LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Sorotan

Kamis, 30 Juni 2022 - 12:59 WIB

DEKOPINDA Kota Bekasi Menggelar Sosialisasi di gedung Belavista

MediaKompasnews.Com – Bekasi – Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) adalah organisasi gerakan Koperasi yang bersifat tunggal, idiil dan otonom berazaskan Pancasila sebagai dasar negara serta nilai-nilai budaya, kesadaran berpribadi, kesetiakawanan, kekeluargaan, dan kegotongroyongan.

Dewan koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bekasi menggelar Sosialisasi dengan tema “Sebagai Wadah Tunggal Gerakan Koperasi Indonesia” bertempat di Gedung BELAVISTA Pondok Gede Kota Bekasi, Rabu (29/6/2022)

Acara dihadiri oleh kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Bekasi Abdilah mewakili Plt Walikota Bekasi, Janet Aprilia Stanzah mewakili DPRD Kota Bekasi, Sekjen Dekopin Sarjono Amsyah, Ketua Dekopinwil Jawa Barat Nurodi,Ketua Dekopinda Kota Bekasi Sungkono dan para anggota Dekopinda Kota Bekasi.

Baca Juga :  Pijar Foundation dan Kalandra Nusantara Adakan Diskusi, Perkuat Ketahanan Pangan dengan Regenerasi Tenaga Kerja Pertanian

Nurodi selaku ketua Dekopinwil Jawa Barat menegaskan kepada awak media terkait kedudukan Hukum Dekopin sudah final Dr. Sri Untari Bisowarno, MAP sebagai ketua umum Dekopin.

Berdasarkan putusan Kasasi MA No. 487 tanggal 30/11/2021 memutuskan
“Bahwa perubahan AD/ART hasil munas yang di gunakan penggugatan untuk mendapat kan Legitimasi sebagai ketua umum periode ketiga (Masa Bakti 2019 – 2024) Belum mendapatkan pengesahan dari pejabat yang berwenang sebagaimana disyaratkan oleh Pasal 59 UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Oleh Karena Itu penggugat tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mempersoalkan obyek Sengketa ” ujar ketua Dekopinwil Jawa Barat.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas Jelang Pilkades, Polres Lebak Tingkatkan Patroli Gabungan

Ketua Dekopinwil berharap di Kota Bekasi mulai menciptakan kodusifitas usaha koperasi karena ditunggu dengan teman teman pergerakan untuk bekerja langsung, sudah tidak ada urusan lagi dengan Kubu sana Kubu sini, Dekopin hanya satu,” tegas ketua Dekopinwil

Di lokasi yang sama ketua Dekopinda Kota Bekasi Sungkono mengatakan kepada awak media, akan segera menata seluruh anggota Dekopinda Kota Bekasi.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Tegal Sampaikan Visi Misi di Sidang Paripurna DPRD

“Dalam rangka kedepan kami akan menata Data base anggota koperasi dengan melalui registrasi ke dekopinda kota bekasi guna melakukan pembinaan dan pelatihan,”pungkas dia.

(Allek)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Terima Pengurus Pemuda Batak Bersatu (PBB), Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Berita Utama

Tetap Komitmen Wujudkan WBK/WBBM, Lapas Pasir Pengaraian Canangkan Pembangunan Zona Integritas

Berita Utama

Photobooth Destinasi Wisata Lebak Hadir Di Bandara Soetta

Berita Utama

Empat MoU yang Disepakati dalam Kunjungan Kenegaraan Presiden Ferdinand Marcos Jr

Berita Utama

Ustad Abu Bakar Baasyir Terima Bendera Merah Putih dari Danrem 074/Warastratama

BELITUNG

Terbitnya SKT di Atas Lapangan Sepakbola, Ini Tanggapan, Lurah Paal Satu Saat RDP

Sorotan

Butuh Uluran Tangan Rubiyem Warga Dusun Kuwon Bantul 3 Tahun Tak Bisa Jalan

Berita Utama

GRANID Siap Bersinergi dengan Kepolisian Perangi Narkoba di Banten TANGERANG – Ketua Umum Gerakan Rehabilitasi dan Anti Narkotika Indonesia (GRANID), H. Akhyar Kamil, S.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Banten, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Sebagai organisasi sosial yang bergerak melalui pendekatan preventif, edukatif, dan rehabilitatif, GRANID fokus membangun ketahanan sosial masyarakat serta memberdayakan generasi muda—kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba. > “Rehabilitasi dan pencegahan harus berjalan beriringan. GRANID siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Akhyar Kamil. Ia menyoroti bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensi yang tak bisa ditangani satu sektor saja. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, mutlak diperlukan. Saat ini, GRANID mengimplementasikan berbagai program strategis, seperti: Literasi anti-narkoba melalui kampanye edukatif di sekolah dan komunitas, Pendampingan sosial berbasis komunitas, Pelatihan konselor sebaya, serta Kemitraan kelembagaan dengan berbagai instansi. Provinsi Banten dipilih GRANID sebagai wilayah percontohan nasional dengan model penanganan berbasis masyarakat yang inklusif, sistemik, dan berkelanjutan. > “GRANID bukan sekadar gerakan, melainkan wadah pengabdian kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Mari bersama ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Akhyar Kamil.