LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Berita Utama / Mandailing Natal

Selasa, 28 Februari 2023 - 16:07 WIB

Tiga Dinas Di Madina Didemo Ormas, Aktivis Dan Wartawan

Mediakompasnews.com – Mandailing Natal – Banyaknya dugaan korupsi di beberapa dinas di kabupaten Mandailing Natal (Madina) provinsi Sumatra Utara digeruduk Ormas, Aktivis dan Wartawan, Unjung Rasa (Unras) atau demo aksi diawali dari Dinas pendidikan (Disdik) lanjut ke Dinas Pemerintah Desa (PMD) seterusnya Ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) kabupaten Madina.

Unras yang di ketua Syamsuddin (DKP FKI-1 Madina), Kordinator lapangan ( Bakty Rangkuti), Kordinator Aksi (Ringgo Siregar) bersama massa aksi yang tergabung meliputi aktivis LSM dan wartawan yg bertugas di Madina suarakan aksi dengan Dugaan Syarat korupsi di setiap Dinas, Selasa, (28/02)

Pengunjuk Rasa menyampaikan di depan Dinas Pendidikan tentang dugaan syarat korupsi, Dugaan Mark up bangunan Ruang Kelas Baru (RKB), Mangkraknya pembangunan laboratorium komputer (Labkom) dengan mobilernya, serta pengadaan Mobiler di sekolah-sekolah dan Pembangunan Ruang Usaha kesehatan Sekolah (UKS) pada tahun anggaran 2022.

Baca Juga :  Maros Lumbung Beras Sulsel, Presiden: Surplus Panen Bisa untuk Daerah Lain

Dengan pengamanan unjuk rasa dari polres Madina Unras tersebut dijawab Deni Kabid Dikdas Pendidikan dan menyampaikan pernyataan sikap para pengunjung rasa kepada kadis pendidikan segera karena Kadis sedang berada diluar kota.

Pengunjuk rasa mengecam akan turun kejalan lagi dengan Unras yang lebih besar jika tuntutan tidak dipenuhi. Setelah Pengunjuk rasa membubarkan diri dari dinas pendidikan kemudian Unras berlanjut ke dinas PMD.

Pengunjuk rasa menyampaikan aksi di dinas PMD dengan dugaan kasus korupsi pungli terkait jual-beli jabatan PLT kades di kabupaten Mandailing Natal dan meminta KPK RI mengambil alih kasus laporan FKI-1 tentang pungli Bimtek yang di Polda Sumut dengan nomor: B/1601/XI/RES/4/2022/DITRESKRIMSUS Pada bulan September 2022, serta dana program pemberdayaan lembaga adat dan masyarakat hukum adat dengan pagu anggaran Rp. 583.077.082 ,-00.

Baca Juga :  Gara Gara Main Judi Online dan Judi Togel Warga Desa Talang Memakai Baju Tahanan

Seterusnya, melalui Perwakilan seorang Kasi yang bertugas di dinas PMD serta menyampaikan seluruh tuntutan pengunjuk rasa akan di sampaikan kepada kadis PMD Madina, berhubungan kadis diluar kota kemudian massa membubarkan aksi dengan menyampaikan akan kembali jika tuntutan Unras tidak disauti.

Di edisi terakhir aksi, pengunjuk rasa langsung ke dinas PUPR Madina dengan tuntutan Dugaan Mark pembangunan jembatan Aek Sipulogos dengan anggaran sekitar 750 juta dan pembangunan jembatan gantung (Rambin) di Gunung Tua Jae kecamatan panyabungan yang memakai bahan yang lama.

Baca Juga :  Momen Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke 68, Polres Rohul Gelar Baksos Dan Bansos Berkolaborasi Dengan Mahasiswa

Pengunjuk rasa sempat adu argumentasi dengan Aris Sekretaris PUPR tentang Jembatan Aek Sipulogos dan Aris juga menyampaikan tuntutan pengunjuk rasa kepada kadis PUPR Madina dan akan memberikan jawaban melalui kadis PUPR kepada penunjuk rasa.

Kemudian pengunjuk rasa membubar diri setelah ada jawaban dari Aris. Pengunjuk rasa juga menyampaikan akan turun kejalan dengan massa yang lebih banyak jika tuntutan tidak ditanggapi.

(GOM GOM)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Pemilik Sabu 7,47 Gram Dan Daun Ganja 24,26 Gram Ditangkap Personil Unit 1 Reskrim Polsek Ujungbatu

Berita Utama

Haul Ke-15 “Al-Maghfurlah Kiyai Kadna” di Ponpes Tarbiyatul Mubtadin Roudlatul Salikin

Berita Utama

Ketua PITI Kota Tangerang Hadiri Anniversary Media MKN dan Media MTN Ke 1 di Resto Dermaga

Berita Utama

Dandim 0421/Ls Gelar Bhakti Sosial Bagikan Paket Sembako kepada Masyarakat Di Pulau Sebuku

Berita Utama

Difitnah Keji di Media Sosial, Erick Thohir Lapor ke Bareskrim

Berita Utama

Hari Ketiga di Labuan Bajo, Presiden Jokowi Tinjau RSUD Komodo

Berita Utama

Wapres Pimpin Rakor Pembangunan Kesejahteraan Papua dan Papua Barat

Berita Utama

Bawaslu, Peran Stakeholder dan Masyarakat Sangat Penting Awasi Pemilihan Serentak Tahun 2024