LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
KOMISARIS PT MKN – FATIMAH SULAIMAN.SS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BUPATI KAB TANGERANG – H.MOCH.MAESYAL RASYID
GUBENUR BANTEN ANDRA SONI
KAPOLDA BANTEN 2026
WALI KOTA TANGERANG SELATAN
WALI KOTA TANGERANG
WALI KOTA TANGERANG

Home / Berita Utama / TNI/POLRI

Minggu, 26 Juni 2022 - 03:01 WIB

Selama Belum Pensiun, Peluang Laksamana Yudo Jadi Panglima TNI Terbuka Lebar

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Pengamat militer dan pertahanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengatakan, selama belum memasuki masa pensiun maka peluang Laksamana Yudo Margono untuk menjadi Panglima TNI masih terbuka. Karena jabatan Panglima TNI harus diisi oleh kepala staf atau mantan kepala staf yang masih aktif.

“Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, juga belum pernah ada Panglima dari lingkungan TNI AL. Meski tidak ada ketentuan normatif yang mengharuskan pergiliran di antara ketiga matra, namun hal itu penting untuk dipertimbangkan,” jelasnya.

Khairul menuturkan, peluang Yudo menjadi Panglima TNI terbuka, karena mengacu pada penunjukan Jenderal Andika, Presiden tidak meletakkan usia dan masa aktif sebagai pertimbangan utama. Artinya, pola ini masih mungkin diterapkan juga pada saat penggantian Jenderal Andika tahun depan.

Baca Juga :  Terharunya Babinsa Mendengar Seorang Anak Selama 8 Tahun Terbaring Didalam Rumah

“Selain soal ‘chemistry’ dengan Presiden, (meski secara etis kurang baik) komunikasi politik dengan tokoh berpengaruh di sekitar Presiden juga diyakini berkontribusi memperkuat peluang untuk ditunjuk dan mendapat persetujuan parlemen. Kiprah Pak Yudo dan TNI AL belakangan ini menampakkan adanya komunikasi politik yang berjalan untuk menjaga peluang,” paparnya.

Sementara terkait Jenderal Dudung yang sepertinya menjadi ganjalan bagi Yudo untuk menjadi Panglima TNI, Khairul menilai, selama ini Jenderal Dudung cenderung bergerak di luar tupoksi dan kontroversial dalam kiprahnya. Sementara jika melihat profil Andika terutama selama menjabat KSAD, harus diakui bahwa meski banyak kritik terkait upaya pencitraannya, namun kiprahnya masih tetap berada dalam ruang lingkup tupoksi.

“Saya kira Pak Yudo dalam hal ini fokus saja dalam urusan pembenahan internal, membangun kekuatan dan kemampuan TNI AL sembari terus memperkuat komunikasi politik dan publik yang selaras dengan misi yang diemban TNI AL,” tandasnya.

Baca Juga :  Polda Sumut Berhasil Selamatkan 157 Orang Korban Kasus TPPO

Sinyal agaknya kian menguat bagi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono untuk menjadi Panglima TNI selanjutnya. Apalagi Yudo Margono belum lama ini seolah menjalin relasi dengan makna simbolis saat meresmikan penamaan kapal kepresidenan baru, yakni KRI Bung Karno-369.

KSAL tampil hangat bersama Presiden RI Kelima yang juga Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri. Ditambah, sebelumnya Laksamana Yudo juga menyajikan romansa legacy Presiden RI pertama Soekarno saat hari ulang tahun (HUT) Penerbal pada 17 Juni lalu.

Pada kesempatan itu Laksamana Yudo menaiki Jip Land Rover buatan tahun yg sama, kala Bung Karno melakukan pemeriksaan pasukan peresmian Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda Surabaya 12 Agustus 1964 silam KSAL mengungkapkan bahwa semangat Bung Karno merupakan inspirasi bagi segenap prajurit TNI AL yang dipimpinnya.

Baca Juga :  Aldo Bima Penampilannya di Jawara Premier League U12 Sangat Memukau

Secara khusus, gestur dan jalinan relasi tersebut tampak dibangun berdekatan dengan kian dekatnya pergantian Panglima TNI dari Jenderal Andika Perkasa yang akan purna tugas pada akhir tahun ini.

Polemik internal matra dan antar matra ini mirip sebelum meletusnya peristiwa G30 S PKI. Sudahlah cukup sejarah itu dijadikan pembelajaran, bukan hanya sekedar dijadikan upacara seremonial. TNI harus tetap solid dan sinergis, untuk itu perlu kearifan semua pihak dengan lebih mengedepankan keharmonisan hubungan antar kelembagaan, demi perdamain dan masa depan Bangsa. Stop ego sektoral.

(Ahmad Hidayat)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Lima Hal di Bidang Kesehatan yang Ingin Dicapai Indonesia di G20

Berita Utama

Milik Dinas PUTR Batu Bara Pembuatan Tugu Presiden Soekarno,  LPPNRI: Upah Kerja Sudah Melanggar UMK

TNI/POLRI

Jumat Peduli Personel, Kapolresta Cirebon Jenguk Para Anggota yang Sakit

Berita Utama

Luncurkan Aplikasi Ustadzkita, Menag: Permudah Umat Mencari Ustaz

Berita Utama

Kapolda Sumatra Utara Tinjau Penanganan Banjir di Kabupaten Batu Bara

Berita Utama

Musrenbang Desa Lagundi Penyusunan RKPDes Tahun 2023 Di Prioritaskan Pembangunan

Berita Utama

Tiga Warga Negara Thailand Dideportasi Usai Jalani Hukuman Kasus Narkotika di Indonesia

TNI/POLRI

Lewat Sambang, Bhabinkamtibmas Desa Gembongan Mekar Polsek Babakan Polresta Cirebon Ajak Warga Wujudkan Kamtibmas