DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Daerah

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 13:59 WIB

Pihak Polisi Paksakan Pulang Warga Air Bangis Yang Demo dan Bertahan di Masjid Raya Padang

Media Kompas News.Com – Sumbar – Masyarakat Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat dibubarkan dan di paksa pulang oleh pihak Polda Sumbar saat bertahan di Masjid Raya Sumatera Barat di Padang pada Sabtu 5 Agustus 2023.

Masyarakat sebelumnya menggelar aksi sejak 31 Juli hingga 5 Agustus 2023 di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Dari pantauan wartawan  ada ratusan pihak kepolisian dari Brigade Mobil atau Brimob Polda Sumatera Barat dan Polresta Padang bersiaga sejak pukul 08.00 WIB. Lalu, pada pukul 13.00 WIB personil yang bersiaga tersebut masuk ke dalam kawasan Masjid Raya Sumbar dan membubarkan paksa masyarakat yang tetap bertahan.

Saat itu ada beberapa bus disiapkan untuk memulangkan masyarakat Air Bangis yang sudah menggelar aksi selama 5 hari. 

Baca Juga :  Tingkat Partisipasi Pemilih Kota Bekasi Terendah di Jabar Hanya 55.05%

Salah satu warga Syamsul mengatakan jika mereka dibubarkan paksa karena masih bertahan. “Kami ditarik-tarik untuk keluar dari Masjid Raya,” katanya. “Padahal Kami hanya menuntut hak kami, pulang pun kami akan tetap mati.” kata mereka.

Sempat terjadi kericuhan, terlihat ada puluhan masyarakat dan mahasiswa yang ditangkap pihak kepolisian. Selain itu, juga terdengar tangisan perempuan yang histeris.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Indira Suryani mengatakan, jika ada 13 orang masyarakat yang dibawa oleh pihak kepolisian.

“Ada 5 orang pendamping dari LBH Padang dan PBHI Sumatera Barat yang juga ditangkap oleh polisi,” katanya.

Baca Juga :  Gempa M 3,3 Kembali Guncang Kepulauan Mentawai Sumbar

Selain itu, Polda Sumbar juga mengamankan masyarakat Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat. “Totalnya ada 13 orang yang ditangkap,” kata Indira.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sumbar masih mengamankan masyarakat di kawasan Masjid Raya Sumbar. Para masyarakat yang tersisa sedang menunggu bus yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Sebelumnya, lebih dari seribu warga Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, menggeruduk Kantor Gubernur Sumatera Barat untuk hari kedua, Selasa 1 Agustus 2023.

Massa menuntut Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menghentikan intimidasi terhadap masyarakat Air Bangis yang tinggal di kawasan hutan, termasuk meminta kepolisian setempat membebaskan dua rekan mereka yang ditahan.

Baca Juga :  Partisifasi PAC GRIB Jaya Legok Dalam Haul Tuansyeh Abdul Qodir Al Jaelani Ponpes Darussolah

Massa datang ke Kantor Gubernur Sumatera Barat sekitar pukul 09 WIB dengan berjalan kaki dari Masjid Raya Sumatera Barat. Sebelumnya ribuan orang itu juga telah menggelar aksi yang berkaitan dengan konflik agraria itu pada Senin, 31 Juli 2023.

Kordinator Aksi, Hariz Sitonga, mengatakan tuntutan masyarakat hanya diberikan rasa aman untuk tinggal. Sebab, selama ini masyarakat dibayang-bayangi dengan status hutan lindung yang baru disampaikan oleh pemerintah pada 2016. “Permintaan kami sederhana,” katanya di Masjid Raya Sumatera Barat.

Sumber dari Tempo.co

Editor : Eddi Gultom

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Anggota Paskibra SMK Harapan Bangsa Panti, Sukses Kibarkan Bendera Merah

Daerah

Melalui Program CSR, PT Pradiksi Gunatama Tbk Bangun Pagar di TK Arunika Desa Tebru Pasir Damai

Daerah

Polda Lampung Dan PTPN 7 Serahkan Sarana Air Bersih Untuk Warga Perum Puri Sejahtera Hajimena

Daerah

Sosialisasi dan Edukasi Investasi Pasar Modal Kepada 200 Orang Pelaku UMKM dan Ekraf di Pasaman Sabar AS, Saatnya UMKM dan Ekraf Pasaman Go Public.

Berita Utama

Pendukung, Kecewa Ketua Dpd Psi Tak Hadir Saat Pendaftaran Bro Pedro Sebagai Bacalon Walikota

Berita Utama

Penuh Haru, Lapas Pasir Pangarayan Gelar Pelepasan Purna Tugas Pegawai

Daerah

Bupati Umi Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kabupaten Tegal di Donohudan

Daerah

Waspada Eris Masuk Indonesia, Dinkes DIY Masih Menunggu Arahan Kementerian Kesehatan