LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Berita Utama / Sorotan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 10:38 WIB

Kanwil Ditjen Imigrasi Banten Gelar Rakor Lintas Sektoral Bahas Transformasi Desa Binaan untuk Cegah TPPO dan TPPM

Mediakompasnews.com – Serang – Dalam upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjen Imigrasi) Banten menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral bertema “Transformasi Desa Binaan Imigrasi untuk Pencegahan TPPO dan TPPM di Indonesia”, Selasa (28/10), di Aula Kanwil Imigrasi Banten, Kota Serang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Banten, Felucia Sengky Ratna, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari instansi terkait, termasuk perwakilan Desa Binaan Imigrasi di wilayah Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Kakanwil Felucia Sengky Ratna menegaskan bahwa TPPO dan TPPM merupakan kejahatan serius yang mengancam kemanusiaan dan masa depan bangsa, sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan secara sektoral.

Baca Juga :  Lucky Star Billiard Menyelenggarakan Ajang 9 Ball Tournament Billiard khusus Pemula

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Fokus kita hari ini adalah transformasi Desa Binaan Imigrasi. Kita ingin mengubah desa yang semula hanya menjadi objek sosialisasi, bertransformasi menjadi subjek – benteng pertahanan pertama dalam mendeteksi dan mencegah TPPO, terutama yang bermodus pengiriman pekerja migran non-prosedural,” tegas Felucia dalam sambutannya.

Program Desa Binaan Imigrasi merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang menyasar langsung desa-desa kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Wilayah tersebut kerap menjadi sasaran praktik perekrutan non-prosedural oleh calo atau sindikat perdagangan orang.

Melalui program Transformasi Desa Binaan Imigrasi, pendekatan lama yang hanya berupa sosialisasi pasif kini diubah menjadi pemberdayaan aktif dan berkelanjutan. Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, serta memperkuat kerja sama lintas instansi.

Baca Juga :  Berkah Asyura, Kapolres Sumenep Pimpin Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu

“Kami ingin Desa Binaan Imigrasi menjadi desa tangguh dan mandiri, memiliki daya tangkal terhadap praktik ilegal serta mampu menciptakan peluang ekonomi produktif di wilayahnya,” jelas Felucia.

Felucia menambahkan, transformasi Desa Binaan juga akan disinergikan dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memberikan pembekalan keterampilan kerja bagi pemuda desa.
Program ini diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang layak tanpa perlu bekerja ke luar negeri secara non-prosedural.

“Jika perekonomian desa kuat, maka keinginan masyarakat untuk bekerja ke luar negeri tanpa izin resmi dapat diminimalkan,” tambahnya.

Rakor lintas sektoral ini membahas sejumlah agenda penting, seperti pemetaan daerah rawan TPPO, identifikasi modus operandi baru, serta penguatan sistem pertukaran data dan informasi antarinstansi.

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran pengawasan masyarakat di tingkat desa sebagai ujung tombak pencegahan.

Baca Juga :  Transformasi Desa Binaan Imigrasi, 27 PIMPASA Dikukuhkan untuk Bina Desa di Provinsi Banten

“Langkah konkret yang disepakati hari ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh stakeholder di Banten untuk memperkuat koordinasi dan membangun sistem deteksi dini terhadap praktik perdagangan orang,” ujar salah satu peserta Rakor.

Kegiatan Rakor ini diharapkan dapat melahirkan rencana aksi bersama yang komprehensif dan implementatif, serta menjadikan Desa Binaan Imigrasi di Banten sebagai role model nasional dalam pencegahan TPPO dan TPPM dari tingkat paling dasar.

“Kami berharap hasil Rakor hari ini menjadi fondasi kuat bagi sinergi nasional dalam mencegah TPPO dan TPPM, dimulai dari desa sebagai basis utama pemberdayaan masyarakat,” pungkas Felucia.

 

Penulis: Marhamah 
Sumber Foto & Informasi: Humas Kanwil Ditjen Imigrasi Banten
Editor: Redaksi Metropolitanin8.com

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Polres Empat Lawang adakan Apel Kesiapan dan Arahan Personil Pam TPS Pemilu 2024 Hari Ke 2

Berita Utama

Gelar Aksi Damai, Warga Kp. Sawah Indah Tolak Intimidasi Terkait Tanah Garapan Ini

Berita Utama

Cakades Sidoluhur Sunardi No Urut Dua Siap Mengemban Amanah dan Aspirasi Masyarakat

Berita Utama

Melalui Silaturrahmi dan Konsolidasi Forum RT RW se Kecamatan Neglasari Tuntut Kesejahteraan

Berita Utama

Miliki Shabu, Dua Warga Malingping Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten

Bandar Lampung

Kinerja Polri Di Apresiasi Warga Di Hadapan Waka Polda Lampung Saat Jumat Curhat

Berita Utama

Kecamatan Ciledug Minta Penebangan Tiang dan Pemutusan Jaringan Kabel Udara Sudimara Selatan

Berita Utama

Dipimpin AKP Buyung, Personil Kuntodarussalam Tangkap Seorang Pengedar Sabu