LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Daerah

Rabu, 5 Juli 2023 - 05:26 WIB

Sadis Dan Kejam Aborsi Illegal Terjadi Lagi di Jakarta Pusat. Janin Dihancurkan lebih dulu dikorek lalu dibuang ke Septitenh

Mediakompasnews.com – Jakarta – Praktek pemghilangan hak hidup secara paksa terhadap anak dengan cara Aborsi Illegal terulang lagi di Jakarta pusat. Korban yang dilaporkan Polres Jakarta Pusat mencapai 7 orang korban dan dilakukan secara sadis tanpa tenaga medis yang memadai untuk urusan aborsi saat ini pelaku telah ditangkap dan ditahan di Polres Jakarta Pusat. 04/07/23

Menurut Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol. Komaruddin yang disampaikan.pada jumpa pers di Mapolres Jakarta Pusat bahwa hasil penyelidikan yang dilakukan dan jajaran operasionapl satreskrimum secara cepat dan maratonal Polres Jakarta berjasil menemukan bukti bahwa telah terjadi Praktek aborsi itu dilakukan tanpa bantuan para medis seperti dokter yang mumpuni dibidangnya.. dalam penggrebek itu ditemukan alat-alat aborsi berupa baskom , alat sedot dan tempat tidur sebagai barang bukti dan mengamankan dua orang terduga

Proses praktek aborsi dibilang sadis dan keji karena prosesnya tak
Lajim..

Sebelum proses aborsi dilakukan setiap pasien diminta oleh pelaku pasien mengkomsumsi lebih dulu penghancur janin, lalu dikorek dengan alat seadanya yang biasa dipakai para medis, lalu janin di korek dam di sedot, kemudian janin dibuang kedalam pembuangan air selokan dan septiteng..

Baca Juga :  Pemdes Banjarsari Cileles Gelar Lomba dan Karnaval Sambut HUT RI Ke-79

Kasus aborsi ilegal serupa sesungguh pernah terjadi 2 tahun lalu juga di Jakata Pusat persisnya di daerah Jalan Paseban Jakarta yang behasil dibongkar opnal Direskrimumsus Polda Metrojaya bersama Komnas Perlindungan anak ditemukan 900 korban. Hanya saja praktek aborsi ilegal dilakukan seorang dokter dan dibantu dua tenaga medis berpropresi sebagai bidan dan seorang tenaga kesehatan.

Masih belum juga lupa dari ingatan masyarakat dan kasus hukum sedang ditangani Polda Bali..

Operasional penyidik Direskrimsus Polda Bali beberapa bulan yang lalu juga berhasil membongkar praktek Aborsi Ilegal di Kabupaten Badung Bali, dimana pada umumnya pasien aborsi illegal itu adalah anak remaja dan mahasiswa hamil diluar nikah.

Dalam penggebrekan yang dilakukan Direskrimsus Polda Merojaya itu ditemukan data telah terjadi aborsi illegal yang dilakukan seorang dokter gigi terhadap 1.338 janin. Modusnya juga serupa seperti apa yang terjadi di Bekasi maupun di Jakarta Pusat. “Itu artinya dlam kurun waktu tiga tahun telah terjadi 2.500 lebih penghilangan hak hidup anak secara paksa melalui praktek aborsi ilegal hanya dii tiga tempat yakni Bekasi Jakarta dan Bali. Belum lagi yang terjadi di Sorong Jawa Barat, Depok, medan Lampung, Surabaya maupun ditempay-tempat lainnya yan tidak dilaporkan.

Baca Juga :  Program TMMD Sengkuyung, Bantu Akses Anak Sekolah

Kasus permohonan dispensasi pernikahan dimana banyak anak remaja hamil diluar nikah yang terjadi di Cirebon, Indramayu, Banyuwamgi, Ponorogo maupum di Jombang bisa jadi pemantik dan penyebab praktek aborsi ilegal di Indonesia.

Menurut keterangan pelaku, praktel aborsi ilegal telah dilakukannya sejak tahum 2016 dan pada tahun itu juga pelaku pernah dihukum 6 tahun penjara dan terulang lagi di tahum 2019, pelaku pernah dihukum 9 tahun penjara..

Itu artinya pelaku telah berulang melakukan penghilangan hak hidup anak dengan cara aborsi ilegal..

Pelaku dengan tindakan pidana kasus serupa secara berulang sudah merupakan residivis atas perkara pidana berulang, sehingga lelaku dapat diancam 20 tahun penjara..

Baca Juga :  Kawanan Rampok Minimarket di Cipadu Kota Tangerang Berhasil Dibekuk Polisi, Berikut Informasi Selengkapnya

Atas banyak dan terulangnya kasus aborsi ilegal yamg terjadi disekitar kita sudah saatnya dibangun gerakan nasional memutus mata rantai penghilangan hak hidup secara paksa melau praktek aborsi di Indonesia, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak didalam keterangan persnya yang dibagikan kepada sejumlah media di Jakarta Selasa 04/07/23

Dengan terbongkarnya tabir kasus Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat sudah saatnya dibangun gerakan memutus mata rantai penghilangan hak hidup anak secara paksa praktek melalui aborsi ilegal dan kesempatan dan momentum terbongkarnya kasus ini, Komisi Nasional Perlindungan sebagai institusi independen perlindungan anak di Indonesia mendorong Polres Jakarta Pusat menjerat pelaku dengan ketentuan Undang-undang perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Lebih jauh Arist menjelaskan dalam kesempatan ini pula Komnas Perlindungan Anak memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras dan cepat menangani kasus aborsi illegal yang telah meresahkan masyarakat, jelas Arist.

Penulis : Abubakar

Share :

Baca Juga

Banten

Iskandar Muda SH, Resmi Terima Surat Keputusan Dari DPC PPBNI Satria Banten Kota Tangerang

Daerah

Hujan Deras mengakibatkan Sungai Kaligayam Meluap Mencapai Sepaha Orang Dewasa.

Daerah

Kasad Ziarah ke TMP Kesenden dan Tinjau Pembangunan Masjid Syarif Abdurachman

Daerah

Richard William: Sidang PMH Slamet Effendy Masuk Babak Baru

Berita Utama

Gunung Merapi Erupsi dan Mengeluarkan Guyuran Lava, Ini Himbauan Polda Jateng

Daerah

Sekda Pasaman Maraondak Harahap Serta Rombongan Kunjungi Masjid Misbah Kampung Sorik Panti

Berita Utama

Ormas Pemuda Pancasila Kota Tangerang Gelar Muscab VII Tahun 2023

Daerah

Pemdes Binamaju Harap Pemerintah Kabupaten Perhatikan Jalan Paret Rodi Yang Rusak Parah