LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Hukum dan Kriminal / Sorotan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:38 WIB

Disegel Tapi Tetap Dibangun, Ada Apa di Imam Bonjol Tangerang?

Kota Tangerang – Sebuah bangunan di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, meski telah dipasang tanda penyegelan resmi, aktivitas pembangunan gedung tersebut masih berlangsung secara terbuka.

Pantauan di lokasi menunjukkan struktur rangka baja berwarna hijau terus bertambah, sementara pagar penutup lokasi yang memuat tanda penyegelan tetap berdiri. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah penyegelan hanya bersifat formalitas?

Padahal secara aturan, penyegelan merupakan sanksi administratif tegas yang seharusnya menghentikan seluruh aktivitas konstruksi, tanpa pengecualian, sampai persoalan perizinan atau pelanggaran diselesaikan secara hukum.

Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Kendaraan operasional masih keluar-masuk lokasi, dan suara aktivitas kerja dilaporkan warga terjadi hampir setiap hari.

Baca Juga :  Sat Lantas Dan Dishub Kabupaten Rokan Hulu Bersinergi Perbaiki Jalan Rusak, Wujudkan Kenyamanan Dan Keselamatan Lalu Lintas

Kondisi tersebut memicu keresahan warga sekitar. Siti Nurhaliza (38), warga kompleks perumahan tak jauh dari lokasi, mengaku heran melihat situasi tersebut.

“Tanda segelnya sudah ada sejak lebih dari dua minggu lalu, tapi hampir setiap hari masih ada pekerja dan suara mesin. Kami jadi bingung, apakah aturan hanya berlaku untuk masyarakat kecil saja?” ujarnya.

Keluhan senada disampaikan Ahmad Fauzi (45), pengusaha kecil di sepanjang Jalan Imam Bonjol.

“Untuk usaha kecil saja izinnya harus lengkap dan ketat. Tapi kalau bangunan besar seperti ini masih bisa jalan walaupun disegel, jujur kami jadi meragukan keadilan penegakan aturan,” katanya.

Berdasarkan penelusuran, bangunan tersebut diduga melanggar sejumlah regulasi, di antaranya:

  1. Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 45 Tahun 2024. Mengatur tata cara, persyaratan, dan teknis Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), termasuk mekanisme sanksi administratif apabila pembangunan dilakukan tanpa izin atau melanggar ketentuan.
  2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja & PP Nomor 16 Tahun 2021. Menegaskan bahwa setiap bangunan wajib memiliki PBG sebelum pembangunan dimulai, serta memberi dasar hukum penindakan dan penghentian kegiatan apabila terjadi pelanggaran.
  3. Perda Kota Tangerang Nomor 03 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung. Sebagai payung hukum daerah yang mengatur kewenangan pengawasan dan penindakan bangunan, termasuk sanksi bagi pelanggar.
Baca Juga :  AWPI Halut Berikan Bantuan Alat Tulis ke SMK dan SMPTK

Jika penyegelan sudah dilakukan namun pembangunan tetap berjalan, maka berpotensi terjadi pelanggaran lanjutan, bahkan bisa dikategorikan sebagai pengabaian sanksi administratif, yang seharusnya berujung pada tindakan lebih tegas.

Hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait, baik dari dinas teknis maupun penegak perda. Publik pun mempertanyakan:

  1. Apakah terdapat izin khusus yang tidak diumumkan ke publik?
  2. Apakah pengawasan pasca-penyegelan tidak dilakukan secara optimal?
  3. Atau justru terjadi ketimpangan dalam penegakan aturan?
Baca Juga :  Polrestabes Medan Amankan 101 Pelaku Kejahatan dan 3 Diantaranya Ditembak

Kasus ini menjadi ujian serius bagi kredibilitas pengawasan pembangunan di Kota Tangerang. Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan, transparansi, dan tindakan tegas agar hukum tidak terkesan tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Redaksi mendorong pihak berwenang untuk segera memberikan klarifikasi resmi serta mengambil langkah tegas dan konsisten, demi menjaga kepercayaan publik dan mencegah terulangnya praktik serupa di kemudian hari. (Mar/Tim)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Canangkan Pembangunan Pusat Kantor Pemprov Papua Barat Daya, Wapres Minta Berikan Pelayanan Efektif Untuk Masyarakat

Berita Utama

Acara Syukuran HUT Korps Polairud Ke-72 Tahun 2022 Dihadiri Kasrem 064/MY

Berita Utama

Antisipasi Krisis Pangan Kasad Perintahkan Manfaatkan Lahan Tidur

Berita Utama

Rutan Kelas I Tangerang Dorong Ketahanan Pangan lewat Program Kemandirian Warga Binaan

Berita Utama

Danrem 064/MY Hadiri Silaturahmi Jajaran Kodim 0602/Serang dengan Pimpinan Modern Cikande Industrial Estate

Berita Utama

Rutan Kelas I Tangerang Gelar Ibadah Natal Penuh Khidmat, Haru Biru Pertemuan Warga Binaan dan Keluarga

Berita Utama

Ketum PSMTI Sambangi Gubernur Lemhannas RI Wujudkan Pelatihan Taplai Kebangsaan

Sorotan

PT. Multimas Nabati Asahan Peduli Terhadap Masyarakat Desa Pakam Raya