DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Kesehatan

Senin, 26 September 2022 - 16:57 WIB

Puskesmas Lohbener Gelar Jum’at Berkah Berbagi dan Ajak Cegah Stunting

Mediakompasnews.Com – Indramayu -Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Lohbener dan Samsudin Pendongeng Keliling Asal Indramayu mengajak masyarakat untuk terus melakukan pencegahan stunting (Red: Gagal tumbuh kembang anak).

Hal itu terungkap ketika Puskemas Lohbener menggelar Jum’at Berkah Berbagi bersama Samsudin pendongeng keliling satwa langka di Kantor Puskemas Lohbener kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, Jum’at 23/9/2022.

Dalam kegiatan Jum’at Berkah Berbagi tersebut para tenaga kesehatan (Nakes) Puskemas Lohbener membagikan biskuit dan susu kepada pengunjung di layanan Puskesmas Lohbener yang terdiri dari masyarakat umum dan balita.

Diketahui bersama Samsudin merupakan pendongeng satwa langka yang sudah keliling Indonesia dan pernah menerima penghargaan Kehati Award pada Tahun 2020 lalu.
Dihadapan ibu-ibu yang membawa buah hatinya, Samsudin lewat dongeng mengkampanyekan penyelamatan satwa dan lingkungan hidup kepada anak-anak.

Baca Juga :  Bhayangkari Cabang Polres Rohul Sambagi Lapas Pasir Pengarain, Berikan Penyuluhan Kesehatan Kepada WBP Wanita

Samsudin lewat dongengnya mengajak ibu-ibu dan anak meningkatkan pemahaman tentang makanan sehat. Hal tersebut guna menekan terjadinya stunting pada anak.

Kepala Puskesmas Lohbener dr. Andri mengatakan, stunting. merupakan akibat kurangnya perhatian orang tua dan anak-anak terhadap masalah makanan, serta pemberian Air Susu Ibu (ASI) hingga makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Oleh karenanya Andri mengungkap, melalui kegiatan Jum’at Berkah Berbagi yang menghadirkan Samsudin Pendongeng Keliling dilakukan edukasi terkait masalah pangan tersebut. Salah satunya, melalui dongeng.

Baca Juga :  Sambut Dirgahayu & HDKD ke-77, Lapas Rangkasbitung Gelar Donor Darah

“Dengan sajian dongeng yang disampaikan Bapak Samsudin tentang pencegahan stunting mudah-mudahan dapat dimengerti oleh anak-anak,” katanya.

Menurutnya, stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

“Bahwa stunting sangat berpengaruh buruk terhadap kecerdasan dan kesehatan tumbuh anak,” terangnya.

Diharapkan Andri, melalui kegiatan itu anak-anak dan orang tua yang terlibat dapat pemahaman tambahan tentang pentingnya masalah pangan bagi tumbuh kembang anak-anak.

Baca Juga :  Tertundanya Oprasi Ziyan Di Rumah Sakit Jantung Salemba Jakarta

“Dengan dongeng yang disampaikan edukasi pemberian makanan yang baik supaya anak-anak terhindar dari stunting,” harapannya.

Diungkapkan Andri, pencegahan stunting melalui dongeng ini selaras dengan komitmen Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar dalam penurunan stunting.

“Disamping itu sejalan dalam rangka mendukungng Gerakan Penurunan Stunting Indramayu (Gesit) sebagai instruksi Bupati Indramayu, Nina Agustina untuk mencetak generasi yang cerdas dan sehat demi mewujudkan Indramayu yang Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat (Bermartabat),” ujarnya.

(Rastim Ken Aji)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Baru 2 Hari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Badak Hitam Melaksanakan Pengobatan Masal Secara Gratis Kepada Warga Perbatasan RI-PNG

Berita Utama

Gabungan Ormas dan Lembaga Kabupaten Tangerang Mendukung Rencana Pembangunan RSUD Tigaraksa

Kesehatan

Pimpinan Media Jurnalpolisi Apresiasi Pelayanan Rumah Sakit Ciputra Hospital Citra Raya Tangerang

Berita Utama

Sehat dan Bugar, Personel Polres Lebak Polda Banten Gelar Olahraga Lari bersama

Banten

Hari TBC Sedunia, RSUD Kota Tangerang Gelar FGD

Berita Utama

Polsek Jogorogo Dampingi Kegiatan Tes Kesehatan Ayam Jago Bagi Calon Warga Baru PSHT

Kegiatan Perusahaan

Wali Kota Bekasi : Kasus Ratih Bukan Malapraktik

Kesehatan

RSUD Kabupaten Batu Bara Akan Terus Berbenah Setelah Menjadi BULD