LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Pendidikan

Senin, 31 Oktober 2022 - 08:18 WIB

Rencana Pengadaan SMPN 2 Sukadiri, Jadi Sorotan Tokoh Masyarakat Dan Pendidikan

Mediakompasnews.com – Kab Tangerang – Rencana pengadaan lahan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sukadiri Kabupaten Tangerang jadi sorotan tokoh masyarakat dan pendidik. Banyaknya pemberitaan dari media online terkait dengan isu yang kurang baik, melihat dari segi lokasi kurang strategis serta zonasi sekolah yang menjadi momok tersendiri bagi masyarakat.

Menurut H.Misbach, Sudah saatnya kecamatan sukadiri memiliki 2(dua) atau 3(tiga) SMPN,karena ini menjadi harapan dan keinginanan warga Kecamatan Sukadiri Khususnnya Desa Gintung, Kosambi, Buaran jati,dan Mekar Kondang, dan bila kita melihat Sistem Zonasi 4 Desa tersebut tidak dapat masuk Ke SMPN yang ada saat ini, idealnya satu kecamatan seharusnya memiliki 2 atau 3 SMPN.

” Bahkan saya, sangat berharap pengadaan SMPN 2 Sukadiri memberikan Solusi terbaik bagi warga dan ini sangat urgen sekali bagi kebutuhan pendidikan ” harap H.Misbach salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Sukadiri pada Senin (31 /10/2022).

Baca Juga :  Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Komunitas Otomotif Perbanyak Kegiatan Sosial di Bulan Ramadhan

Ia juga mengutamakan, bila saat ini emang sudah ada kesepakatan bahkan ada pembayaran oleh pihak Pemkab Tangerang, terkesan di paksakan, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya permainan penitipan harga jual beli lahan oleh pihak lain atau oknum.

” Sekali lagi menurut pandangan saya, bila benar – bener hal ini terjadi, bukan hanya dapat merugikan keuangan Negara. Pemkab Tangerang, juga tidak memberikan solusi yang terbaik buat kebutuhan warga dengan adanya SMPN 2 Sukadiri ditempat yang kurang representatif, strategis dan menjadi solusi kebutuhan warga di empat Desa,seperti Desa Gintung Kosambi,Buaran jati dan Mekar kondang, terang H. Misbach.

Baca Juga :  Bapak Kapolri Minta Pelapor Dilayani Baik: Jangan Ghosting

Dia mengaku, pada prinsipnya kami setuju terhadap program yang berkaitan dengan kemajuan pendidikan. Namun harus disesuaikan dengan beberapa pertimbangan sesuai aspirasi warga, maka setiap pengadaan harus ada pengkajian terlebih dahulu, seperti sekarang ini perlu adanya pengkajian ulang, bahkan untuk sementara dihentikan terlebih dahulu.

“ dikarenakan melihat lokasi lahan yang diperuntukan cocok apa tidak, dan untuk harga sudah sesuai apa tidak jangan sampai terkesan pemaksaan, apalagi adanya tekanan serta tujuan yang merugikan keuangan negara ,” imbuhnya.

Adapun diketahui, bahwa rencana pengadaan lahan SMPN 2 Sukadiri jaraknya lebih dekat dengan kecamatan Sepatan, terletak di kampung Kosambi Asem Desa Kosambi perbatasan dengan Desa Kayu bongkok kecamatan Sepatan.

Di lain pihak, Tokoh Pendidikan Kecamatan Sukadiri Sangat menyayangkan dengan pengadaan lahan SMPN 2 Sukadiri berada di Desa Kosambi yang manfaatnya akan terbentur dengan Zonasi bagi calon anak didik nanti.

Baca Juga :  Polres Kuningan, Rutin Bagikan Paket Sembako Pasca Kenaikan BBM Untuk Ojeg, Sopir Angkot Dan Kaum Dhuafa

“Jika ada penolakan dari masyarakat dan tokoh, seharusnya ada pengkajian ulang dengan seksama bersama pihak-pihak terkait. Karena pada prinsipnya apapun yang dilakukan demi memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang,” ujar Muhktar Ketua PGRI Kecamatan Sukadiri.

Sedikit mengutip dari salah satu media online, Ini mesti jadi perhatian semua pihak termasuk tokoh masyarakat dan pendidikan, bahkan butuh pengawasan kita semua, bila kita semua mengutamakan anak anak kita, seharusnya SMPN 2 Sukadiri dapat mengcover masyarakat di empat desa ( Buaranjati, Mekar Kondang, Gintung dan Kosambi), terangnya saat mengakhiri perbincangan dengan media BantenNet.com.

(Red/BantenNet/Kjk)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kanit Intelkam Polsek Warunggunung beserta personil Hadiri BIAN di Desa Wilayah

Berita Utama

Bentuk Transparansi, Sidang Etik Ferdy Sambo Dihadiri Langsung Kompolnas

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Inisiator Hak Angket Skandal Bank Century Maruarar Sirait Bagikan Tali Asih Kepada 500 Koster

Berita Utama

Kepala BNPT RI dukung Program Forum PELITA Kabupaten Bekasi

Berita Utama

Pencegahan TBC, Rutan Tangerang Bagikan Obat kepada Warga Binaan

Berita Utama

Dihadapan Presiden Jokowi, Kapolri Ungkap Makna Dibalik Tema HUT Bhayangkara ke-76

Berita Utama

Sinergitas TNI-Polri Dalam Menjaga dan Mengamankan Pulau Terluar di Papua Barat

Berita Utama

GRANID Siap Bersinergi dengan Kepolisian Perangi Narkoba di Banten TANGERANG – Ketua Umum Gerakan Rehabilitasi dan Anti Narkotika Indonesia (GRANID), H. Akhyar Kamil, S.H., menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Banten, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Sebagai organisasi sosial yang bergerak melalui pendekatan preventif, edukatif, dan rehabilitatif, GRANID fokus membangun ketahanan sosial masyarakat serta memberdayakan generasi muda—kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba. > “Rehabilitasi dan pencegahan harus berjalan beriringan. GRANID siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas Akhyar Kamil. Ia menyoroti bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensi yang tak bisa ditangani satu sektor saja. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat sipil, mutlak diperlukan. Saat ini, GRANID mengimplementasikan berbagai program strategis, seperti: Literasi anti-narkoba melalui kampanye edukatif di sekolah dan komunitas, Pendampingan sosial berbasis komunitas, Pelatihan konselor sebaya, serta Kemitraan kelembagaan dengan berbagai instansi. Provinsi Banten dipilih GRANID sebagai wilayah percontohan nasional dengan model penanganan berbasis masyarakat yang inklusif, sistemik, dan berkelanjutan. > “GRANID bukan sekadar gerakan, melainkan wadah pengabdian kolektif untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Mari bersama ciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba,” tutup Akhyar Kamil.