LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Kabupaten Pasaman / Perkembangan Cuaca

Selasa, 16 Mei 2023 - 17:17 WIB

Waspada Dengan Kesehatan, Saat ini Suhu Panas di Indonesia Melonjak Tinggi

Mediakompasnews.com – Kabupaten Pasaman – Masyarakat diminta untuk waspada menjaga kesehatan, sebab suhu panas di Indonesia saat ini melonjak tinggi mencapai 33-34 derejat Celsius di siang hari,dan suhu panas itu juga dirasakan di Kabupaten Pasaman, bahkan sampai di Kecamatan Dua Koto.

Menurut biasa Kec.Dua Koto adalah merupakan daerah dingin bila dibandingkan dengan kecamatan lain, seperti Kec.Panti, Rao dan Padang Gelugur. Namun saat ini setelah terjadinya gerak semu matahari, sehingga diduga membuat banyak warga di Kec.Dua Koto mulai terserang demam, flu dan batuk-batuk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa penyebab suhu panas di Indonesia disebabkan karena adanya gerak semu Matahari.

Baca Juga :  Diawali Ujung Barat PulauJawa, Guyub TNI Polri Buat Indonesia Bergetar

Gerak semu Matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun dan potensi suhu udara panas seperti itu dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Penjelasan BMKG: Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan “Bahwa Indonesia berada di wilayah tropis, dimana sepanjang tahun suhu temperatur rata-ratanya adalah 25 derajat Celsius di pagi hari dan 33-34 derajat Celsius disiang hari,” jelasnya

Meskipun demikian, ada dua periode dalam satu tahun ketika Matahari melintas dan mendekati Khatulistiwa.

Baca Juga :  Sempat Vakum Akibat Covid 19, Perdana Se Rohul MTQ Tingkat Kecamatan Dibuka Wabup Secara Resmi

“Sebagai efek, misalnya ketika Matahari melintasi mendekati khatulistiwa pada akhir Maret, maka dua bulan berikutnya yaitu April dan Mei suhu atau temperatur di sekitar wilayah Indonesia itu akan naik dan terasa lebih panas, namun memang ada jedanya dan tidak naik secara langsung. Itu kalau kita sebut adalah salah satu akibat dari gerak semu Matahari,” ujarnya kepada wartawan..

Ia menyampaikan bahwa biasanya Matahari akan melintas di khatulistiwa pada Maret dan September setiap tahunnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tinjau Pusat Media KTT Ke-42 ASEAN

“Jadi, periode panas yang dirasakan sekarang di Indonesia akhir-akhir ini adalah konsekuensi dari gerak semu Matahari yang berlangsung biasanya pada April dan Mei setiap tahunnya yang berakibat pada temperatur suhu menjadi lebih hangat dari biasanya,” kata BMKG.

Plt. Kadiskes Kab. Pasaman Arma Putra SKM,.M,.Kes yang dihubungi wartawan via WhatsApp Selasa(16/5-2023) malam menanyakan apa antisipasinya agar masyarakat tidak terserang flu dan batuk akibat cuaca panas yang begitu tinggi, namun sangat disayangkan Kadiskes yang merupakan tempat bertanya tentang kesehatan,tetapi tidak ada memberikan jawaban dan saran.

Penulis : Eddi Gultom

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Sosialisasikan Larangan Knalpot Brong, Polres Tegal Kota Sasar Pengguna Jalan

Berita Utama

Pemerintah Indonesia dan FIFA Sepakati Transformasi Total Sepak Bola Indonesia

Berita Utama

Masjid Al-FIRDAUS, Sembelih 9 Ekor SAPI Dan 4 Kambing

Berita Utama

Diajak _Nge-Vlog_ di Pantai Jokowi-Iriana, Wapres Harapkan UMKM di Kaimana Terus Berkembang

Berita Utama

HUT  Kemerdekaan RI ke 77, KKPMP Marcab Malingping Gelar Acara Ini

Berita Utama

Kodam III/Slw Gandeng PT. Perkebunan Nasional VIII, Perkuat Sishanta

Berita Utama

Memperingati Hari Ibu, Dandim 0421/LS Berikan Hadiah Rumah Baru kepada Ibu Amisah 

Berita Utama

Buka Indonesian Crypto Consumer Summit 2023, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Indonesia Menjadi Hub Kripto di Asia Tenggara