DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Hukum dan Kriminal / Peristiwa / Sorotan

Kamis, 2 November 2023 - 15:21 WIB

Sikap Arogan dan Intimidasi, Oknum Jurusita Menunjukkan Ketidaktransparansi Peradilan

Mediakompasnews.com – Kota Tangerang – Eksekusi rumah yang berlokasi di Komplek Metland blok H3 no 7, Rt 009 Rw 008, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota tangerang berlangsung dramatis, pasalnya eksekusi tersebut dilakukan pihak Jurusita bahwa keputusan sudah inkrah dari Pengadilan Negeri Kota Tangerang,namun dari pihak pengacara tergugat dalam hal ini Septi Indiah Rahayu,S.H,M.H telah melakukan gugatan dan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan.

Di sisi lain, pihak pengacara dari penggugat beserta Jurusita dari Pengadilan Negeri Tangerang bersikukuh bedasarkan keputusan Pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap (Eintracht)

Kuasa hukum tergugat Septi Indiah Rahayu S.H,M.H menjelaskan bahwa permohonan penundaan eksekusi karena dalam proses Peninjauan Kembali (PK) dan dalam proses gugatan perlawanan eksekusi oleh termohon eksekusi Hendra di PN Jakarta Barat, serta dalam proses penyelidikan di tingkat Polresta Tangerang kota sesuai dengan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) tertanggal 29 juli 2023.

Baca Juga :  Saat Farel Prayoga "Goyang" HUT ke-77 RI dengan Campur Sari

“Kami meminta kepada bapak ketua Pengadilan Negeri Jakarta barat melalui ketua PN Tangerang dan jajarannya untuk menunda proses eksekusi objek sengketa a quot sampai adanya keputusan hukum tetap dari upaya hukum tetap dari upaya hukum PK dan gugatan perlawanan eksekusi no 224/Pdt.Bth/2023/PN.Jkt.Brt,” ujar Septi.

Disamping itu, Septi juga menambahkan adanya kepastian hukum dari pelaporan pidana terhadap pemohon eksekusi yang sedang di selidiki oleh Polre Metro Tangerang Kota atas dasar adanya dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pemohon eksekusi karena jual beli fiktif yang sebenarnya tidak pernah di lakukan oleh termohon eksekusi.

Sementara itu termohon eksekusi Hendra mengatakan kami tidak menghalang halangi namun kami meminta keadilan untuk di berikan uang kerohiman sampai hari ini hingga rumah kami di eksekusi dan tidak pernah adanya negoisasi, Kamis (02/11/23).

Baca Juga :  DPRD Tunggu Surat Mendagri Terkait PJ Walikota Tangerang

Lanjut Hendra, terhadap adanya eksekusi ini keluarga saya bahkan orangtua saya yang berusia 99 tahun duduk di kursi roda dalam keadaan sakit,isteri dan tiga orang anak saya yang masih kecil mengalami goncangan fisikis yang menyebabkan trauma.

“Apakah seperti ini proses eksekusi pengadilan di indonesia. Hingga saat ini kami sekeluarga terlebih ibu saya yang sedang sakit yang berusia 99 tahun masih terlantar, tumah tinggal sementara yang di janjikan pihak pengacara penggugat hingga saat ini tidak ada” ujar Hendra sambil meneteskan air mata.

Hal senada juga di ungkapkan Kuasa hukum lainnya yang di tunjuk Hendra (Tergugat) LBH Pisau (Pembela Independen Suara Ajudikasi Urgensi) Puguh Triwibowo, ST.,SH.,MH., mengatakan, seharusnya pihak pemohon melalui Pengadilan Negeri Jakarta barat yang mendelegasikan Eksekusi terhadap rumah pihak termohon dengan memperhatikan rasa kemanusiaan dan memberikan sedikit kepedulian dalam bermasyarakat yanga baik, yaitu dengan memberikan uang kerohiman dengan tujuan untuk biaya pindah ke Rumah atau kontrakan.
“Hukum memang perlu ditegakkan tetapi harus memperhatikan Rasa kemanusiaan Sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradap, sesuai dengan Sila ke 5 Pancasila “Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” karena dengan berpedoman Hal tersebut kerohiman merupakan angka yang harus diberikan kepada termohon untuk kelanjutan kehidupannya,” jelas Puguh

Baca Juga :  Karawitan AAU Iring Kebersamaan Kasau Dengan Purnawirawan TNI AU

Ditempat yang sama Ketua RW 08 Erwin mengungkapkan kepada awak media bahwa eksekusi ini tidak ada pemberitahuan sebelumnya sehingga warga kami merasa kaget dan resah dengan kejadian ini.

“Saya meminta supaya tidak terulang lagi seperti ini mestinya pihak yang akan eksekusi memberikan pemberitahuan dahulu sebelum pelaksanaan eksekusi,” pungkasnya. (Mar)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

IWO Indonesia Harus Bisa Jadikan UMKM Sebagai Entrepreneur Baru

Berita Utama

Ribuan Jemaah Sholat Ied, Jemaah dan Simpatisan Muhammadiyah Sergai Padati Halaman Terbuka

Berita Utama

Do’akan Bangsa dan Negara, Korem 063/SGJ dan Para Ulama Menggelar Istighosah Nusantara

Berita Utama

Pengajian Al Saidah, Rumah Nyai Mani, Hadiirkan H. Kosasih, SE

Berita Utama

Muswil Ke V Pemuda Pancasila Provinsi Banten Berjalan Sukses Dengan Agenda Utama Peningkatan Ekonomi Melalui UMKM

Berita Utama

Di Duga Pemkab Tangerang Menyalahi Aturan Diruko 1A Paramount, Gading Serpong Ilegal

Berita Utama

Panit Reskrim Polsek Jatiuwung Bantah Konsumsi Narkotika Jenis Sabu

Berita Utama

Kurangi Beban Jalan Tol dan Arteri, Kapolri Lepas 434 Bus Mudik Gratis Polri Presisi