DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Daerah / Sorotan

Senin, 5 Juni 2023 - 09:59 WIB

Ini Kata H.Gotas Terkait Bupati Cirebon Mengaku tidak Tahu Asal – Usul Tanah dan Bangunan Kantor DPC PDIP

Mediakompasnews.Com – Cirebon – Sehari setelah penyegelan Kantor DPC PDIP Kabupaten Cirebon oleh H.Gotas, mendapat reaksi yang tidak terduga oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H.Imron yang juga merupakan Bupati Cirebon.

Menurut Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon sekaligus Bupati Cirebon Imron mengaku tidak tahu asal – usul awal tanah dan bangunan kantor DPC PDIP Kabupaten Cirebon tersebut.

Imron mengira, tidak ada persoalan terkait kepemilikan tanah dan bangunan yang saat ini menjadi Kantor DPC PDIP Kabupaten Cirebon. Namun memang beberapa waktu lalu, ada permintaan dari Gotas terkait kompensasi yang harus di berikan untuk tanah dan bangunan itu.

“Siang atau sore ini kami akan rapat partai. Ini kan masalah internal partai, jadi solusinya tidak bisa diputuskan secara sepihak dong,” ucap Imron kepada Media, Senin (05/06/23).

Baca Juga :  Lantik PD MABMI Kota Binjai, Zahir Minta Dukung Program Pemko

Terkait nilai jual yang ditawarkan H.Gotas, Bupati enggan berkomentar banyak. Namun kalau memang partai punya anggaran, bisa jadi akan dibeli. Namun kalau uangnya tidak ada, mau tidak mau harus pindah dan mencari tempat baru. Justru, dengan adanya rapat partai akan ada keputusan resmi.

“Walaupun saya ketua partai, namun saya tidak bisa memutuskan sendiri. Tunggu saja hasilnya bagaimana. Toh kejadian ini tidak mengganggu elektabilitas dan kinerja pantai. Semuanya masih normal,” papar Imron.

Tasiya Soemadi Algotas selaku pemilik lahan bereaksi keras atas pernyataan Bupati tersebut, karena menurutnya pada tanggal 17 Desember 2021 diundang oleh Pak Ono Ketua DPD PDIP Jabar, ada Ibu Ayu Wakil Bupati Cirebon, Bupati Cirebon H.Imron dan ada Pak Ketut, Sophia selaku sekretaris di Hotel Patra Jasa.

Baca Juga :  Tingkatkan Keterampilan Kegawatdaruratan, Rumkit Bhayangkara Gelar Simulasi BTCLS

Dalam pertemuan itu, menurut Pak Ono bilang kalau terkait lahan dan bangunan DPC PDIP Kabupaten Cirebon merupakan tanggungjawab Bupati Cirebon dan Wakil Bupati Cirebon dan saya (H.Gotas) menanyakan kepada Bupati Cirebon kapan mau dibayarkan atau kejelasannya? Bupati menjawab”kang saya juga gak punya duit hanya punya 90 JT”, kata Imron.

Kata saya untuk apa pak uang 90 JT, saya kan perlu buat usaha dan lainnya,”ya nanti kang” kata Bupati, terus saya diundang lagi ke pendopo dan Bupati minta di ukur tanahnya dan yang mengukurnya ada Sekretaris DPC PDIP, Mbak Sophi dan juga Pak Bupatinya, jadi kalau Pak Bupati Cirebon mengaku tidak tahu – menahu asal – usul tanah kan saya sudah ngomongnya, akan tetapi barangkali Pak Bupati keliru atau dia lupa.Tutur H.Gotas.

Baca Juga :  Polres Sumenep Terkesan Lamban Tangani Kasus Ijasah Palsu Kades Kangayan

“Semua Poto – Poto dan suara rekaman semua ada, atau mau saya bawakan bukti – buktinya biar gak lupa?” Jelasnya.

Jadi tanah ini akan saya jual saja, jika sampai jam 16.00 wib tidak ada kejelasan maka akan saya jual ke orang lain.Tutupnya.

(A Hidayat)

Share :

Baca Juga

Sorotan

Sempat Viral Akibat Arogansi Seorang Sopir Derek Dengan Warga Ciracas Berakhir Damai

Berita Utama

PWI Sambut Baik Kedatangan Pengurus Daerah IWO Kabupaten Tegal

Sorotan

Ikabes Sriwijaya Undang Warga Sumbagsel di Kalbar Ikuti Halal bi Halal

Berita Utama

Terbitkan Edaran Pelaksanaan Kurban, Menag: Panduan untuk Jaga Kesehatan Masyarakat

Berita Utama

Seba Baduy 2023, Lapas Rangkasbitung Kembali Pamerkan Hasil Karya WBP

Daerah

Bupati Pasaman, Benny Utama Lantik 7 Pejabat Setingkat Eselon IIB

Berita Utama

Bapak Manajemen PTPN IV Regional III Kebun SEI Rokan Choiri Menghadiri Kegiatan Pekan Imunisasi (pin) Polio Di Balai Karyawan Tahun 2024

Daerah

Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya Bersama Wabup Adlin Tambunan Lanjutkan Sepakbola bersama para guru-guru dan Kepala Desa