LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / JAKARTA

Minggu, 21 Mei 2023 - 02:24 WIB

Situasi dan Kondisi Nyata Anak Indonesia, Catatan Keprihatinan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Mediakompasnews.com – Jakarta – Kasus perkosaan, sodomi, perbudakan seks anak, begal, tawuran antar sesama anak, antar kamping dan sekolah, serangan seksual, anak berkonflik dengan hukum terus saja meningkat. 20 Mei 2023.

Anak yang berkebutuhan khusus terus meningkat dan situasinya memburuk. Ada banyak diantara mereka terancam dan menjadi korban kekerasan seksual, direndahkan keberadaannya ditengah-tengah kehidupan masyarakat pada umumnya, dan ada banya anak direndahkan martabat kemanusiaannya.

Perdagangan dan penculikan anak juga terus terjadi dimana-mana, kejahatan seksual terhadap anak dilingkungan terdekat anak juga terus saja terjadi tanpa pembelaan.

Baca Juga :  Lestarikan Sejarah Lampung, ASDP Segera Bangun Museum Siger di Kawasan Bakauheni Harbour City

Fakta yang tidak bisa terbantakan, ada juga kasus mutilasi dan percobaan penjualan organ tubuh dan kasusnya sudah menjadi ancaman yang menakutkan bagi orangtua dan masysrakat luas.

Anak korban perdagangan dan distribusi narkoba dan anak korban eksploitasi pornografi sudah menjadi masalah yang
menakutkan.

Eksploitasi ekonomi dan eksploitasi Politik juga mengancam kehidupan anak secara khusus dalam situasi politik yang sedang terjadi sekarang ini.

Ada banyak juga anak yang terlempar dari rumah dan memilih hidup di jalanan dan ada banyak juga anak tinggal di rumah-rumah bordir dan ada pula anak yang timggal di emperan-emperan toko, stasiun dan terminal menderita sakit dan kurang gizi.

Baca Juga :  Pesona Tren Warna Sariayu 2025 "Dear, Mahameru" Paduan Keindahan Alam dan Warna Nan Memukau

Anak korban eksploitasi seksual komersial terjadi dimana -mana dibiarkan menderita.

Anak korban penyiksaan dan penganiayaan juga terjadi disekitar kita, demikian juga ada banyak anak-anak kita menjadi korban stanting, penalantaran dan kurang gizi maupun korban persetubuhan sedarah..

Ada banyak pula anak-anak kita hidup menderita di daerah-daerah pesisir, terpencil dan terisolasi tanpa mendapat jaminan haknya atas pendidikan, perlindungan juga hak atas nama.

Dalam situasi anak Indonesia yang sedemikian memprihatikan ini dan telah mengancam masa depan anak, apa yang patut dan wajib kita lakukan terhadap anak yang dianugerakan dan dititipkan Allah kepada kita..

Baca Juga :  Kasad Istri Prajurit Jadi Kekuatan Dahsyat Wujudkan Kemerdekaan RI

Dalam situasi demikian apa langkah konkrit yang bisa kita lakukan agar bangsa ini tidak kehilangan generasi.

Lalu berdiam dirikah kita, menutup hati dan mata kitakah melihat situasi anak sekarang ini? Bukankak menjaga dan melindungi anak merupaksm bela negara?.

Ayo..saling bahu membahu menyelamat anak Indonesia.
Jangan berdiam diri, menutup mata hati dan telinga Kita.

“Nama Baik, jauh lebih berharga dari emas, dan permata”. Merdeka!!!

Penulis : Abubakar

Share :

Baca Juga

JAKARTA

Dalam Kunjungan Surya Paloh ke Demokrat, AHY : Kapal Koalisi ini Harus Menang

JAKARTA

Agus Flores, Ketum PW FRN, Imbau Masyarakat Berhati-hati Terkait Video Lama yang Diunggah Ulang

JAKARTA

Kasad Cek Kesiapan Operasi dan Tinjau Perumahan Prajurit Yonif 726/Tamalatea

JAKARTA

Jalankan Tiga Tugas Prioritas dari Presiden, Kementerian ATR/BPN Adakan Rapat Penanganan Isu Strategis Bersama BUMN

JAKARTA

Adopter Bayi 14 hari dengan Transaksi Utang Piutang senilai Rp. 30 Juta di Semarang Terancam Maksimal 15 Tahun Penjara

JAKARTA

Walikota Jambi Laporkan Anak Pengkritiknya Dilaporkan ke Polda Jambi

JAKARTA

Kebakaran Kementerian ATR/BPN, Bukan Dokumen yang Berkaitan dengan Sertipikat ataupun Sengketa Tanah yang terbakar

JAKARTA

Kongres Persatuan PWI Segera Digelar, Hendry-Zul Sepakati SC dan Peserta