LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Berita Utama / Nasional

Rabu, 22 Juni 2022 - 09:34 WIB

Waktum Partai Golkar Bamsoet Luncurkan Buku ke-24 Tentang Urgensi Vaksinasi Ideologi, Untuk Tangkal Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa

Mediakompasnews.Vom – Jakarta –  – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo akan meluncurkan buku ke-24 bertajuk ‘Vaksinasi Ideologi, Empat Pilar Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa’. Melengkapi buku ke-23 ‘Indonesia Era Disrupsi’ yang akan dirilis secara bersamaan bulan Juli mendatang. Melalui buku ‘Vaksinasi Ideologi, Empat Pilar Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa’, Bamsoet mempertegas sikap MPR bahwa melawan radikalisme dan terorisme tidak cukup melalui penegakan hukum. Dibutuhkan upaya lain, yakni strategi cegah dan tangkal melalui vaksinasi ideologi.

“Hakekat vaksinasi ideologi adalah mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila, menjadikan UUD NKRI 1945 sebagai pedoman, mempertahankan eksistensi NKRI, dan menjaga kesatuan serta persatuan dengan menerima dan merawat kebhinekaan,” ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (22/6/22).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Pancasila sudah disepakati dan diterima sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa. UUD NKRI tahun 1945 sebagai landasan konstitusional. NKRI adalah konsensus yang mutlak dan harus dirawat dan diperkuat. Serta, Bhinneka Tunggal Ika diterima dan dipahami sebagai kodrat kebangsaan.

Baca Juga :  The Exotica Of Way Kanan 2022, Kembangkan Wisata Lampung Yang Tersembunyi

“Pilar-pilar inilah yang secara historis telah membentuk nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Segenap anak bangsa harus mengenal, memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bersama,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila menuturkan, pimpinan MPR terus mengajak semua pihak untuk bersama-sama lebih mengenali dan memahami landasan ideologi, konstitusi, komitmen kebangsaan, serta semangat kesatuan dalam perbedaan sebagai autentisitas (keaslian) bangsa Indonesia. Ancaman serta serangan radikalisme dan terorisme harus dilawan dengan penguatan ideologi. Pancasila merupakan landasan ideologi, falsafah, etika moral, dan alat pemersatu bangsa. Maka, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari menjadi sangat strategis.

Baca Juga :  Sosialisasikan Larangan Knalpot Brong, Polres Tegal Kota Sasar Pengguna Jalan

“Lima sila itu jangan sekadar dihafal, melainkan dipraktikan sebagai etika berbangsa. Pemupukan nilai-nilai Pancasila harus semakin digencarkan, baik melalui pendidikan di sekolah formal maupun melalui berbagai kegiatan kebangsaan lainnya. Salah satunya, melalui vaksinasi ideologi,” tegas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menambahkan, salah satu tugas pimpinan MPR saat ini adalah melanjutkan rekomendasi MPR periode 2014-2019 tentang amendemen terbatas UUD NKRI 1945. MPR memastikan amendemen terbatas UUD NRI 1945 tidak akan menjadi bola liar, sebab proses amendemen hanya menyoal ekonomi dan pembangunan.

“UUD NKRI 1945 sebagai landasan konstitusional menjadi pedoman bangsa melangkah ke depan menjawab tantangan perubahan zaman. Langkah-langkah kebangsaan itu harus disepakati dalam Pokok-Pokok Haluan Negara. Untuk keperluan ini, MPR terus menyerap aspirasi dan masukan dari semua elemen masyarakat,” pungkas Bamsoet.

Baca Juga :  Kapolsek Kabun Iptu.Aguswandi SH.Ikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Natal Dan Tahun Baru 2023 Diwilayah Hukum Polsek Kabun

Selain buku ‘Vaksinasi Ideologi, Empat Pilar Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa’, dan buku ‘Indonesia Era Disrupsi’, Bamsoet juga telah menerbitkan berbagai buku, antara lain ‘Hadapi Dengan Senyuman’ (2022); ‘Negara Butuh Haluan’ (2021); ‘Save People Care for Economy’ (2020); ‘Akal Sehat’ (2019); ‘Dari Wartawan ke Senayan’ (2018); ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ (2017); ‘Republik Komedi 1/2 Presiden’ (2015); ‘Indonesia Gawat Darurat’ (2014); serta ‘Skandal Bank Century di Tikungan Terakhir’ (2013).

Sebelumnya ada buku ‘Republik Galau’ (2012); “Perang-Perangan Melawan Korupsi’ (2011); ‘Skandal Gila Bank Century’ (2010); ‘Ekonomi Indonesia 2020’ (1995); ‘Kelompok Cipayung, Pandangan dan Realita’ (1991); serta ‘Mahasiswa Gerakan dan Pemikiran’ (1990).

(Ahmad Hidayat)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Brata Yudha: Terima Kasih Untuk Perhatian dan Doanya Atas Kelahiran Putra Keduanya

Berita Utama

Polsek Rambah Hilir Berhasil Ungkap Tindak Pidana Penggelapan Sepeda Motor

Banten

Leadership Day – SD AN-NISAA’ Global Leadership school with Islamic Values

Berita Utama

Unik, Cara Polwan Satlantas Polres Lebak Imbau keselamatan berlalulintas ke pengunjung CFD

Berita Utama

Do’a Untuk Pahlawan, Di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan

Nasional

Pengaduan Karya Jurnalistik Tahun 2023 Melalui Aplikasi Elektronik

Berita Utama

Sungguh Tak Disangka, IRT 28 Tahun Ini Diringkus Personil Sat Resnarkoba Polres Rohul Dalam Kasus Sabu 6,25 Gram

Pemerintah RI

Saat Presiden Bertemu Ketua Umum Parpol Koalisi Jelang Perombakan Kabinet