DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Sorotan

Rabu, 10 September 2025 - 02:40 WIB

Oknum Mabes Polri Jadi Bos Mafia Solar di Karawang; Rakyat Dikhianati, Negara Dirampok

Mediakompasnews.com – Karawang – Skandal penyalahgunaan BBM bersubsidi di Karawang kembali menyingkap wajah kelam bisnis haram mafia solar. Kali ini, bukan sekadar jaringan gelap biasa, melainkan muncul dugaan keterlibatan langsung seorang perwira polisi dari Mabes Polri yang dengan bangga mengaku sebagai pemilik mobil boks pengangkut solar subsidi.

Awak media mendapati praktik kotor itu di SPBU 34.41316, Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebuah mobil boks bernopol B 8616 QJ kedapatan melakukan pengisian solar subsidi sebanyak 147 liter dalam sekali transaksi.

Jumlah tersebut jelas janggal, mengingat kapasitas tangki mobil box engkel standar hanya puluhan liter. Setelah ditelusuri, mobil ternyata telah dimodifikasi dengan tiga kempu raksasa berkapasitas ribuan liter.

Lebih mencengangkan lagi, pada bagian depan mobil terpampang jelas tulisan “PT. Agung Makmur Jaya”, seolah menjadi kamuflase legalitas dari praktik ilegal tersebut.

Sopir bernama Adit yang diwawancarai mengaku hanya sebagai pekerja.

Baca Juga :  Terjerat UU Tipikor, Tersangka Bupati Mimika Gugat KPK Lewat Praperadilan

“Saya cuma pekerja, semua sudah difasilitasi bos,” ujar Adit, Rabu dini hari (10/9/25).

Tak berhenti di situ, awak media juga menemukan puluhan pelat nomor palsu dan barcode palsu di dalam kendaraan, yang diduga digunakan untuk menipu sistem SPBU. Fakta ini menunjukkan bahwa operasi mafia solar bukan kerja individu, melainkan sindikat terorganisir dengan backing kuat.

Adit bahkan blak-blakan soal praktik “uang pelicin” di SPBU.

“Kalau isi Rp500 ribu, saya kasih tips Rp20 ribu ke operator,” ungkapnya.

Puncak keterkejutan terjadi ketika Adit menghubungi bosnya. Dari sambungan telepon, seorang pria dengan lantang memperkenalkan diri sebagai AKP Nando dari Mabes Polri, Reskrim Unit 1.

“Mobil itu milik saya. Kalau di Karawang baru dua hari jalan, di Jakarta sudah dua bulan. Solar ini nantinya untuk proyek perumahan di Bekasi,” ujar suara yang mengaku AKP Nando, tanpa sedikit pun rasa takut atau malu.

Baca Juga :  Dibawah Kendali AKP Repelita Ginting Ungkap Kasus Narkotika Di Rokan Hulu

Pernyataan tersebut bagaikan tamparan keras bagi institusi kepolisian. Jika benar adanya, ini bukan lagi sekadar dugaan keterlibatan aparat, melainkan seorang perwira aktif yang sadar dan terang-terangan menjadi bos mafia solar.

Ironisnya, ketika temuan ini hendak dilaporkan ke Satreskrim Polres Karawang, awak media justru mendapati ruang piket sepi tanpa ada anggota siaga. Petugas yang seharusnya berjaga terlihat terlelap tidur.

Landasan Hukum

Praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi jelas melanggar hukum, di antaranya:

1. Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) jo. UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

2. Pasal 263 KUHP tentang penggunaan dokumen atau identitas palsu, dengan ancaman pidana penjara hingga 6 tahun.

3. Kode Etik Profesi Polri (Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2022) yang mewajibkan anggota Polri menjunjung tinggi kehormatan dan integritas. Pelanggaran berat dapat berujung pada pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Baca Juga :  M. Ikhsan Rinaldi Lussy, S.H: Bupati Harus Tegas Soal Pungutan di SDN 1 Durajaya

Sekretaris Umum Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Pandji Pamungkas, menegaskan bahwa dugaan keterlibatan aparat dalam praktik mafia solar ini merupakan preseden buruk yang harus segera ditindaklanjuti.

“Kami mendesak Mabes Polri segera melakukan klarifikasi resmi dan langkah hukum tegas. Jika benar ada oknum perwira aktif terlibat, ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap rakyat dan penghinaan terhadap marwah institusi kepolisian,” ujar Pandji Pamungkas.

Ancaman Terhadap Negara

Mafia solar telah lama menjadi kanker yang menggerogoti negara hingga miliaran rupiah. Jika benar seorang perwira Mabes Polri berada di balik bisnis kotor ini, maka kasus tersebut bukan hanya kejahatan ekonomi, tetapi juga bukti nyata pengkhianatan terhadap rakyat dan institusi negara.

Rakyat kecil dikhianati, negara dirampok, dan aparat yang seharusnya menjadi tameng justru berubah menjadi mafia.

(Mar)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Polsek Kepenuhan Gelar Aksi Hijau: Hadiah Ulang Tahun Berupa Pohon Mangga Untuk Personel

Berita Utama

Program P3-TGAI Tahun 2022 Diduga Kurang Bermanfaat kepada para Petani

Berita Utama

Pemerhati Hukum Desak Kejaksaan Agung Usut Tuntas Korupsi Proyek BTS 4G! Karena Diduga Korupsi Ini Secara Terstruktur Sistematis dan Masif

Berita Utama

DLH Kota Tangerang Langsung Bersihkan Sampah Yang Berserakan

Berita Utama

Diduga Pembangunan Paving Block Desa Karya Jaya Dikerjakan Asal Jadi

Berita Utama

Gunung Merapi Erupsi dan Mengeluarkan Guyuran Lava, Ini Himbauan Polda Jateng

Berita Utama

Polsek Jatiuwung Sita Ratusan Butir Obat Daftar G Tanpa Izin Edar

Berita Utama

Bemnus ajak milenial Bijak medsos dan Dukung Polda Sumut Dalam Berantas Penyakit Masyarakat