DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Pemerintah Daerah

Sabtu, 10 Desember 2022 - 06:47 WIB

Desa Tegal Harum Dijadikan Pilot Project KI Babel untuk Desa Informatif

MefiaKompasNews Com,- Bali – Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali memilih Desa Tegal Harum Kota Denpasar sebagai pilot Project KI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk klasifikasi desa informatif.

Ditunjukkannya desa Tegal Harum tersebut tak lepas dari prestasi yang dicapai pemerintah desa tersebut dalam kategori badan publik desa informatif yang dilakukan KI Bali tahun 2021 lalu.

Ketua KI Babel, Ita Rosita mengaku bersyukur dapat belajar dengan desa informatif terbaik di provinsi Bali. Menurut Ita, program kerja desa informatif di Babel akan diberlakukan di tahun 2023 mendatang.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat belajar bagaimana desa Tegal Harum ini dapat menjalankan layanan informasi publik dengan cara tepat dan berbasis teknologi. Dan hari ini pula kami sungguh mendapatkan pembelajaran berharga bagaimana SDM desa ini dapat menjalankan layanan ini dengan begitu sempurna. Tadi kami lihat bagaimana SDM di desa Tegal Harum begitu ramah dan bahkan semuanya staffnya begitu fasih menjelaskan layanan aplikasi yang dimiliki mereka dan kegunaannya,” ujar Ita, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga :  Bupati Rohul H.Sukiman hadiri Rakor PPKT Bersama Pimpinan KPK-RI dan kepala Daerah Se Provinsi Riau

Hal yang sama juga diutarakan komisioner KI Babel lainnya, Fahriani dan Martono.

Keduanya memiliki pandangan sama terkait Desa Tegal Harum dijadikan badan publik informatif. Menurut kedua komisioner ini keberhasilan itu tak lepas dari pola manajerial yang baik dilakukan kepala desa (Perbekel) Desa Tegal Harum yang begitu mumpuni memanage bawahannya yang dapat memberikan pelayanan terbaik dan mempunyai kreatifitas dalam digitalisasi.

” Dari tampilan video layanan yang dapat diunggah di YouTube tersebut sungguh kades Tegal Harum ini sangat smart menjelaskan kondisi desanya ditambah lagi kreatifitas berbasis aplikasi yang dibangun mereka sungguh sangat luar biasa,” puji Fahriani dan Martono.

Untuk sebuah desa kata Fahriani, tampilan digital yang dibangun pemdes Tegal Harum sudah melebihi ekspektasi. Bahkan website mereka sangat banyak dan memiliki konten sungguh sangat kreatif ditambah aplikasi layanan yang begitu banyak dan sudah terintegrasi dalam satu website utama.

Baca Juga :  Kemendes-PDTT RI Anugerahi Bupati Indramayu Penghargaan Bidang Percepatan Pembangunan Desa 2022.

“Wajar saja Desa Tegal Harum Dijadikan desa informatif. Beberapa aspek penilaian sudah sangat melebihi ekspektasi,” puji Fahriani.

Perbekel (Kades) Tegal Harum I Komang Adi Widiantara menyambut baik kedatangan Komisioner KI Babel di kantornya.

Menurut I Komang, keberhasilan pihaknya dalam kategori desa informatif tak lepas dari peran yang besar yang dilakukan oleh tim layanan yang dibentuknya.

“Kita ini semua adalah tim. Bagaimana kita menjalankan ini secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama,” ujar I Komang.

Jadi prestasi yang diraih tersebut lanjut pria muda tersebut adalah keberhasilan tim, bukan saja keberhasilannya saja sebagai seorang kepala desa.

“Saya mempunyai pandangan setiap orang itu memiliki kompetensi. Staf yang masuk dalam tim layanan ini adalah orang yang sama pada pemdes sebelumnya. Tugas saya adalah menemukan potensi yang dimiliki staf selanjutnya mempercayakan mereka untuk melaksanakan layanannya,” sebut I Komang.

Baca Juga :  Penyaluran BLT-BBM,BPNT,PKH, Desa Bungur Mekar, Kecamatan,Sajira,Kab,Lebak Banten

Sementara itu, Wakil Ketua KI Babel Rikky Fermana dan Koordinator Bidang ASE KI Babel Wahyu Saputra mengharapkan kunker ke desa Tegal Harum dapat dijadikan bahan penting untuk dikemas di Bangka Belitung.

Kemasan yang atraktif kata Rikky dan Wahyu tentu sangat diharapkan sehingga di tahun depan dapat lahir desa-desa informatif di Bangka Belitung.

“Point pentingnya ada dua, pertama bagaimana nantinya pihak desa dapat menjalankan layanan informasi non digitalisasi dengan cara ramah dan tulus hati, kedua bagaimana pemdes juga kreatif membangun layanan informasi publik berbasis digitalisasi,” sebut Rikky dan Wahyu. (KBO Babel)

Share :

Baca Juga

Pemerintah Daerah

Restorative Justice, Kasus DD Desa Kalimook Pengacara Senior Angkat Bicara

Berita Utama

Festival Al-A’zhom 2025, Stand Nasi Bakar Bu Marhamah dan Tah Seftia Jadi Incaran Pengunjung

Nasional

Mendag RI Berihkan Solusi Pada Petani Mangga Indramayu

Pemerintah Daerah

Dewan Perwakilan Pusat LPPK Keluhkan Buruknya Hasil Pekerjaan P3-TGAI Desa Bata’al Barat Ganding Sumenep

Pemerintah Daerah

Bupati Ipuk Antara Mamin PNS Dan Banjir Kiriman

Keagamaan

Suwenda Hadiri Holaqoh Kebangsaan Bersama BNPT RI

Pemerintah Daerah

Penyerahan Bantuan Perehapan Rumah Tidak Layak Huni Oleh Kodim 0414/Belitung

Pemerintah Daerah

Bupati Imron Dukung Lahirnya Bibit Baru Pedangdut dari Kabupaten Cirebon