LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Daerah

Rabu, 11 Januari 2023 - 00:57 WIB

Nelayan keluhkan Bongkar Muat Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan

MdiaKompasNews.Com – Belitung – Sejumlah Nelayan Mengeluh Dengan Aktifitas Bongkar Muat Dan Tambat Labuha kapal Yang Berada Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Selasa (10/01/2023).

Pantauan dari awak Media kompasnews.Com dilapangan, beberapa nelayan nampak sedang melakukan musyawarah bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Belitung di salah satu warung kopi di kawasan PPN Tanjungpandan.

Dalam musyawarah itu HNSI dan beberapa nelayan sepakat akan mengirimkan surat guna melakukan mediasi terkait aspirasi dan keluhan yang di alami oleh para nelayan ke Kantor PPN Tanjungpandan.

H. Mochtar Motong (Tare) selaku Ketua HNSI Kabupaten Belitung mengatakan, pelabuhan di area ini di peruntukan untuk bongkar muat ikan tetapi ada oknum-oknum pengusaha angkutan kapal yang memanfaatkan hal tersebut.

Baca Juga :  Tingkatkan Keterampilan Kegawatdaruratan, Rumkit Bhayangkara Gelar Simulasi BTCLS

“Memang muatnya ikan, tetapi pulangnya bawa barang-barang. Silahkan, tetapi bongkar barang-barang nya jangan disini karena idealnya itu pelabuhan barang,” katanya kepada Media kompasnews.Com

Ia menambahkan, ini menjadi salah satu sumber problem. Kemudian karena hal itu salah, tetapi kenapa seakan-akan di benarkan oleh pihak PPN Tanjungpandan.

“Harusnya mereka tegas, karena ruang disini sudah penuh dan semangkin hari semangkin banyak kapal. Apalagi tempat pelelangan ikan mau di aktifkan,”ucapannya

Solusinya ada tinggal ketegasan dan kejujuran dari pihak PPN Tanjungpandan untuk memperlakukan aturan dan kewenangan secara benar kalau tidak ini akan tetap menjadi polemik dan membuat suasana menjadi panas khususnya untuk nelayan di area pelabuhan PPN.

Baca Juga :  Percepat Penyerapan APBDes, Bupati Batu Bara Harapkan Sinergitas Pemdes dan BPD

“Ini harus dipikirkan secara serius oleh pihak PPN Tanjungpandan dan Pemerintah Daerah, harus ada jalan keluarnya. Karena kapal semangkin banyak sedang tempatnya semangkin sempit,” tutupnya.

Selain itu Perwakilan nelayan setempat H. Selamat berharap, agar aktivitas bongkar muat dapat di kelola dengan sebaik mungkin agar masyarakat pribumi mendapatkan manfaat dengan adanya aktivitas tersebut.

“Saya berharap kondisi di pelabuhan tetap berjalan tertib dan kondusif jangan sampai terjadi ada gesekan dengan persoalan yang ada karena semua itu ada jalan keluar dan solusinya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Anniversary KOBRA Komando Beladiri Asia yang ke 1,Berkomitmen dan Berintegritas Tinggi

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten H Amiruddin Supran mengatakan, terkait apa yang menjadi keluhan dari para nelayan ini tentunya harus di selesaikan secara mekanisme.

Menurutnya, timbulnya gejolak ini karena adanya sesuatu yang tidak sesuai mekanisme. Oleh sebab itu untuk mencegah gejolak yang muncul HNSI Kabupaten Belitung akan mengadakan pertemuan dengan pihak KPPN Tanjungpandan pada Kamis mendatang.

“Mudah-mudahan hasil pertemuan tersebut memberikan solusi yang terbaik. Kami dari HNSI dan saya selaku anggota DPRD mendorong agar, ada musyawarah terlebih dahulu guna mencegah hal-hal yang tidak di inginkan,”tutupnya
(Andri S)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dengan HUT Bhayangkara ke 77 Tahun 2023, Polri ” Presisi Untuk Negeri” Akan Lebih Harmonis Kepada Masyarakat

Daerah

Ketua DPD AMAN RI Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1445 H

Daerah

Prestasi Lagi ! Sabar AS Terima Penghargaan Satya Lencana Pembina Inovasi Desa Dari Kementrian Desa PDTT

Daerah

Menyambut HUT Bhayangkara ke 77, Polsek Panti,Polres Pasaman Selenggarakan Bakti Sosial Kesehatan Dan Bakti Religi

Daerah

Olahraga Bersama, Jalin Kekompakan Di Polda Lampung

Daerah

Wakapolda Lampung Hadiri Kegiatan Groundbreaking Pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie Lampung

Daerah

Pihak Polisi Paksakan Pulang Warga Air Bangis Yang Demo dan Bertahan di Masjid Raya Padang

Daerah

Malam Pagelaran Seni Budaya Batu Bara di PRSU Berlangsung Meriah