LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Daerah

Kamis, 15 Juni 2023 - 01:10 WIB

Ustadz Dr. Ahmad Musaddad, Lc, Penerjemah Khutbah Jumat Masjidil Haram Ke Bahasa Indonesia Mengisi Pengajian Ba’da Ashar di Masjid Jamik Amir Muteb Ali Su’ud Jarwal 3 Makkah

Media kompasnews.com – Makkah – Marilah kita senantiasa mengikuti tuntunan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam setiap ibadah kita dan secara umum di dalam kehidupan kita, sampai kita nanti bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dijadikan oleh Allah Subhanahu Wa Taala sebagai panutan untuk mendapatkan kebahagiaan bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat”.

Demikian awal pembuka tausiah Ba’da Ashar Ustad DR. Ahmad Musaddad, LC Alumni Universitas Ibnu Kholdun Bogor yang saat ini bertugas sebagai penerjemah khutbah jumat kebahasa Indonesia di Masjidil Haram Makkah Arab Saudi, Selasa Sore (13/6) dalam ceramahnya di Masjid Jamik Amir Mut’eb Ali Su’ud Jarwal 3 Makkah yang merupakan Masjid Keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Baca Juga :  Tingkatkan Keterampilan Kegawatdaruratan, Rumkit Bhayangkara Gelar Simulasi BTCLS

Pada bagian lain ceramahnya, Ustad Ahmad Musaddad mengatakan mengikuti jalan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah Jalan kebahagiaan dunia akhirat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman terdapat dalam diri Rasulullah kepribadian teladan yang harus kita contoh di dalam kepribadian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari sesuatu yang paling besar sampai sesuatu yang paling kecil seperti cara kita tidur atau caranya kita ke kamar mandi.

Baca Juga :  Satukan Tekad dan Evaluasi Kinerja Jadi Penekanan Kalapas Pasir Pangarayan Pada Rapat Dinas

Ketika kita membuka kitab-kitab tentang ibadah haji, kita akan menemukan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda minta 10 hari dimana kita mengambil keuntungan dari praktek ibadah haji ini.

Artinya bahwa di dalam kita melakukan seluruh rangkaian ibadah haji yang pertama adalah selain ikhlas kepada Allah, kita harus banyak belajar atau minimal benar-benar ibadah haji ini mengajarkan kita atas satu Kebiasaan Baru di dalam kehidupan yang banyak orang tidak melakukannya yaitu banyak-banyak berteman, banyak-banyak minta jawaban banyak-banyak minta solusi, tentang apa yang membatalkan atau yang boleh kita lakukan dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Danramil,0603/Lebak, Kapten, Chb Asep Yohana ,Hadiri Seba Suku Baduy

Karena ini adalah ibadah yang kita lakukan yang pertama tidak pernah kita pelajari banyak-banyak.

Segala keputusan di dalam kehidupan kita itu, harus kita awali dengan melihat safaat Rasul agar kemudian mendapatkan kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, demikian Ustad Ahmad Muhaddad mengakhiri caramahnya.

Eddi Gultom

Sumber dari Suhartoyo Sulur Jamaah Haji Asal Kota Tebingtinggi Sumut

Share :

Baca Juga

Berita Utama

DPD BAPERA Serdang Bedagai di Deklarasikan, Hendri Saputra bersama Sugito PLT Ketua dan Sekretaris

Daerah

Arist Merdeka Sirait Bersama Awak Media Mengatakan Meningkatnya kasus Rudapaksa Merupakan kegagalan Walikota Depok Melindungi Anak

Daerah

Temukan Dompet Saat Patroli Malam, Ditlantas Polda Kalteng Kembalikan kepada Pemiliknya

Daerah

Karena Sakit Hati, Seorang Pemuda di Muara Teweh Tega Melakukan Penganiayaan

Berita Utama

Suasana Haru di Rutan Tangerang, Warga Binaan Berbuka Puasa Bersama Keluarga

Daerah

Buya Sujana Karis Pembina BBP Mengapresiasi Kinerja BPJN2 PPK 2-3 di Lebak

Berita Utama

CaBup dan CaWaBup Belitung Isyak-Masdar Gelar Acara Silaturahmi Adat Belitong

Daerah

Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bersama Bakesbangpol DIY