LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
KOMISARIS PT MKN – FATIMAH SULAIMAN.SS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BUPATI KAB TANGERANG – H.MOCH.MAESYAL RASYID
GUBENUR BANTEN ANDRA SONI
KAPOLDA BANTEN 2026
WALI KOTA TANGERANG SELATAN
WALI KOTA TANGERANG
WALI KOTA TANGERANG

Home / Peristiwa

Rabu, 17 Mei 2023 - 03:02 WIB

Viral..!! Istilah Bapak Minta 15% Terkait Proyek Milyaran di Trenggalek Jadi Topik Perbincangan Hangat Kalangan Aktivis

Mediakompasnews.com – Trenggalek – Sangat menarik perhatian publik, proyek bernilai kurang lebih 2-3 milyar yang diduga titipan DPR – RI dari Partai Nasdem ( Nasional Demokrasi ) menjadi topik perbincangan hangat di kalangan aktivis Trenggalek Rabu, (17/05/2023)

Untuk mencari informasi yang akurat terkait proyek tersebut awak media pada hari Selasa, (16/05/2023) mendatangi Balai Pemeliharaan Jalan Nasional ( BPJN ) Wilayah 2 . 3 Provinsi Jawa timur ( Pacitan – Ponoroga – Trenggalek ) sebagai leading sektor pekerjaan tersebut guna konfirmasi kepada Suryo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sebelumnya awak media juga sudah mendatangi Kantor BPJN akan tetapi pada waktu itu Suryo tidak ada ditempat.

Baca Juga :  Jefridin Hadiri Rakor Soal Penanganan Masalah Pengembangan Kawasan Rempang

Sesampai di Kantor BPJN lagi lagi Suryo tidak ada di tempat pada waktu itu awak media ditemui oleh Nanang Sibrow yang mengaku sebagai Kepala T.U di kantor BPJN tersebut.

Nama Nanang Sibrow juga sering di sebut-sebut oleh narasumber dalam perbincangan proyek bernilai kurang lebih 2-3 milyar tersebut. Sehingga pada saat dikonfirmasi Nanang langsung bisa menjawab dan mengakui adanya rencana proyek tersebut.

” Begini bahasanya dulu tidak ada urusan dengan partai-partai gitu lo mas, saat ini kita sudah level atas dan kita sebagai pelaksana ya menunggu instruksi,” jelas Nanang.

Baca Juga :  Dipittipidter Bareskrim Gerebek 2 Gudang Pengoplosan Pupuk di Kota Banjar Jawa Barat

Ditanya apakah benar nilai proyek tersebut senilai kurang lebih 2-3 milyar Anang menjawab,” Kayaknya Perpal di Divanya sekitar segituan,” terangnya.

Nanang juga membenarkan ketika ditanya apakah proyek tersebut memang dari DPR-RI Partai Nasdem,” Iya , bahasanya dari pusat dan itu antar lintas pimpinan, mungkin di Jakarta sudah dibahas,” jawabnya.

Disinggung apakah Asmadi Sekjen Partai Nasdem pernah datang ke Kantor BPJN Anang mengatakan,” Memang kalau pak Asmadi pernah merapat , tapi belum membahas secara detail, hanya pemberitahuan, kita belum ada instruksi dari pimpinan kan belum berani jalan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua Umum AWPI Hengki Ahmad Jasuli Gelar Grand Opening Tukang Online di Bandar Lampung

Ditanya apakah proyek tersebut ditarik atau di pindahkan karena sudah menjadi perbincangan Nanang mengatakan,” Bisa juga itu, disana di Direktorat PU Patimura sama dengan DPR Pusat. Dipindah aja biar nggak ramai, bisa saja berpotensi seperti itu,” tambahnya.

Selanjutnya awak media bertanya kepada Nanang Sibrow terkait dengan Fee 15 % yang sedang ramai di perbincangkan ” Kalau fee 15% disini tidak ada, mungkin pihak P.U atau dari pihak partai yang minta,” tegas pria asal Malang tersebut.

(Mul /Tim )

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Jefridin Puji Kekompakan Keluarga Cilacap, Ikut Bekerja Sama Membangun Batam

Berita Utama

Maling Motor Makin Merajalela di Desa Bakauheni Lampung Selatan

Lampung Selatan

Hebooh,,! Penemuan Bayi Baru Lahir Di Pos Ronda Karaang Sari

Berita Utama

Pijar Foundation dan Kalandra Nusantara Adakan Diskusi, Perkuat Ketahanan Pangan dengan Regenerasi Tenaga Kerja Pertanian

Peristiwa

Dandim 1013/Mtw Tinjau Lokasi TMMD Imbangan ke 116 untuk Pastikan Tepat Sasaran

Madura

Diduga Kekurangan Gizi Belum Semur Jagung Pembangunan Atau Rehabilitas Jalan Desa Sudah Rusak

Peristiwa

Polsek Labuhan Ruku Berikan Hadiah Timah Panas Pelaku Jambret

Berita Utama

Empat Anak Pelaku Kekerasan Fisik Terhadap Anak di Pasuruan Terulang Lagi