DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama / Hukum dan Kriminal / Sorotan

Senin, 13 Januari 2025 - 18:03 WIB

Sungguh Tega, Anak Dibawah Umur Selama 2 Tahun Dicabuli Oleh Ayah Sambung

http://Mediakompasnews.com – Tangerang Selatan – Miris, Anak sambung dicabuli ayah Tiri selama 2 tahun. Tersangka pelaku D (38) Pelaku pencabulan telah melakukan bejat tersebut hingga tahunan, saat umur korban umur 7 tahun. Peristiwa itu terjadi di kediaman Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Senin (13/01/2025)

Kuasa Hukum Korban, Riefqi. SH, mengatakan. Saat ini sedang berjalan sidang perdana yang di dampinginya. Di Pengadilan Negeri Tangerang. Terkait adanya perkara pencabutan terhadap anak dibawah umur, katanya.

“Kasus ini, berawal dari pelaku telah dan ibu korban sudah menikah, dari hasil pernikahan tersebut mempunyai anak. Dalam perjalannya anak sambung dari pelaku Mawar (9) mendapat perbuatan tidak baik oleh pelaku selama 2 tahun. Sehingga korban sampai saat ini mengalami depresiasi berat dan trauma atas peristiwa itu,’ ujarnya.

Baca Juga :  Canangkan Pembangunan Pusat Kantor Pemprov Papua Barat Daya, Wapres Minta Berikan Pelayanan Efektif Untuk Masyarakat

Lanjut Riefqi. Tidak hanya itu juga bahkan Kakak korban T dipaksa oleh pelaku untuk dipertontonkan film blue. Aksi pelaku selalu dilakukan kepada korban saat ini ibunya tidak ada dirumah dan selalu mengunci kamar. Sangat miris sekali dan perbuatan sangat biadab.

“Kami dari tim kuasa hukum Jhon LBF Lawfirm, sangat prihatin atas kasus ini, makanya kita bantu secara hukum sebagai aksi solidaritas sosial untuk memenangkan kasus ini dan berharap pelaku dihukum seberat beratnya bahkan bila perlu hukuman mati terhadap pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Hadiri Festival Tradisi Islam Nusantara

Kendati demikian, kita berharap jaksa penuntut meminta hakim untuk memvonis pelaku dengan jera dan hukuman berat agar peristiwa pencabulan di Negara Hukum Republik Indonesia ini terjadi lagi, ini jelas bisa merusak masa depan korban, sangat miris sekali. Coba bayangkan apabila terjadi pada anak – anak kita, tidak bisa saya bayangkan, imbuh riki, sambil mengelus dadanya.

Baca Juga :  Giat Musrembang DES di Desa Mencek Tengah Kecamatan Lenteng Berjalan Lancar

Saat ini Pelaku D (38) sudah ditetapkan jadi tersangka . Atas kasus tersebut, tersangka dijerat Pasal 76E Jo. Pasal 82 serta Pasal 76C Jo. Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda hingga lima miliar rupiah. Pungkasnya.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada kutipan resmi dari Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), LPSK dan Wilayah Hukum Polres Tangerang Selatan (Marhamah/KJK)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Buka Seminar dan Uji Kompetensi IMI 2023, Bamsoet Dorong Peningkatan Kualitas Olahraga Otomotif Indonesia di Tiga Matra

Berita Utama

FORWATU Minta Pemkab Lebak Tegas Soal Pencurian’ Trotoar Di Area Pasar Malingping

Berita Utama

GRANID Siap Bersinergi dengan Kepolisian Perangi Narkoba di Banten TANGERANG – Ketua Umum Gerakan Rehabilitasi dan Anti Narkotika Indonesia (GRANID), H. Akhyar Kamil, S.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Banten, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Sebagai organisasi sosial yang bergerak melalui pendekatan preventif, edukatif, dan rehabilitatif, GRANID fokus membangun ketahanan sosial masyarakat serta memberdayakan generasi muda—kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba. > “Rehabilitasi dan pencegahan harus berjalan beriringan. GRANID siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Akhyar Kamil. Ia menyoroti bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensi yang tak bisa ditangani satu sektor saja. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, mutlak diperlukan. Saat ini, GRANID mengimplementasikan berbagai program strategis, seperti: Literasi anti-narkoba melalui kampanye edukatif di sekolah dan komunitas, Pendampingan sosial berbasis komunitas, Pelatihan konselor sebaya, serta Kemitraan kelembagaan dengan berbagai instansi. Provinsi Banten dipilih GRANID sebagai wilayah percontohan nasional dengan model penanganan berbasis masyarakat yang inklusif, sistemik, dan berkelanjutan. > “GRANID bukan sekadar gerakan, melainkan wadah pengabdian kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Mari bersama ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Akhyar Kamil.

Berita Utama

Polsek Warunggunung Polres Lebak Melaksanakan KRYD Untuk Menekan Terjadinya Angka Kejahatan

Berita Utama

Manager PTPN V Unit Kebun Sei Rokan Aswar Batubara Selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Berita Utama

Kapolres Rokan Hulu AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH Instruksikan Jajaran Tindak Tegas Pelaku Curas

Berita Utama

SMAN 2 Tangerang Kangkangi SE Dinsdikbud Provinsi Banten

Berita Utama

Sempat Vakum Akibat Covid 19, Perdana Se Rohul MTQ Tingkat Kecamatan Dibuka Wabup Secara Resmi