LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Nasional

Rabu, 27 Juli 2022 - 01:41 WIB

Kapolri Ajak Santri Pondok Buntet Pesantren Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

Mediakompasnews.Com – Cirebon – Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengajak para santri Pondok Buntet Pesantren menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Doa Polri untuk Negeri Pesantren Kawal NKRI dalam rangkaian Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Selasa (26/7/2022) malam.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak keragaman suku, budaya, dan hal itulah yang membuat negara maju. Jika keberagaman tersebut dihilangkan maka berpotensi menimbulkan permusuhan antar sesama saudara sebangsa tanah air.

“Kita harus sepakat persatuan dan kesatuan harus dijaga. NKRI harga mati. Kalau ada yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan, tugas kita memarahinya. Kita harus mewariskan persatuan kepada generasi muda sehingga visi Indonesia emas pada tahun 2045 dapat tercapai,” katanya.

Baca Juga :  PT. JN Fery Siap Layani Arus Libur Nataru 2022 Di Pelabuhan Bakauheni - Merak

Ia mengingatkan, setiap saat persatuan dan kesatuan tersebut menjadi kunci utama untuk menjaga keutuhan NKRI. Ideologi pancasila sudah final dan tidak bisa ditawar lagi, karena saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba meninggalkannya.

“Saya juga memohon kepada para kiai, ulama, dan santri untuk menjaga Indonesia, menjaga NKRI, dan menjaga Pancasila. Kalau ada yang mencoba membawa ke arah lain kita ingatkan karena ini menjadi tugas kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Hari Bhayangkara Ke 77, Puluhan Peserta Ikuti Bakti Kesehatan Khitanan Gratis

Ia mengatakan, tugas Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas juga tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari para ulama, kiai, dan santri khususnya Pondok Buntet Pesantren. Pihaknya meminta bantuan para kiai dan ulama dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Terutama di wilayah-wilayah yang tidak dapat dijangkau kaki dan tangan Polri. Sehingga wilayah tersebut dapat disentuh oleh para kiai dan ulama demi terjaganya situasi kamtibmas yang kondusif. Sinergitas ini harus berjalan demi memajukan bangsa Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Pegawai Rutan Tangerang Dikukuhkan sebagai Satops Patnal, Perkuat Integritas Pemasyarakatan

Ia menyampaikan, nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur yang menjadi catatan harum dalam sejarah juga harus diteladani oleh para santri Pondok Buntet Pesantren. Terutama perjuangan KH. Abbas, yang juga santri Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) melawan penjajah dalam pertempuran 10 November di Surabaya.

“Pondok Buntet Pesantren sejak dulu punya peranan penting dalam Pergerakan Nasional. Para pendirinya dengan teguh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semangat tersebut harus diwariskan dan dimiliki para santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujarnya.

(Red/AH)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Diduga Memeras dan Mengancam, ASN Sidoarjo di Sidik Polrestabes Surabaya, Kuasa Hukum: Memohon Ditetapkan Status Tersangka

Berita Utama

Antisipasi Penyelundupan Senpi dan Munisi Melalui Bandara, Danrem 172/PWY Gelar Brifing dengan Instansi Terkait

Berita Utama

Kawasan Hutan Lindung Mangrove di Anak Sungai Berembang Kayu Arang Dihajar Penambang Timah Ilegal

Berita Utama

Presiden Jokowi Lakukan _Topping Off_ Indoor Multifunction Stadium (IMS) Gelora Bung Karno

Berita Utama

Buka Musyawarah Adat Nasional LEMTARI, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Penguatan Masyarakat Hukum Adat

Berita Utama

Pelantikan Pejabat Ditjenpas Banten: Penyegaran Jabatan, Dorong Kinerja Lebih Tajam

Berita Utama

Komitmen Bersama Berantas Halinar, Rutan Kabanjahe Kemenkumham Sumut Gelar Razia Insidentil

Berita Utama

Pengurus PSBI Wilayah Rokan Hulu resmi dilantik