Breaking News

Home / Berita Utama / Daerah / Peristiwa / Sorotan

Senin, 2 September 2024 - 12:30 WIB

Putra dari Atih Meninggal Dunia, Dugaan Malpraktik RS Hastien

http://Mediakompasnews.com – Kab. Karawang – Diduga gegara malpraktik, Atih (64), warga Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia. Pasien meninggal setelah diduga akibat kesalahan diagnosis.

Menurut keterangan Asep, putra dari almarhumah Atih, dirinya memang sudah rutin mengantarkan ibunya untuk kontrol rutin ke RS Hastien. Menurutnya, dokter yang menangani ibunya tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga ibunya meninggal dunia.

“Umur memang tidak ada yang tahu karena itu urusan Allah, tapi terkait meninggalnya Ibu saya itu karena kelalaian dan tidak profesionalnya dokter dalam melayani kami masyarakat kecil. Bayangkan, rumah sakit sekelas Hastien bisa kehabisan oksigen di ruang iGD dan tidak ada cadangan kata dokter jaga kepada saya waktu itu,” ungkap Asep, Minggu 01 September 2024.

Baca Juga :  Perkuat Silaturahmi Ketua Kormi Kota Tangerang Dr. M H R, S.Sos., M.Si. Gelar Halal Bihalal

Asep juga menyebutkan kesalahan pihak rumah sakit dalam mendiagnosis dengan memberikan obat antibiotik Ceftriaxone dan obat lambung Ondansetron pada ibunya.

“Setelah dokter jaga memeriksa ibu saya dan memberikan obat antibiotik dan lambung tiba-tiba ibu saya kejang dan kritis hingga akhirnya meninggal dunia,” terang Asep.

Meski umumnya obat tersebut dapat mengatasi gejala psikosis, sepengetahuannya Fluphenazine tidak boleh digunakan untuk mengatasi gejala psikosis yang terjadi akibat demensia. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian akibat penyakit jantung atau infeksi.

Baca Juga :  Diduga Lakukan “Pembiaran” Terkait Aktivitas PT KMR, Kapolda Diminta “Copot” Kapolres Kolaka Utara

Terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang dikonfirmasi media terkait adanya dugaan malpraktik di RS Hastien Rengasdengklok belum memberikan tanggapan.

Dalam proses identifikasi dan penentuan sifat suatu penyakit atau kondisi medis berdasarkan gejala, temuan fisik, serta informasi yang diperoleh melalui pemeriksaan dan tes medis.
Seharusnya hal ini tidak terjadi bilamana pihak rumah sakit melakukan tugasnya secara profesional.

Baca Juga :  TNI Polri Selalu Ngamankan Kampanye Pemilu Damai Tahun 2024

Dan dalam konteks kesehatan, seharusnya diagnosis membantu dokter untuk memahami penyebab suatu keluhan atau gejala yang pasien alami. (Mar)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Pangdam Xll/Tpr Serahkan Hewan Kurban

Berita Utama

Pasca Ditetapkan Sebagai Ketua DPH LAMR Terpilih,H Seri Zulyadaini

Berita Utama

Kapolda Lampung Menerima Audiensi Dari Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah Lampung

Batu Bara

Satu Unit Toko Sepeda Ludes Terbakar Dilalap Sijago Merah 7 Unit Damkar di Kerahkan

Berita Utama

Kakanwil Ditjenpas Banten Dukung Karya Kreatif Warga Binaan di IPPA Fest 2025

Pemerintah Daerah

Musyawarah Desa Cigoong Utara Terkait Pelebaran Lapangan Sepak Bola

Berita Utama

Pembina DPC GWI Berkunjung Ke Kantor Sekertariat DPC GWI Lampung Selatan

Berita Utama

G20 FFM, Polda Bali Terjunkan Tim Escape dan Siagakan Kendaraan Taktis