DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama

Sabtu, 16 Juli 2022 - 05:39 WIB

Di Rokan Hulu Harga Sawit Mangkin Menurun Terus

MediaKompasnews.Com – Rokan Hulu – Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Rokan Hulu (rohul), Riau, tak kunjung naik. Petani kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua PPSKS Rohul, Iksan, mengatakan, harga sawit di daerah itu masih bertahan di angka Rp 800/kg. Bahkan ada pengepul yang membeli TBS sawit petani Rp 650/kg.

Jatuhnya harga TBS disebabkan sejumlah pabrik masih membatasi pembelian TBS dari petani. Pabrik kelapa sawit (PKS) PT Musimas, misalnya, baru saja membuka kembali penerimaan TBS sawit dari pihak ke tiga setelah beberapa waktu tutup. Perusahaan itu beralasan tangki CPO penuh.

Baca Juga :  Laksanakan Gerebek Posyandu Kepala Dusun 04 Lebak Wangi

“Karena harga TBS tak kunjung naik, banyak petani tak memanen sawit. Di daerah ini petani bersabar menunggu PKS PT Musimas buka lagi, sebab harganya lebih mahal dibanding PKS lain,” katanya kepada elaeis.co, Sabtu (16/7).

“Kalau TBS dibawa ke PKS lain, harganya murah sehingga tak bisa menutupi biaya operasional. Makanya petani merasa lebih baik tak panen,” tambahnya.

Baca Juga :  Seru! Final Lomba Cerdas Cermat Agama Islam dan Bela Negara di Korem 091/ASN"

Menurutnya, petani sawit harus pandai menyiasati keadaan karena tidak ada yang tahu kapan harga TBS kembali normal.

“Berhematlah, harga TBS masih di bawah Rp 1.000/kg. Bayangkan, kalau panen cuma dapat 1,6 ton dan harga Rp 650/kg, dapat apa?” ucapnya.

Sementara itu, Siti, istri petani sawit di Desa Ujungbatu Timur, heran meski harga TBS sawit anjlok cukup lama, tapi harga minyak goreng di pasaran masih saja mahal.

Baca Juga :  Rutan Kelas I Tangerang Raih Penghargaan IKPA Terbaik 2025

“Di sini Rp 25.000/kg, dua kali lipat dari harga biasanya,” katanya.

“Belum lagi harga cabai dan lain-lain yang ikut mahal, pendapatan dari kebun sawit sudah gak cukup buat belanja dapur. Semuanya mahal, duit Rp 50 ribu belanja pagi sudah tak cukup. Beli ikan asin musti ada minyak gorengnya, kan?” imbuhnya.

(Samiono)

Share :

Baca Juga

Banten

Ini Kata Gatot, Roadshow Bus Antikorupsi Warga Kota Tangerang Dukung Berantas Korupsi

Berita Utama

Resmi Wiwik Sulistiningsih Maju Bacaleg Partai PDI-P Dapil 3, Lampung Selatan

Berita Utama

Danrem 064/MY Hadiri Festival Cikande 2022

Berita Utama

Pesta Narkotika Jenis Sabu, Dua Pria Asal Lenteng Diamankan Satresnarkoba

Berita Utama

Turnamen Bola Volly Dandim 0623/Cilegon cup 2022

Berita Utama

Sedekah Santunan Anak Yatim dan Dhu’afa Dalam Rangka Memperingati Hari Lahir GAAS yang Ke-2

Berita Utama

Menteri Yasona Terima Keluhan Forum Dokter yang Susah Dapat Izin Praktek

Berita Utama

Irjen Iqbal Dapat Kejutan Kue Ulang Tahun dari Jurnalis Mitra Polda