DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Kabupaten Pasaman / Perkembangan Cuaca

Selasa, 16 Mei 2023 - 17:17 WIB

Waspada Dengan Kesehatan, Saat ini Suhu Panas di Indonesia Melonjak Tinggi

Mediakompasnews.com – Kabupaten Pasaman – Masyarakat diminta untuk waspada menjaga kesehatan, sebab suhu panas di Indonesia saat ini melonjak tinggi mencapai 33-34 derejat Celsius di siang hari,dan suhu panas itu juga dirasakan di Kabupaten Pasaman, bahkan sampai di Kecamatan Dua Koto.

Menurut biasa Kec.Dua Koto adalah merupakan daerah dingin bila dibandingkan dengan kecamatan lain, seperti Kec.Panti, Rao dan Padang Gelugur. Namun saat ini setelah terjadinya gerak semu matahari, sehingga diduga membuat banyak warga di Kec.Dua Koto mulai terserang demam, flu dan batuk-batuk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa penyebab suhu panas di Indonesia disebabkan karena adanya gerak semu Matahari.

Baca Juga :  IWAPI Gelar Bazar Murah Di Anjungan Agung Mall Terminal Eksekutip Pelabuhan Bakauheni

Gerak semu Matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun dan potensi suhu udara panas seperti itu dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Penjelasan BMKG: Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan “Bahwa Indonesia berada di wilayah tropis, dimana sepanjang tahun suhu temperatur rata-ratanya adalah 25 derajat Celsius di pagi hari dan 33-34 derajat Celsius disiang hari,” jelasnya

Meskipun demikian, ada dua periode dalam satu tahun ketika Matahari melintas dan mendekati Khatulistiwa.

Baca Juga :  Kepala Desa Cikatapis Berikan Bantuan Sarana Olahraga Kepada Pemuda

“Sebagai efek, misalnya ketika Matahari melintasi mendekati khatulistiwa pada akhir Maret, maka dua bulan berikutnya yaitu April dan Mei suhu atau temperatur di sekitar wilayah Indonesia itu akan naik dan terasa lebih panas, namun memang ada jedanya dan tidak naik secara langsung. Itu kalau kita sebut adalah salah satu akibat dari gerak semu Matahari,” ujarnya kepada wartawan..

Ia menyampaikan bahwa biasanya Matahari akan melintas di khatulistiwa pada Maret dan September setiap tahunnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Terima Kedatangan Putra MBZ di Surakarta

“Jadi, periode panas yang dirasakan sekarang di Indonesia akhir-akhir ini adalah konsekuensi dari gerak semu Matahari yang berlangsung biasanya pada April dan Mei setiap tahunnya yang berakibat pada temperatur suhu menjadi lebih hangat dari biasanya,” kata BMKG.

Plt. Kadiskes Kab. Pasaman Arma Putra SKM,.M,.Kes yang dihubungi wartawan via WhatsApp Selasa(16/5-2023) malam menanyakan apa antisipasinya agar masyarakat tidak terserang flu dan batuk akibat cuaca panas yang begitu tinggi, namun sangat disayangkan Kadiskes yang merupakan tempat bertanya tentang kesehatan,tetapi tidak ada memberikan jawaban dan saran.

Penulis : Eddi Gultom

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Menggali Potensi Atlit Sepak Bola Di Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022

Berita Utama

HUT  Kemerdekaan RI ke 77, KKPMP Marcab Malingping Gelar Acara Ini

Berita Utama

Polres Rohul Giat Minggu Kasih Dan Coolling System Nusantara Di Gereja HKBP Pasir Pengaraian

Berita Utama

Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Kelas I Tangerang Raih Juara Lomba Ramadhan

Berita Utama

Bupati Lampung Selatan H.Nanang Ermanto Hadiri HUT Ke-21 Desa Lebung Nala dan Nyaksikan Gren Final Sepak Bola

Berita Utama

Jefridin Buka Wawasan Warga Seibeduk, “Dulang Emas” Dengan Bisnis Eceng Gondok

Berita Utama

Ditemukan Banyaknya KPM Yang Tidak Layak Mendapatkan Bantuan Sosial dari Pemerintah

Berita Utama

Wujudkan Indonesia Sehat, Satgas Yonif 511/DY Melaksanakan Pengobatan Door To Door