LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Hukum dan Kriminal / TNI/POLRI

Jumat, 26 Desember 2025 - 08:51 WIB

Mangkir Dua Kali dari Panggilan Penyidik, Terduga Pelaku PETI Diamankan di Manado

Mediakompasnews.com – Gorontalo – Setelah sempat mangkir dari dua kali panggilan penyidik dan masuk dalam daftar pencarian selama sekitar lima bulan, Yosi Marten Basuar (YMB) alias Ateng akhirnya diamankan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 24 Desember 2025.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dirreskrimsus Polda Gorontalo, Kombes Pol Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., kepada awak media dalam konferensi pers di Mapolda Gorontalo, Jumat (26/12/2025) pukul 14.30 WITA.

“Benar, Yosi Marten Basuar alias Ateng telah diamankan penyidik pada 24 Desember 2025 di Manado. Yang bersangkutan dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik dan selama ini berpindah-pindah tempat,” ujar Maruly.

Baca Juga :  Pecahkan Rekor MURI, Gowes Presisi Nusantara Tempuh Jarak 508 Km Kurang Dari 24 Jam

Menurut penyidik, hasil penelusuran manifest penerbangan menunjukkan YMB berpindah-pindah kota, mulai dari Jakarta, Banjarmasin, Ternate, Makassar, hingga akhirnya terlacak di Manado. Kondisi tersebut menyebabkan proses pencarian memerlukan waktu.

Penyidik juga menyampaikan bahwa YMB pernah berhadapan dengan hukum di beberapa wilayah, antara lain Timika, Sorong, dan Ternate, dengan pola berpindah lokasi usai melakukan dugaan tindak pidana.

Dalam perkara ini, YMB disangkakan sebagai pengusaha atau pemodal dalam aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) emas di wilayah Kabupaten Pohuwato, Boalemo, dan sekitarnya. Sementara itu, tersangka lain yang berperan sebagai operator, pengawas, dan pekerja tambang ilegal disebut telah lebih dahulu diproses, dan berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P-21).

Baca Juga :  Kabid Propam Polda Kalbar Sampaikan Arahan Tentang Deviant Behaviour Prevention dan Perpol Nomor 7 Tahun 2022

Atas perbuatannya, YMB disangkakan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Menanggapi klaim YMB di media sosial yang menuding adanya keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas PETI, Dirreskrimsus menegaskan bahwa tuduhan tersebut akan didalami secara profesional.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, Jelang Puncak Hari Bhayangkara Ke 78, Polres Rohul Bersama Polsek Jajaran Tanam Ribuan Bibit Pohon

“Yang bersangkutan menyampaikan klaim memiliki bukti keterlibatan oknum penyidik. Namun perlu kami sampaikan, Kapolda Gorontalo telah memerintahkan Propam untuk mendalami dugaan tersebut secara objektif,” kata Maruly.

Ia juga menyebutkan bahwa klaim tersebut muncul setelah dilakukan penegakan hukum terhadap tambang emas ilegal yang diduga terkait dengan YMB.

Saat ini, YMB telah diamankan di Polda Gorontalo untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik menegaskan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Penulis: Marhamah
Sumber: Ditkrimsus Polda Gorontalo

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Sambutan HUT ke-77 Kodam II/Sriwijaya, Danrem 045/Gaya Donor Darah Di Belitung Timur

Hukum dan Kriminal

3 Bulan Sembunyi, Pelaku Maling Motor Di Ringkus Polsek Tanjung Bintang

Berita Utama

Miliki Shabu, Dua Warga Malingping Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten

TNI/POLRI

Hari Ini, 55 Pati TNI AD Naik Pangkat

Berita Utama

Kasad Terima Kunjungan Kehormatan Kepala Staf AD Jepang

TNI/POLRI

Polresta Cirebon Amankan Dua Pelaku Curas

Berita Utama

Polresta Metro Jakarta Barat Amankan Dua Orang Pemalak Sopir Travel Asal Cilacap

Hukum dan Kriminal

Kapolres Batu Bara Undang Awak Media Untuk Konfrensi Pers Akhir Tahun 2022