DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DIREKTUR UTAMA DAN WAKIL PIMPINAN REDAKSI MEDIA KOMPASNEWS COM

Home / Berita Utama

Rabu, 26 Oktober 2022 - 23:42 WIB

Proyek Perkuatan Tebing Jalan Desa Tanah Merah Saronggi | Dana APBD 200.000.000 dikerjakan asal tidak Viktif | Diduga Tidak Pakai Semen dan tidak pakai RAB

Mediakompasnews.com – Sumenep – Bantuan Keuangan Desa dimaksud digunakan dalam rangka meningkatkan roda Pemerintahan Desa, baik dalam bidang pembangunan, pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat Desa. Bantuan Keuangan Desa merupakan bantuan langsung yang menyentuh masyarakat Desa dalam skala prioritas untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Daerah Sumenep Madura, Provinsi Jawa Timur. 27/10/2022

Dengan meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur Desa untuk percepatan pembangunan perdesaan di Jawa Timur. Sedangkan Bantuan Keuangan Desa dari Pemerintah Kabupaten/Kota dalam skala prioritas untuk mewujudkan visi dan misi masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur pemberian Bantuan Keuangan Desa dimaksudkan untuk mempercepat akselerasi pembangunan perdesaan dalam rangka menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian wilayah melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur perdesaan.

Perbaikan kualitas modal manusia tergantung pada tersedianya infrastruktur untuk menunjang investasi pada sumber daya manusia. Perumahan dan transportasi merupakan barang publik yang dapat disediakan pemerintah desa dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Dave Akbarshah Fikarno Laksono, B.A., M.E. Anggota DPRD Jawa Barat Apresiasi Kapolresta Cirebon dalam Operasi Ketupat Lodaya 2023

Ketersediaan perumahan yang layak akan membuat kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik karena dengan rumah yang layak dapat mendukung kesehatan dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia. Jaringan transportasi yang terintegrasi dengan baik akan melancarkan distribusi kegiatan ekonomi dan secara jangka panjang dapat menjadi media pemerataan pembangunan.

Menurut H. Bahar Cahaya, selaku Putra daerah yang menahkodai Lembaga Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Ketua Cabang Sumenep, Saat di Konfirmasi terkait Pemdes Tanah Merah Kecamatan Saronggi, ia Menjelaskan secara terurai bahwa “ada tiga alasan utama mengapa infrastruktur penting dalam sebuah integrasi ekonomi. Alasan pertama adalah tersedianya infrastruktur yang baru merupakan mesin utama pembangunan ekonomi.” Tegasnya. 26/10/22

Baca Juga :  DWP Produktif, Ketahanan Pangan Hingga Pelepasan Purna Tugas Jadi Agenda Pertemuan Rutin Bulan Januari

“Kedua, untuk memperoleh manfaat yang penuh dari integrasi, ketersediaan jaringan infrastruktur sangat penting dalam memperlancar aktivitas perdagangan dan investasi.”

“Alasan ketiga yaitu  perhatian terhadap perbaikan infrastruktur juga penting untuk mengatasi kesenjangan pembangunan ekonomi antar negara. Infrastruktur terdiri dari beberapa subsektor, infrastruktur dalam bentuk perumahan dan transportasi merupakan cukup penting untuk menunjang kehidupan masyarakat.” Tuturnya

Tapi beda halnya dengan temuan Mediakompasnews.com dilapangan, selain TPT yaitu Pekerjaan proyek Perkuatan Tebing Jalan di dusun Sampentong Desa Tanah merah kecamatan Saronggi yang dianggarkan 200. 000.000 (dua ratus juta rupiah) dari dana APBD Kabupaten Sumenep yang sudah selesai pada tahun 2021 yang lalu yang diduga proyek tersebut dikerjakan asal – asalan asalkan tidak FIKTIF dan material tersebut diduga tidak pakai semen  hanya pakai Gampin, diduga demi kepentingan Pribadi untuk memperkaya diri.

Baca Juga :  Keluarga Besar Polres Rokan Hulu Menyalurkan Zakat Fitrah Kepada Warga Kurang Mampu Desa Suka Maju

Hal itu kemudian mendapat sorotan keras dari warga setempat desa tanah merah, bahwa proyek yang dibangun oleh pihak pemerintah desa di tahun 2021 baik di tahun 2022 dinilai proyek tersebut diduga proyek abal – abal, sebab sama sekali pekerjaan tersebut tidak kuat bertahan lama, ahirnya rusak perlahan lahan seakan – akan Hancurnya disebabkan oleh faktor alam, padahal kemungkinan besar diduga ngirit material demi keuntungan semata, tanpa memikirkan kualitas, yang penting tidak Fiktif

Sebelum berita ini terbit di Grup Grup, kepala desa yang berinisial ” W” saat diKonfirmasi melalui WA Pribadinya ceklis Centang dua biru malah memilih diam seribu bahasa, diduga kepala desa tanah merah tak bisa menjawab karena sudah merasa bersalah. 26/10/22

(Yadi)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Penyaluran Bansos Sembako di Desa Sukaharja Di Duga Tak Patuhi Edaran Kemensos

Berita Utama

Jual Beli Jabatan, KPK Tahan Bupati Pemalang dan 5 Lainnya Untuk 20 Hari Pertama

Berita Utama

Capaian Kinerja Imigrasi Tangerang: Ribuan Paspor Terbit, Puluhan WNA Kena Sanksi

Berita Utama

Ketua Umum IMI Bamsoet Apresiasi Pelaksanaan IMI Road to UMKM di Solo

Berita Utama

Ketum FWJ Indonesia: Kecurangan Kendaraan Mengisi BBM Bersubsidi Bukan Kesalahan SPBU

Berita Utama

Ketua MPR RI Bamsoet Tegaskan PPHN Dibutuhkan Guna Menjamin Kesinambungan Pembangunan

Berita Utama

Dinilai Berkompeten,BNSP Terbitkan Sertifikasi Kompetensi Berlogo Garuda

Berita Utama

Semarakan Hari Polwan ke 74, Polres Tegal Gelar Berbagai Lomba