarkan Ruang Meeting Dengan Diskon 20%