LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Kalimantan Barat / Sorotan

Minggu, 19 Oktober 2025 - 13:15 WIB

Ironi di Pelosok Negeri: Janji “Ngebut” Terangi Desa Berbanding Terbalik, Proyek Listrik di Ketunggau Mangkrak

Mediakompasnews.Com –  Kalimantan Barat – Di pedalaman Kalimantan Barat, ribuan warga Kecamatan Ketunggau Hulu dan Ketunggau Tengah masih hidup dalam gelap. Sejak 2023, proyek Listrik Desa (Lisdes) digembar-gemborkan akan menyalakan listrik hingga pelosok, namun hingga Oktober 2025, sebagian desa belum tersambung. Pohon sawit ditebang, lahan dibersihkan, tiang listrik berdiri, tapi kabel tetap tak menyala. Sementara media dan pihak PLN menampilkan angka-angka megah tentang ribuan desa yang telah menikmati listrik—nyatanya, realita di lapangan sangat berbeda. Minggu (19/10/2025).

Beberapa desa bahkan sudah memiliki jaringan tiang dan kabel hampir rampung, tetapi listrik tak kunjung menyala akibat kekurangan mesin dan peralatan utama. Desa Sebetung Paluk, Idai, Semareh, dan Nanga Bayan menjadi contoh frustrasi masyarakat yang telah berkorban dengan membersihkan lahan, menebang pohon sawit, dan menyiapkan jalur tiang listrik demi proyek ini

“Kami sudah mengorbankan pohon sawit yang tinggal panen agar desa kami segera terang. Tapi hasilnya nihil, listrik tak kunjung menyala,” ujar warga Desa Semareh.

Baca Juga :  Ngemis Online Jadi Preseden Buruk, Yakub Ismail Desak Pemerintah Segera Terbitkan Regulasi

Sementara itu, berbagai klaim resmi menyebut capaian signifikan: PLN siap menyalurkan listrik ke puluhan desa di Kalbar, menargetkan 60 desa tersambung dengan investasi Rp 130 miliar, dan mengklaim 83.240 desa telah menikmati listrik secara nasional. Program PMN diklaim menjangkau 4.700 desa, dan rasio elektrifikasi nasional tercatat 94,23% hingga akhir 2024. Namun di Ketunggau, fakta lapangan menunjukkan klaim tersebut jauh dari realita.

Kekurangan mesin dan peralatan utama menjadi hambatan, namun warga menilai ini bukan alasan. Janji penyelesaian proyek oleh anggota DPR RI, TIM Bapak GMS, hingga Agustus 2025 pun belum terealisasi. Masyarakat kecewa karena koordinasi dan transparansi minim, bahkan kepala desa pun tidak mendapat laporan resmi terkait kendala dan progres proyek.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Prasarana Penunjang Kantor Bupati Belitung, CV.RANGKUTI Diduga Abaikan K3

Masyarakat menyoroti minimnya koordinasi, sosialisasi, dan transparansi dari PLN maupun pihak pelaksana proyek. Tidak ada penjelasan langsung kepada kepala desa maupun warga terkait kendala teknis atau rencana penyelesaian. Padahal wilayah ini strategis, berada di perbatasan Indonesia–Malaysia, seharusnya menjadi prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan energi.

“Sikap PLN yang tidak berkoordinasi dan tidak bertanggung jawab menimbulkan kesan proyek ini diabaikan, padahal menyangkut kepentingan warga perbatasan,” tegas seorang warga.

Pernyataan Pemerintah vs Realita

Menteri BUMN sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan pada 12 Agustus 2025 bahwa sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum dilistriki akan segera dialiri listrik, sebagai bagian dari komitmen strategis pemerintah untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pelosok, menikmati layanan listrik 24 jam. Namun kenyataannya, desa-desa di Ketunggau Hulu dan Tengah masih menunggu. Warga menegaskan, mereka tidak ingin mendengar alasan, tetapi menuntut tindakan nyata.

Baca Juga :  Pasca Kenaikan BBM Polres Sumenep Imbau Masyarakat Agar Tidak Panik

Tuntutan Serius Masyarakat

Kini, tuntutan warga jelas: audit penggunaan anggaran, pertanggungjawaban pihak pelaksana dan vendor, laporan transparansi, serta penyelesaian jaringan listrik agar hak atas energi terpenuhi. Bagi warga Ketunggau, proyek Lisdes bukan sekadar infrastruktur—ini soal terang yang dijanjikan, tapi tak kunjung tiba.

Penyelesaian proyek ini bukan sekadar soal infrastruktur. Fungsi jaringan listrik berdampak langsung pada pemasukan negara melalui transaksi dan pajak listrik. Ketika jaringan beroperasi dan kWh meter terpasang, masyarakat akan membeli token listrik, yang otomatis menambah pemasukan negara.

Kini, warga Ketunggau hanya berharap janji pemerintah bukan sekadar angka di media. Mereka menuntut bukti nyata: listrik menyala, hak terpenuhi, dan proyek Lisdes terselesaikan. Di pelosok negeri yang gelap ini, rakyat ingin merasakan terang—bukan sekadar janji.

(Willo)

Share :

Baca Juga

Sorotan

Imbas Ucapan Dr. Ricard Lee Tantang Ahli Debus dan Ilmu Al’Hikmah Pakai Pisau Bedah Miliknya

Sorotan

William Gusti Siswa SMAN 1 Kedokanbunder Raih Juara Lomba Vlog Wisata TVRI Jabar

Berita Utama

Laporan BBM Tanpa Izin Tak Bergerak, Publik Tunggu Ketegasan Aparat

Sorotan

Penyerobotan Tanah Diduga Oleh Sunardi Kepala Korwil Bhina Marga Provinsi Jawa Timur

Sorotan

Kaperwil Jawa Barat Raden Media Berbagi Terhadap Orang Tidak Mampu

Berita Utama

Polsek Tangerang (Benteng) Respon Cepat Laporan Dugaan Penganiayaan di Modernland

Berita Utama

Siap Raih Predikat WBK/WBBM Tahun 2025, Lapas Pasir Pangarayan Tandatangani Komitmen Bersama

Berita Utama

Penggalian Kabel Ilegal di Tangerang, Denpom Tangkap Mobil Berisi Tembaga Miliaran