LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama

Minggu, 2 Oktober 2022 - 13:00 WIB

Tatang Zaenudin: Kapolri Segera Usut Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Indonesia berduka… Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur kini sisahkan kepiluan dan keprihatinan semua pihak.

Insiden terjadinya tragedi berdarah usai kekalahan skor 2-3 Arema FC versus Persebaya. Suporter Arema memasuki lapangan karena timnya kalah.

Insiden itu dengan sigap direspons polisi dengan mengadang dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu kepanikan suporter.

Akibatnya, massa penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga sesak nafas, penumpukan massa, dan terinjak-injak.

Relawan yang terjun ke RSUD Dr. Saiful Anwar, Nelly, mengatakan rumah sakit akhirnya mencetak gambar jenazah untuk memudahkan identifikasi oleh keluarga.

Kegaduan berawal dari Aremania melemparkan sejumlah flare dan benda-benda lain ke area lapangan. Dua unit mobil polisi menjadi sasaran amukan suporter. Mobil K9 terbakar dan unit lainnya rusak parah dengan posisi miring.

Baca Juga :  Ormas GAIB 212 DPC Lebak, Galang Dana Korban Gempa Bumi Cianjur

Petugas keamanan setempat sudah berusaha mencegah kericuhan yang terjadi di Sadion Kanjuruhan. Namun, karena jumlahnya tak sebanding, petugas akhirnya menembakkan gas air mata sehingga membuat suporter sulit bernapas dan pingsan.

Peristiwa berdarah itu mendapat respon memdalam dari Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin. Dia menyebut tragedi di Peru tahun 1964 telah menjadi bayangan hitam dalam persepakbolaan dunia.

Kala itu, keputusan Wasit dan penanganan aparat Kepolisian yang tidak profesional sehingga mengakibatkan 328 orang meninggal dunia.

Kini Indonesia kembali mengalami hal yang sama. Tragedi Malang ini adalah insiden berdarah ke 2 dan terbesar didunia. “Kata Tatang melalui siaran pers nya, Minggu (2/10/2022).

Hal itu kata Tatang, dirinya berduka yang mendalam, bahkan dia mengatakan kejadian tersebut akibat dari kebodohan penanganan aparat Kepolisian yang tidak Profesional.

Baca Juga :  Kapolri Tegaskan TNI-Polri Kawal Seluruh Kebijakan Pemerintah Terkait Pembangunan Papua

Indonesia mencatat, baru diketahui yang meninggal dunia berjumlah 174 orang, dan mungkin bisa bertambah. Semua berawal dan disebabkan gas air mata.

“Ingat Aturan FIFA, aparat Kepolisian dilarang membawa gas air mata ke Lapangan dan senjata api, bahkan senjata tajam. Disini inti penyebabnya adalah aparat Kepolisian yang harus bertanggungjawab. “Ungkapnya.

Mantan Deputi Basarnas RI ini pun minta Kapolri mengambil sikap tegas dan melakukan investigasi atas pelanggaran penggunaan gas air mata di dalam stadion.

“Saya minta Kapolri segera tuntaskan pelanggaran penggunaan gas air mata yang dilakukan anggota kepolisian Polda Jabar. Sekaligus memeriksa cairan jenis apa dalam kandungan gas air mata yang disemprotkan kepada penonton. “Tegas Tatang.

Sebelumnya data BPPD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] Jawa Timur pada pukul 10.30 wib menyatakan korban jiwa telah bertambah menjadi 174 orang.

Dijelaskannya, saat ini total ada 11 orang luka berat. Sementara sudah ada 298 orang lainnya luka ringan. Pihaknya juga mengatakan ada 8 rumah sakit rujukan untuk para korban: RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, Klinik Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, RSI Gondanglegi, RSU Wajak Husada, RSB Hasta husada, dan RSUD Mitra Delima.

Baca Juga :  Bangun Sinergitas Dengan Sejumlah Tokoh,Kasat Binmas Polres Rohul AKP Hermawan SH,Anggarkan Poskamling Lewat ADD

Mengutip BBBC Newa Indonesia, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang adalah “hari gelap” dalam sepak bola sementara klub-klub Liga Primer Inggris mengungkap duka atas tragedi yang sejauh ini menyebabkan 174 orang meninggal dan sekitar 300 luka-luka.

Kerusuhan terjadi setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya usai, pada Sabtu (1/10) petang.

“Dunia sepak bola terkejut menyusul insiden tragis. “kata Infantino.

Sejumlah klub Liga Primer, termasuk Arsenal, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur – melalui cuitan – mengungkap “duka mendalam” atas tragedi ini.

(Red)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Serahkan Hadiah Sepeda Motor kepada Wartawan Koordinatoriat Wartawan Parlemen

Berita Utama

Kedepankan Sikap Humanis Polisi Laksanakan Pengamanan Unras Mahasiswa Dan Komunitas Ojol

Berita Utama

Kapolda Metro Jaya Memaafkan Nyoman Pengedit Profil Drinya di Wikipedia

Berita Utama

Polresta Cirebon Berhasil Mengamankan Aksi Unras Mahasiswa dengan Sejuk dan Damai

Berita Utama

Meriahkan World Super Bike, IMI Gelar Race 2 Kejurnas Mandalika Racing Series 2023, Bamsoet Dorong Pembalap Indonesia Raih Prestasi Internasional

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Kol (Mar) Samson Sitohang Sebagai Komandan Denjaka TNI AL

Berita Utama

Pelantikan Pengurus MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Tegakan Nilai-Nilai Luhur Pancasila

Berita Utama

Bentuk Generasi Hamilul Qur’an, TPQ Masjid Al-Firdaus Adakan Program Rutin Maghrib Mengaji