LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Kesehatan

Senin, 26 September 2022 - 16:57 WIB

Puskesmas Lohbener Gelar Jum’at Berkah Berbagi dan Ajak Cegah Stunting

Mediakompasnews.Com – Indramayu -Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Lohbener dan Samsudin Pendongeng Keliling Asal Indramayu mengajak masyarakat untuk terus melakukan pencegahan stunting (Red: Gagal tumbuh kembang anak).

Hal itu terungkap ketika Puskemas Lohbener menggelar Jum’at Berkah Berbagi bersama Samsudin pendongeng keliling satwa langka di Kantor Puskemas Lohbener kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, Jum’at 23/9/2022.

Dalam kegiatan Jum’at Berkah Berbagi tersebut para tenaga kesehatan (Nakes) Puskemas Lohbener membagikan biskuit dan susu kepada pengunjung di layanan Puskesmas Lohbener yang terdiri dari masyarakat umum dan balita.

Diketahui bersama Samsudin merupakan pendongeng satwa langka yang sudah keliling Indonesia dan pernah menerima penghargaan Kehati Award pada Tahun 2020 lalu.
Dihadapan ibu-ibu yang membawa buah hatinya, Samsudin lewat dongeng mengkampanyekan penyelamatan satwa dan lingkungan hidup kepada anak-anak.

Baca Juga :  BINDA Kalbar, Adakan Vaksinasi Serentak di 14 Kabupaten dan Kota, Mematok Target Harian Sebanyak 5.000 Dosis

Samsudin lewat dongengnya mengajak ibu-ibu dan anak meningkatkan pemahaman tentang makanan sehat. Hal tersebut guna menekan terjadinya stunting pada anak.

Kepala Puskesmas Lohbener dr. Andri mengatakan, stunting. merupakan akibat kurangnya perhatian orang tua dan anak-anak terhadap masalah makanan, serta pemberian Air Susu Ibu (ASI) hingga makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Oleh karenanya Andri mengungkap, melalui kegiatan Jum’at Berkah Berbagi yang menghadirkan Samsudin Pendongeng Keliling dilakukan edukasi terkait masalah pangan tersebut. Salah satunya, melalui dongeng.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Pejaten Barat, Melakukan Soan dan Sosialisasi di Apotik Kimia Farma

“Dengan sajian dongeng yang disampaikan Bapak Samsudin tentang pencegahan stunting mudah-mudahan dapat dimengerti oleh anak-anak,” katanya.

Menurutnya, stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

“Bahwa stunting sangat berpengaruh buruk terhadap kecerdasan dan kesehatan tumbuh anak,” terangnya.

Diharapkan Andri, melalui kegiatan itu anak-anak dan orang tua yang terlibat dapat pemahaman tambahan tentang pentingnya masalah pangan bagi tumbuh kembang anak-anak.

Baca Juga :  Warga Batam Makin Mudah Dapat Jaminan Kesehatan, Jefridin: Daftar Langsung Aktif

“Dengan dongeng yang disampaikan edukasi pemberian makanan yang baik supaya anak-anak terhindar dari stunting,” harapannya.

Diungkapkan Andri, pencegahan stunting melalui dongeng ini selaras dengan komitmen Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar dalam penurunan stunting.

“Disamping itu sejalan dalam rangka mendukungng Gerakan Penurunan Stunting Indramayu (Gesit) sebagai instruksi Bupati Indramayu, Nina Agustina untuk mencetak generasi yang cerdas dan sehat demi mewujudkan Indramayu yang Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat (Bermartabat),” ujarnya.

(Rastim Ken Aji)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

FKKTI – ABI Bersinergi dengan Pemdes Cogreg Kecamatan Parung Kabupaten Bogor dan PAC Pospera Kecamatan Parung Menggelar Pengobatan Gratis 

Kesehatan

Papua Sehat, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Keliling Kampung Berikan Pelayanan Kesehatan Di Tanah Papua

Kab.Lampung Selatan

Cegah Stunting, UPTD Puskesmas Bakauheni Gelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kecamatan

Kegiatan Perusahaan

Wabup Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf Menjadi Pemimpin Apel Bulan K3 Nasional 2023

Berita Utama

Polsek Jogorogo Dampingi Kegiatan Tes Kesehatan Ayam Jago Bagi Calon Warga Baru PSHT

Berita Utama

Gabungan Ormas dan Lembaga Kabupaten Tangerang Mendukung Rencana Pembangunan RSUD Tigaraksa

Kabupaten Batu Bara

Bupati Batu Bara Ir, H, Zahir, MAp Buka Gebyar Deteksi Dini Kanker Wujud Program IVA Test

Kegiatan Perusahaan

Wali Kota Bekasi : Kasus Ratih Bukan Malapraktik