Mediakompasnews.Com – Kab.Lebak — Keberadaan gardu listrik tegangan tinggi yang berdiri di depan gerbang SDN 1 Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi perhatian dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Berdasarkan pantauan dan dokumentasi foto yang diterima, terlihat sebuah gardu listrik lengkap dengan trafo dan jaringan kabel berada tepat di sekitar pagar sekolah. Lokasi tersebut merupakan akses yang setiap hari dilalui siswa saat masuk maupun pulang sekolah.
Kondisi tersebut disoroti oleh Eva Damayanti yang meminta agar keberadaan gardu listrik di lingkungan sekolah mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Menurut Eva, lingkungan sekolah dasar seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Namun, posisi gardu listrik yang berdekatan dengan akses sekolah dinilai memiliki sejumlah potensi risiko.
“Keberadaan gardu ini di lingkungan sekolah dasar menimbulkan kekhawatiran serius, terutama karena anak-anak masih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” ujar Eva, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, terdapat beberapa hal yang menjadi kekhawatiran, salah satunya adalah risiko tersengat listrik. Menurutnya, kabel, tiang, maupun bagian gardu yang berada di sekitar pagar berpotensi menarik perhatian anak-anak untuk mendekat, menyentuh, atau bahkan bermain di sekitarnya.
“Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, mulai dari tersengat listrik, luka bakar hingga risiko kehilangan nyawa,” katanya.
Selain itu, Eva juga menyoroti potensi kebakaran maupun gangguan pada trafo akibat korsleting, panas berlebih, beban listrik tinggi, maupun faktor cuaca seperti hujan dan petir.
“Jika terjadi gangguan di area sekolah, percikan listrik atau kebakaran tentu dapat mengancam siswa, guru, maupun bangunan sekolah,” ungkapnya.
Eva juga meminta adanya perhatian terhadap aspek keselamatan ketika terjadi kondisi darurat. Menurutnya, posisi gardu yang berada di depan gerbang sekolah perlu dikaji karena akses tersebut menjadi salah satu jalur keluar-masuk siswa.
“Ketika terjadi keadaan darurat, akses evakuasi harus dipastikan aman dan tidak terhambat,” ujarnya.
Ia berharap pihak terkait segera melakukan langkah pencegahan, khususnya PT PLN, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, serta Pemerintah Desa Warungbanten.
“Kami meminta perhatian dari PLN, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, dan Pemerintah Desa Warungbanten untuk segera melakukan langkah-langkah pengamanan,” kata Eva.
Adapun beberapa langkah yang diharapkan antara lain pemasangan pagar pengaman tambahan yang kokoh, pemasangan rambu peringatan seperti “Dilarang Mendekat – Bahaya Tegangan Tinggi”, serta melakukan kajian teknis mengenai kemungkinan pemindahan gardu ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari aktivitas anak-anak sekolah.
“Keselamatan satu anak pun terlalu berharga untuk dipertaruhkan. Jangan menunggu sampai terjadi korban. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegas Eva.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Kabupaten Lebak masih menunggu untuk memberikan keterangan atau tanggapan terkait keberadaan gardu listrik tersebut.
(Yudi A)























