LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Pendidikan

Kamis, 21 Juli 2022 - 10:08 WIB

SMAN 1 Sindang SASI Gelar Sosialisasi, Ketua PWI Indramayu Katakan Ini

Mediakompasnews.Com – Indramayu – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2022/2023 SMA Negeri 1 Sindang (SASI) melaksanakan kegiatan sosialisasi bijak dalam bersosial media (Sosmed) bagi siswa-siswi, bertempat di Aditorium SMAN 1 Sindang, Rabu (20/7/2022).

Pesatnya perkembangan dunia digital terutama media sosial beberapa tahun kebelakang ini membawa dampak bagi para remaja khususnya pelajar.

Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu, berupaya untuk mengedukasi bagi pelajar SMP dan SMA dengan mengkampanyekan gerakan bijak dalam bersosial media.

Kegiatan sosialisasi ini, PWI mengajak siswa-siswi baru SMAN 1 Sindang sebanyak 432 bertujuan memberikan informasi yang baik dan positif serta menggali potensi yang ada mulai dari lingkungan sekitar baik di desa atau sekolah.

Baca Juga :  Kasad Kukuhkan Habib Luthfi Bin Ali Yahya sebagai Warga Kehormatan Angkatan Darat

Ketua PWI Kabupaten Indramayu, Dedi Musashi sebagai narasumber menyampaikan, anak usia sekolah terutama SMP dan SMA sangat rentan menerima berita-berita bohong (hoax) yang banyak berkeliaran di medsos, angkanya tidak malah turun justru tambah naik di setiap tahunnya.

“Organisasi PWI terus lakukan kampanye tentang bijak dalam sosmed, jadi jarimu gunakan untuk melakukan hal yang positif untuk bijak dalam hal bermedia sosial, ” kata Dedi Musashi.

Baca Juga :  Semarang Direndam Banjir, Bekangdam IV/Diponegoro Kerahkan LCR dan Gelar Dapur Lapangan

Sementara itu menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Sindang, Setyo Adisapto, S.Pd.,M.M melalui Divisi Humas Shodikin mengatakan, ia menyambut baik dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, para siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan wawasan kepada para pelajar baik secara internal ataupun external agar bisa filter semua informasi di medsos,” ujarnya.

Ketua OSIS, Rafi Fadil Rizky menambahkan, materi dalam kegiatan ini sangat bagus apalagi di era digitalisasi karena banyak waktu luang yang tidak bisa lepas dari medsos seperti Instagram (IG), Facebook (FB), Twitter dan sebagainya.

Baca Juga :  Terbang ke-Timur Tengah, Wapres Akan Temui Presiden UEA Hingga Hadiri KTT Perubahan Iklim

“Kita juga harus bisa mendapat ilmunya agar bisa memfilter dan bijak dalam bersosial media agar informasi yang diterima tidak hoax,”

“Yaitu kita harus tahu sumbernya, informasi datang darimana agar tidak terpengaruh adanya informasi yang tidak jelas,” ucap Rafi.

Selain itu , Wakasek Bidang Kesiswaan, Saptarini Kismawati berharap, dengan diadakan kegiatan sosialisasi ini agar dapat memberikan edukasi supaya bisa memfilter semua sumber yang berada di medsos.

“Untuk itu kita harus bijak dalam bermedia sosial,” pinta Saptarini.

(Rastim Ken Aji)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

KRT A.Ajie Adhi Brata Terpilih Jadi Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Magelang

Berita Utama

Bupati Lamsel Nanang Serahkan Kunci Rumah Layak Huni Kepada Warga Desa Bakauheni

Berita Utama

Danrem 064/MY Hadiri Silaturahmi Jajaran Kodim 0602/Serang dengan Pimpinan Modern Cikande Industrial Estate

Berita Utama

Lewat Panggilan Video, Presiden Jokowi Sapa Tim INASAR di Turki

Berita Utama

Panglima TNI: Negara Kuat Karena TNI-Polri Kuat

Berita Utama

Dpw Fkbpppn Riau Tagih Janji Kemendgri Utuk Menyelesaikan Satpol Pp Non Pns Menjadi Pns

Berita Utama

Personil Polsek Kabun Berhasil Mengamankan Pria Ini Dalam Kasus Tindak Pidana Pencurian

Berita Utama

GRANID Siap Bersinergi dengan Kepolisian Perangi Narkoba di Banten TANGERANG – Ketua Umum Gerakan Rehabilitasi dan Anti Narkotika Indonesia (GRANID), H. Akhyar Kamil, S.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Banten, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Sebagai organisasi sosial yang bergerak melalui pendekatan preventif, edukatif, dan rehabilitatif, GRANID fokus membangun ketahanan sosial masyarakat serta memberdayakan generasi muda—kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba. > “Rehabilitasi dan pencegahan harus berjalan beriringan. GRANID siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Akhyar Kamil. Ia menyoroti bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensi yang tak bisa ditangani satu sektor saja. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, mutlak diperlukan. Saat ini, GRANID mengimplementasikan berbagai program strategis, seperti: Literasi anti-narkoba melalui kampanye edukatif di sekolah dan komunitas, Pendampingan sosial berbasis komunitas, Pelatihan konselor sebaya, serta Kemitraan kelembagaan dengan berbagai instansi. Provinsi Banten dipilih GRANID sebagai wilayah percontohan nasional dengan model penanganan berbasis masyarakat yang inklusif, sistemik, dan berkelanjutan. > “GRANID bukan sekadar gerakan, melainkan wadah pengabdian kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Mari bersama ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Akhyar Kamil.