LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Daerah

Rabu, 10 Mei 2023 - 17:48 WIB

Tim Gabungan Basarnas Pasaman Temukan Seorang Nelayan Yang Jatuh Kelaut Tidak Bernyawa Lagi

Media Kompas News.Com – SUMBAR – Setelah dua hari hilang tenggelam didalam laut, Tim gabungan Basarnas Pasaman menemukan Nofrizal, nelayan yang hilang dalam keadaan tidak bernyawa lagi, Rabu (10/5), setelah kapal yang ditumpanginya karam di di Jorong Mandiangin Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Senin (8/5-2023).

“Korban ditemukan pada pukul 11. 45 WIB. Saat ini korban sudah di bawa kerumah duka,” Demikian disampaikan Koordinator Basarnas Pasaman Dhio Ulwi Finanda kepada wartawan di Simpang Empat, Rabu(10/5-2023).

Baca Juga :  Ketua Pokdarwis Pantai Minang Rua Bersama Anggotanya Laksanakan Penghijauan Dengan Menanam Pohon Trembisi

Dikatakannya, korban ditemukan dengan cara menyisiri lokasi menggunakan boat RIB 03 Padang dan juga melakukan penyisiran disepanjang pantai.

Pencarian terhadap korban dilakukan bersama Pos Angkatan Laut Pasaman Barat, Pol Air Pasaman Barat, BPBD Pasaman Barat, pihak terkait lainnya dan nelayan setempat.

Dia menjelaskan pada Senin (8/5) dua kapal nelayan di Jorong Mandiangin Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat karam dan satu orang dinyatakan hilang.

Baca Juga :  BK-LSM Gelar Unras Desak Pj Bupati Evaluasi Kinerja DPMD dan Camat, Malingping Soal Pemdes Rahong

Kapal nelayan karam pertama terjadi pukul 15.00 WIB dengan tiga orang penumpang kapal itu atau person On Board selamat.

Ketiganya masing-masing bernama Ipat, Yuda dan Buyun Zefra selamat dari bencana itu.

Selanjutnya kapal kedua karam sekitar pukul 17.00 WIB dengan penumpang kapal dua orang. Satu orang bernama Buyung Karung selamat dan Nofrizal tenggelam dan ditemukan telah meninggal dunia.

Menurutnya kapal itu karam karena dihantam ombak besar dan disertai angin saat memasuki Muara Binguang Mandiangin karena cuaca ekstrem saat itu.

Baca Juga :  Diduga Akibat Supir Mengantuk, Bus Masuk Jurang,Seorang Balita Meninggal Dunia

Dia juga mengatakan saat ini cuaca ekstrem melanda Pasaman Barat sehingga badai dan angin kencang terus juga terjadi.

“Kepada nelayan dia mengingatkan harus waspada dengan cuaca ekstrem ini jika saat melaut. Dan apabila melaut jangan lupa gunakanlah pelampung,”katanya..

Jika cuaca ekstrem kapal sangat rawan dihantam ombak besar atau badai,” katanya lagi.

Penulis : Eddi Gultom

Share :

Baca Juga

Daerah

Jawaban Pemkab Batu Bara Terhadap Pandangan Dari Fraksi Fraksi

Daerah

Program TMMD Sengkuyung, Bantu Akses Anak Sekolah

Berita Utama

COD Hape Pakai Uang Palsu, Pemuda di Ciledug Ditangkap Polisi

Daerah

Anggota Bamus Kenagarian Cubadak Barat Sampaikan Surat Ketidak Sepakatan Dengan Ketua Bamus Kepada Bupati Pasaman

Daerah

Wujudkan Lingkup Kerja yang Transparan, Ditpolairud Rutin Laksanakan Monev Anggaran Triwulan I

Daerah

Jembatan Layang Kelok Sembilan Sumbar Jadi Tempat Wisata. Warga Setempat Menjadikannya Sebagai Tempat Berjualan

Daerah

Driver Taksi Onlineb vs Taksi Pangkalan Ricuh Di Bandara Internasional Hang Nadim Batam

Daerah

Muli Mekhanai Dusun Kayu Tabu Turut Meriahkan Adwi, di Wisata Pantai Minang Rua