DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Nasional

Rabu, 3 Agustus 2022 - 12:27 WIB

Kunjungi Museum PETA Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Pembuatan Film Sejarah Perjuangan Pembela Tanah Air (PETA)

Mediakompasnews.Com – Bogor – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung rencana Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Tinton Soeprapto membuat film perjuangan PETA (Pembela Tanah Air) yang dipimpin Supriyadi, seorang perwira di Daidan (setingkat batalyon), terhadap penjajahan Jepang di Blitar pada 14 Februari 1945. Melalui film tersebut, generasi muda bangsa bisa mempelajari perjuangan PETA sebagai cikal bakal TNI, dalam memperjuangkan, mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pembuatan film rencananya akan dibicarakan oleh YAPETA dengan Wakil Presiden Indonesia ke-11 Boediono yang merupakan putra asli Blitar, serta berbagai pihak terkait lainnya.

“Tidak banyak yang tahu, selain sebagai pembalap legendaris yang telah mengharumkan nama Indonesia, Tinton Soeprapto ternyata juga berperan besar dalam merawat memori kolektif perjuangan bangsa Indonesia melalui perannya sebagai Ketua YAPETA, yang telah terlibat dalam pendirian dan pelestarian Museum dan Monumen Pembela Tanah Air (PETA). Diresmikan pada 18 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto, Museum dan Monumen PETA mendisplay sekitar 14 diorama, 14 buah relief, dan ratusan koleksi otentik berupa senjata, foto, dan memorabilia yang menggambarkan perjuangan PETA,” ujar Bamsoet saat mengunjungi Museum dan Monumen PETA, di Bogor, Rabu (3/8/22).

Baca Juga :  Dandim Hadiri Upacara Peringatan HUT Pemerintah Kota Palangka Raya Ke 57

Turut hadir pengurus YAPETA antara lain, Ketua Tinton Soeprapto, dan Sekretaris Ning Zulaicha. Hadir pula Dirgo Purbo sebagai perwakilan generasi penerus PETA yang merupakan putra dari Letjen TNI (purn) Purbo Suwondo.

Ketua DPR RI ke-20 sekaligus mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, diorama yang ditampilkan di Museum dan Monumen PETA antara lain, kesepakatan para founding fathers seperti Soekarno, Hatta, KH Mas Mansyur, Ki Hajar Dewantara, KA Suryomentaram dan Gatot Mangkoepradja untuk mengupayakan berdirinya PETA pada tahun 1943, pembentukan batalyon PETA di Jawa, Madura, dan Bali pada tahun 1944, hingga pemilihan Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 12 November 1945.

Baca Juga :  Sidang Tahunan MPR RI 2022, Ketua MPR RI Bamsoet: Pimpinan Lembaga Negara Direncanakan Sampaikan Laporan Kinerja Secara Langsung

“Koleksi senjata PETA antara lain, pistol Mauser asal Jerman Kal 7,63 MM tahun pembuatan 1896, PM Owen asal Australia Kal 9 MM Parabellum tahun pembuatan 1941, Senapan Mesin Sedang Madzen asal Denmark Kal 7,7 MM tahun pembuatan 1915, serta Senapan Mesin Berat asal Amerika Kal 12,7 MM tahun 1933. Selain itu ada juga memorabilia Pamoe Rahardjo yang merupakan ajudan Presiden Soekarno, pedang milik Letnan Satu Oshindai, pedang milik Chudancho Soejatmo, pedang milik Gyugun Sumatera serta pedang samurai milik Daidanco R Mohamad Mangoendiprodjo,” jelas Bamsoet.

Baca Juga :  Lemahnya Pengawasan Sekolah SMP 1 Saronggi, Sebabkan Pengguna Jalan Kecelakaan Hingga Patah Tulan

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, walaupun pengelolaan Museum dan Monumen PETA kini berada dibawah Dinas Sejarah Angkatan Darat, namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah melalui lintas kementerian. Seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Kementerian Pertahanan, serta didukung pemerintah Kota Bogor.

“Sehingga Museum dan Monumen PETA bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi ikon wisata sejarah unggulan Indonesia. Bisa dijadikan tempat menarik yang bisa mendatangkan turis dari dalam dan luar negeri. Sehingga mereka bisa mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya terkait cikal bakal lahirnya TNI,” pungkas Bamsoet.

(Red)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Serahkan Penghargaan Hoegeng Awards 2023, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peningkatan Integritas dan Profesionalitas Polri

Berita Utama

Cegah Musibah dan Karhutla Polres Meranti lakukan Istighomah dan Do’a Bersama Sempena Menyambut Ramadhan 1444 H

TNI/POLRI

Korban Jambret di Cirebon Kota Ucapkan Terimakasih Timsus Polres Cirebon KOTA, Minta Pelaku dihukum Berat

Berita Utama

Nahkoda Lapas Rangkasbitung Resmi Berganti

Berita Utama

Bencana Gempa Cianjur, PT JWM Kirim Bantuan Logistik

Berita Utama

Rutan Tangerang Ikrar Berantas Halinar

Berita Utama

Danrem 172/Pwy Pimpin Pengantaran Jenazah Pratu Anumerta Beryl Ke Kampung Halaman

Berita Utama

Tim Wasev Mabes TNI Kunjungi Lokasi TMMD Ke 114 Kodim 1012/Buntok