DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Daerah / Sorotan / Sulawesi Utara

Minggu, 16 April 2023 - 14:31 WIB

Aktivitas Pengangkutan Ore Nikel Diduga Tak Kantongi Izin Lintas, Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus Tahan Puluhan Dum Truck

Mediakompasnews.com – Sulawesi Utara – Puluhan mahasiswa yang menamai dirinya Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (Imalak) Sulawesi Tenggara melakukan aksi unjuk rasa dan penahanan mobil dum truck pengangkut ore nikel di perempatan rumah sakit abu nawas kota kendari, Kamis (14/04/2023).

Penahanan ini dilakukan lantaran kekecewaannya dugaan pelanggaran syarat penggunaan jalan di dalam kota.

Ketua Umum IMALAK Sultra Arman mengatakan bahwa ini tidak boleh dibiarkan pihaknya meminta APH untuk menghentikan aktivitas hauling ore nikel.

“Yang menjadi tuntutan kami APH harus segera menghentikan aktivits hauling ore nikel yang kami duga aktivitas ini milik PT ST Nickel Resources,” kata Arman.

Salain itu Arman juga menegaskan bahwa Dinas Perhubungan harus ikut serta dalam menindak tegas pemuat ore nikel.

“Kami meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk segera menindak tegas pengangkut ore nikel yang kelebihan muatan dan dapat mengganggu keselamatan pengendara lain,” tegas Arman.

Arman juga menegaskan bahwa pihak perusahaan harus memperlihatkan dokumen izin lintas.

Baca Juga :  Rapat Konsultasi Pimpinan MPR RI dengan Presiden Joko Widodo

“Kami meminta pihak perusahaan yakni PT ST Nickel untuk memperlihatkan syarat izin lintas atau penggunaan jalan umum untuk kepentingan hauling ore nikel yang kami duga ada beberapa point yang dilanggar,” ujar Arman.

Arman juga menambahkan bahwa aktivitas hauling ore nikel yang kami duga melanggar syarat ijin lintas.

“Kami meminta aktivitas ini dihentikan sementara sampai perusahaan PT ST Nickel memperlihatan dan mengindahkan syarat yang dijalankan oleh balai jalan nasional,” imbuh Arman dalam orasinya.

Dipantau di lapangan tim Patroli dari Polda Sultra mendatangi massa aksi serta unit lalu lintas Polresta Kendari sedang menjalankan piket terpantau ikut turun ke titik aksi.

Dalam aksinya Arman menegaskan bahwa sopir dum truck diduga hanya mengantongi nota saja.

“Bagaimana tidak supir dum truck harus mengantongi surat izin lintas dari balai jalan nasional tapi ini kami menduga kuat tidak mengantongi izin lintas notanya pun diduga tidak ada yang bertanda tangan untuk mengetahui aktivitas pengangkutan ore nikel,” ulas Arman.

Baca Juga :  Maros Lumbung Beras Sulsel, Presiden: Surplus Panen Bisa untuk Daerah Lain

Terlihat dari supir dum truck nota pemuatan tersebut dikeluarkan oleh PT ST. NICKEL RESOURCES.

Supir Dum Truck pun diduga tidak mampu memperlihatkan surat ijin lintas dan jarak dari mobil pengangkut ore nikel disinyalir beriringan dan dapat membahayakan pengendara lain.

Saat diminta menilang Dum Truck pemuat ore nikel itu pun pihak satlantas polresta kendari yang berkoordinasi dengan massa aksi diduga tidak berkutik dan disinyalir tidak bisa mengambil langkah tegas.

Arman menuturkan bahwa pihaknya akan kembali melakukan aksi di kapolresta kota kendari.

“Kami akan kembali melakukan aksi demostrasi di Polresta kota kendari khususnya satlantas dan intelkam polresta kendari, dan apabila tuntutan kami tidak diindahkan maka kami akan kembali melakukan aksi dan mengambil langkah yang kami anggap benar serta melakukan penahanan mobil dum truck pemuat ore nikel dari PT ST Nickel,” beber Arman dalam orasinya.

Arman juga menambahkan bahwa dum truck pemuat ore nikel ini pun diduga tidak masuk dalam timbangan dan disinyalir tidak ada pengawalan dari instansi terkait.

Baca Juga :  Dit Polair Polda Sumut Amankan 91 PMI Ilegal

“Mereka ini diduga tidak melakukan penimbangan sehingga kapasitas muatan ore nikel ini melebihi kapasitas yang diatur yakni 8 ton sehingga dapat menganggu pengendara lain, apalagi dalam aktivitas pengangkutan ore nikel ini kami duga kuat tidak ada pengawalan atau pengawasan dari instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan serta Satlantas,” imbuh Arman.

Arman melanjutkan bahwa kami menduga kuat aktivitas pengangkutan ini diduga ilegal.

“Jika memang ini pengangkutan ore nikel ini legal maka tentunya kota kendari memiliki PAD dari pengangkutan ilegal inj sehingga wajib dikawal oleh instansi terkait baik dari dinas perhubungan, balai jalan ataup satlantas polresta kendari namun ini terlihat tidak satu pun pengawalan dari aktivitas pengangkutan ore nikel dari PT ST Nickel menuju JT PT Tas,” pungkas Arman.

Sampai berita ini ditanyangkan belum ada konfirmasi dari pihak-pihak terkait, awak media ini masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait.

Penulis : N/PG

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kasad Resmikan Nama Lima Gedung Baru di Jajaran Kodam II/Sriwijaya

Berita Utama

Hari Ulang Tahun Ke-41, Aipda Agus Supandi SH, Mendapatkan Suprise Dari Rekan Media

Berita Utama

Pemilik Sabu Di Sungai Kuti Diringkus Personil Polsek Kunto Darussalam

Berita Utama

Kasad: Kinerja PNS TNI AD Mampu Mendukung Tugas Pokok TNI AD

Berita Utama

Polsek Tangerang (Benteng) Respon Cepat Laporan Dugaan Penganiayaan di Modernland

Sorotan

Diduga Kuat PLN Lakukan Korupsi Dalam Perencanaan Pembangunan Lisdes di Kalbar

Banten

Pemerintah Kota Tangerang Sediakan 1.725 Lowongan Pekerjaan (Loker) Dalam Job Fair

Berita Utama

Tersangka Kasus Pencurian Honda Beat Diamankan Personil Polsek Ujungbatu