LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Sorotan

Rabu, 23 Juli 2025 - 05:43 WIB

Air Bersih Bukan Sekadar Wacana, DPRD Harus Gerak!

Mediakompasnews.com – Kota Tangerang – Kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Banten ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang menjadi sorotan. Meski mendapat apresiasi atas kinerja dan kepatuhan pajak, pengamat kebijakan publik menilai dukungan DPRD tak boleh hanya sebatas pujian.

Pertemuan yang digelar Rabu, 2 Juli 2025 lalu di Aula Tirta Kantor Pusat PERUMDAM TKR membahas pengelolaan dan pembayaran Pajak Air Permukaan (PAP) yang menjadi bagian dari kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Provinsi Banten. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi III DPRD Banten Iwan Rahayu beserta jajaran, serta disambut langsung oleh Direktur Utama PERUMDAM TKR, Sofyan Sapar.

Baca Juga :  Denpom III/4 Serang Kembali berbagi dan bebersih dalam rangka Jumat Bersih dan Jumat Berkah guna mempererat hubungan antara TNI dengan rakyat

 

Baca juga: Berita Acara Sumpah Advokat Peradi Utama di Pengadilan Tinggi Denpasar

 

Sofyan menyampaikan, sebagai BUMD, pihaknya berkomitmen penuh terhadap kepatuhan membayar pajak, termasuk PAP yang dibayarkan ke Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten melalui UPTD.

“Kepatuhan terhadap pajak ini adalah bentuk tanggung jawab dan kontribusi nyata PERUMDAM TKR dalam mendukung penerimaan daerah,” ujarnya.

Komisi III DPRD Banten pun mengapresiasi kinerja PERUMDAM TKR, yang dinilai telah memberikan pelayanan air minum dengan baik serta patuh terhadap kewajiban pajak.

Baca Juga :  Pemerintah Setujui RUU 8 Provinsi Dilanjutkan ke Rapat Paripurna

“Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar dalam kontribusi PAP. Kita dorong agar data inventarisasi dan pemetaan potensi bisa dimaksimalkan,” ungkap Ketua Komisi III, Iwan Rahayu, dari Fraksi PDIP.

Namun, pernyataan berbeda datang dari Adib Miftahul, pengamat politik dan kebijakan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang. Menurutnya, DPRD jangan hanya berhenti pada pujian tanpa memberikan dukungan konkret berupa regulasi yang mempermudah kerja BUMD.

“PDAM TKR itu sudah kenyang pujian. Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan lewat political will, terutama soal percepatan izin pengambilan dan pemanfaatan air permukaan. Itu wilayah kerja dewan, jangan omon-omon saja,” tegas Adib.

Baca Juga :  Polrestabes Medan Amankan 101 Pelaku Kejahatan dan 3 Diantaranya Ditembak

 

Baca juga: Wakapolri Ditunjuk Wakil Komisaris Utama di Industri Peralatan Pertahanan

 

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) itu juga menekankan pentingnya peran DPRD dalam mendorong penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang selaras, tidak tumpang tindih, dan pro terhadap penguatan BUMD.

“Regulasi yang tidak sinkron sering jadi penghambat. Sementara BUMD dituntut memberikan PAD sebesar-besarnya. Ini kontradiktif dan bisa mengganggu Good Corporate Governance,” pungkasnya. (Mar)

—

Profil Narasumber:

Adib Miftahul

Pengamat Politik & Kebijakan Publik

Dosen FISIP UNIS Tangerang

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Presiden Joko Widodo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2022

Berita Utama

Pemkab Lebak Raih Peringkat Terbaik Ketiga Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Berita Utama

YABHYSA Perluas Kerjasama Program TBC Komunitas ke 35 Wilayah Puskesmas

Berita Utama

Merayakan HUT RI Ke 77, STIE Dharma Putra Gelar Perlombaan Diikuti Mahasiswa dan Dosen

Berita Utama

Hakim PN Jakarta Selatan Tolak Eksepsi Permohonan Bupati Mimika

Berita Utama

Ormas Kesatuan Komando Pembela Merah putih (KKPMP) Marcab Malimping, Galang Donasi Dana Untuk Korban Gempa Bumi Dan Longsor Di Wilayah Cianjur.

Berita Utama

DWP Rutan Tangerang Gelar Pertemuan Perdana Bareng Ketua Baru

Berita Utama

Ketua Aliansi Aktivis Lebak Hendra Bobi Abimanyu Minta Camat Evaluasi Kinerja Kades.