Mediakompasnews.com – Gorontalo – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) kembali menuntaskan penanganan perkara tindak pidana korupsi. Pada Senin, 9 Februari 2026, Ditreskrimsus Polda Gorontalo melaksanakan tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo.
Penyerahan tahap II tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan pengawasan pemeliharaan berkala Jalan Nani Wartabone, yang dilaksanakan pada Dinas PUPR Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2021. Penanganan perkara ini berada di bawah pimpinan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo, Kombes Pol. Dr. Maruly Padede, S.H., S.I.K., M.H.
Dalam pelaksanaan tahap II tersebut, penyidik menyerahkan tersangka berinisial MTL beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum untuk dilakukan proses penuntutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka MTL diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan meminjam perusahaan PT Fendel Structure Engineering dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan pemeliharaan berkala Jalan Nani Wartabone yang dikerjakan oleh PT Fendel Structure Engineering. Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp761.494.800.
Kejaksaan Tinggi Gorontalo melalui Surat Nomor B-196/P.5/Ft.1/01/2026 tertanggal 30 Januari 2026 telah menyatakan bahwa berkas perkara atas nama tersangka MTL lengkap (P-21). Dengan dinyatakannya P-21, penyidik melaksanakan tahap II sebagai bagian dari mekanisme hukum acara pidana.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo, Kombes Pol. Dr. Maruly Padede, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap II merupakan wujud komitmen Polda Gorontalo dalam penegakan hukum secara profesional dan transparan.
“Berkas perkara telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum. Oleh karena itu, penyidik melaksanakan tahap II dengan menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum untuk proses penuntutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya tahap II ini, Polda Gorontalo menyatakan telah menuntaskan penanganan perkara tersebut. Hingga saat ini, total empat orang tersangka telah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek Jalan Nani Wartabone.
“Sementara itu, berdasarkan hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, perbuatan tersangka MTL mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp659.775.934,00,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, tersangka MTL disangkakan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Penulis : Marhamah
Sumber : Ditkrimsus Polda Gorontalo/Bid. Humas Dewa Kresna DPP



















