DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Nasional

Sabtu, 3 Desember 2022 - 09:16 WIB

Ikuti Tantangan Perubahan Zaman, Santri Harus Miliki Pola Pikir Wasathy yang Kontekstual

Mediakompasnews.Com – Wajo,Sengkang – Pondok pesantren memiliki salah satu peran sentral untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda muslim Indonesia agar mengenal agama secara utuh. Terkait hal ini, pondok pesantren harus mengajarkan ajaran Islam _wasathiyah_ (moderat) secara sejuk dan ilmiah melalui sistem pendidikan dan dakwah. Sehingga, generasi penerus bangsa dapat memiliki pola pikir yang terbuka dan kontekstual dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Itulah mengapa pentingnya pesantren dalam rangka [melahirkan] _al mutafaqqihinna fiddin_ (ahli-ahli ilmu agama Islam). Dan Insya Allah yang dilahirkan oleh As’adiyah yaitu yang berpikir _wasathy_, moderat. Tidak berpikir tekstual, dan juga tidak berpikir liberal,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat meresmikan Pembukaan Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As’adiyah tahun 2022 di Lapangan Merdeka Sengkang, Jalan Masjid Raya, Siengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12/2022).

Baca Juga :  Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Peran Penting Pemerintah Indonesia di Berbagai Forum Internasional

Dalam acara yang bertema “Transformasi Nilai-Nilai Wasathiyah As’adiyah Menuju Indonesia Tangguh dan Bermartabat” ini lebih lanjut Wapres menyampaikan bahwa pola pikir _wasathy_ yang kontekstual adalah cara berpikir yang memiliki metode pemecahan masalah sesuai dengan zamannya.

“Tidak statis, tidak kaku, tidak _rigid_, tapi juga tidak liberal. Artinya liberal dia memberikan pendapat-pendapat tanpa metode, tanpa batas dan tidak ada patokannya,” tegas Wapres.

“Kita memang merespon, tapi dia harus memahami cara-cara dalam memberikan jawaban-jawaban itu, respon itu. Mampu memberikan solusi-solusi bukan hanya solusi keagamaan tapi juga menyelesaikan masalah kenegaraan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga menyampaikan, pola pikir seperti ini penting untuk diimplementasikan sebab tantangan yang dihadapi setiap hari terus berkembang.

Baca Juga :  Buka Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda, Presiden Ajak Daerah Tangani Inflasi Bersama

“Peristiwa-peristiwa, kejadian-kejadian, masalah-masalah politik, ekonomi, sosial itu tidak pernah berhenti. Itu harus disikapi, harus diberi jawaban,” imbuh Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres pun berpesan agar ajaran nilai-nilai _wasathiyah_ dapat terus diaktualisasi sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, ia berharap, ke depan Indonesia dapat menjadi negara yang tangguh dan bermartabat.

“Berharap nilai-nilai _wasathiyah_ Islam yang khas Indonesia mengikuti dinamika perkembangan zaman, baik di dalam negeri sendiri maupun internasional, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang tangguh dan bermartabat,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’Adiyah Muhammad Sagena menyampaikan bahwa muktamar merupakan bentuk sebuah proses demokrasi yang dilakukan oleh kalangan pesantren. Melalui muktamar, seluruh pengurus dan santri dapat berdiskusi untuk mencapai sebuah keputusan yang menjadi kesepakatan bersama.
 
“Perhelatan akbar demokrasi ala pesantren. Pesantren As’adiyah sebuah demokrasi yang sungguh berdiri. Islam memberikan kesempatan kepada seluruh warga termasuk warga pesantren untuk memusyawarahkan, mendiskusikan dan mengambil evaluasi bahkan bisa memberikan masukan dalam melaksanakan program-program terbaik bagi dan kepada permasalahan yang ada,” ungkap Muhammad.
 
Hadir dalam acara ini diantaranya, Bupati Wajo Amran Machmud, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’Adiyah Muhammad Sagena, dan para peserta Muktamar ke-XV Pondok Pesantren As’adiyah Tahun 2022.
 
Sementara Wapres didampingi oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi S. Sulaiman, Pangdam XVI/Hasanuddin Totok Imam Santoso, Kapolda Sulawesi Selatan Nana Sujana, dan Kepala BAZNAS Republik Indonesia Noor Achmad. 

Baca Juga :  Inagurasi Pengurus Baru Club Ferrari 2023-2025, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Komunitas Otomotif Bangkitkan Perekonomian Nasional Usai Pandemi Covid-19

Sumber : BPMI – Setwapres

(A Hidayat)

Share :

Baca Juga

Pemerintah RI

Presiden Bagikan Bansos dan Cek Harga Minyak Goreng di Pasar Baros

Berita Utama

Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

Berita Utama

Waketum Partai Golkar Bamsoet Dorong Menteri ATR/Kepala BTN Tegas Berantas Mafia Tanah

Berita Utama

Bhabinkamtibmas Pasar Minggu Kunjungan ke SMKN 8 Pejaten Barat

TNI/POLRI

Kapolda Lampung Apresiasi Keluarga Pelaku yang Serahkan Tersangka ke Polisi

TNI/POLRI

Danrem 064/MY Jamdan Perdana, Prajurit Korem 064/MY Harus Dekat Dengan Masyarakat

Berita Utama

Flying Adventures Kepri, Tonggak Awal Pariwisata Kedirgantaraan di Kepri

TNI/POLRI

1019 Pohon Sengon Menghijaukan Perbatasan Merauke Oleh Satgas Yonif 511/DY Beserta Warga Distrik Sota