DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Nasional / Sorotan

Kamis, 8 September 2022 - 11:27 WIB

Tolak Kenaikan Harga BBM, PMII Gelar Aksi di Kantor DPRD dan Kantor Pemkab Sumenep

Mediakompasnews.Com – Sumenep – Ratusan aktivis PMII Sumenep Jawa Timur menggelar demo ke kantor Pemkab dan DPRD Sumenep, Aksi demonstrasi massa atas penolakan naiknya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Kamis, 08/09/2022.

Aksi ini digelar di dua tempat berbeda secara bergantian, mereka mengklaim kenaikan harga BBM ini jelas menyengsarakan dan membebani masyarakat sehingga Bupati dan DPRD Sumenep harus menolak atas kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat.

Mereka juga membawa sejumlah poster yang salah satunya bertuliskan Bapakku Kan Capek, Istirahat Jangan Bikin Melarat dan membawa sejumlah poster lainnya.

Aksi mahasiswa ini langsung direspon Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Menurut pihaknya mengapresiasi aspirasi masyarakat yang sudah memperjuangkan hak-hak rakyat.

Baca Juga :  GACA Saudi Setujui Penggunaan Bandara Kertajati di Musim Haji 1444 H

“Kami bangga, karena mahasiswa disini masih peduli dengan kepentingan masyarakat,” katanya melalui sambungan telepon.

Dia menuturkan, aspirasi penolakan terhadap BBM pasti akan di akomodir dan ditindak lanjuti bahkan pihaknya juga akan melakukan komunikasi langsung dengan pemerintah pusat.

“Secara kelembagaan, kami juga akan mengirim surat kepada pemerintah pusat terkait aspirasi ini,” imbuhnya.

Lanjut Fauzi yang juga sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep, menyampaikan bahwa kebijakan ini bukan daerah, melainkan pemerintah pusat Sehingga, pihaknya tidak punya untuk menolak atau membatalkan kebijakan.

Baca Juga :  Puncak Arus Balik Kedua Penyeberangan Lanca, Sumatera Menuju Jawa

“Kami hanya bisa menyampaikan aspirasi ini. Ingat ini kewenangan pusat,” lanjutnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap aspirasi ini bisa menjadi atensi pemerintah pusat.

“Intinya, kami tetap berupaya maksimal terkait ini. Semoga bisa menjadi perhatian pemerintah. Semua bentuk aspirasi terkait ini pasti akan disampaikan,” ujarnya.

Suami Nia Kurnia ini mengungkapkan, apabila harga BBM ini tetap tidak turun, maka pihaknya sudah menyiapkan skema subsidi. Baik yang dibiayai oleh APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun APBD Sumenep.

“Dari pemotongan dua persen sisa DAU (Dana Alokasi Umum) tahun ini akan diperuntukkan untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan Subsidi transportasi. Jadi, dana yang disiapkan untuk itu sebesar Rp 6 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kesan dan Harapan Warga Sekitar Atas Kehadiran Sodetan Ciliwung

Dia mengungkapkan, dari APBD juga sudah disiapkan subsidi untuk petani dan pemberian pupuk gratis. Hal ini dilakukan meringankan beban petani pasca kenaikan BBM.

“Yang jelas, kami siapkan langkah taktis agar bisa meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

Sebab, terang dia, Pemkab Sumenep pasti akan hadir kepada masyarakat terdampak pasca BBM ini, “Kami tidak akan tinggal diam, jika ini berdampak negatif kepada masyarakat. Sebab, sudah disiapkan langkah taktis di atas itu,” pungkasnya.

(Arul)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kasus BBM Dinas Perkim Rohul Rp 6,28 M, P21 Lengkap, Para Tersangka Segera Disidangkan

TNI/POLRI

Polresta Cirebon Laksanakan Patroli KRYD Antisipasi GUKTM dan Cegah Pekat

Berita Utama

Polisi di Kota Tangerang di Cek Kesehatan Jelang Pengamanan Pemilu 2024

Nasional

Kapolda Banten Hadiri Pidato Kenegaraan Presiden Secara Virtual di Gedung DPRD Provinsi Banten

Berita Utama

Presiden Jokowi Instruksikan Jajarannya Stabilkan Harga Beras

TNI/POLRI

Pernyataan Sikap Penjaga Ujung Barat Pulau Jawa Soal Disharmoni, Danrem 064/MY: TNI Solid

TNI/POLRI

Pengungkapan Terduga Sindikat TPPO (Imigran Rohingya) di wilayah Kab. Aceh Tamiang oleh Tim gabungan Deninteldam IM

Berita Utama

Korban Pelecehan Seksual Kecewa, Niat Lapor Kasus Malah Disuruh Damai