LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Berita Utama

Sabtu, 12 November 2022 - 12:19 WIB

Menjadikan Tangsel Sebagai Kota Paling Toleran

Mediakompasnews.com – Tangerang Selatan – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) genap berusia 14 tahun pada tahun 2022 ini, tepatnya pada 26 November 2022. Kota Tangsel diharapkan menjadi kota paling toleran, setidaknya untuk masa mendatang bisa masuk dalam peringkat ke-10 dalam urutan indeks kota toleran di Indonesia. Saat ini, menurut Setara Institute, indeks kota toleran berada di peringkat ke-64 yaitu 4,97 pada tahun 2021. Kota Tangsel sejak tahun 2017 hingga 2021 menunjukkan kenaikan indeks kota toleran, menunjukkan kehidupan toleransi masyarakat makin tinggi. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Markus Nursamto, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Dulur Ganjar Pranowo (DPD DGP) kota Tangsel kepada sejumlah awak media di Resto yang terletak di bilangan Serpong, Kamis (10/10) siang.

“Kami dari relawan Dulur Ganjar Pranowo bersama Pemerintah ingin mewujudkan Tangsel menjadi kota paling toleran, setidaknya naik peringkatnya di peringkat ke-10 dimana saat ini berada di peringkat ke-64. Kalau bisa Tangsel menjadi kota paling toleran di Indonesia,” kata Markus, didampingi Raden Zieo Suroto selaku Ketua umum DGP dan jajaran pengurus DPD DGP Tangsel.

Baca Juga :  Giat Posyandu Merpati 09 RT 001/009 Karang Asih Cikarang Utara-Bekasi  

Parameter yang perlu dicermati dan ditingkatkan, menurut Markus, dalam mewujudkan peningkatan peringkat kota toleransi adalah yang pertama, regulasi Pemerintah Kota, yang harus melihat kepada rencana pembangunan dan kebijakan diskriminatif. Yang kedua, tindakan pemerintah, yang harus memperhatikan dua hal yaitu pernyataan pemerintah dan tindakan nyata pemerintah. Yang ketiga, regulasi sosial, yang harus memperhatikan dinamika masyarakat dan peristiwa intoleransi. Yang terakhir, yang ke-empat, demografi agama. Yang mana perlu memperhatikan faktor heterogenitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan.

Terkait regulasi pemerintah, DGP Tangsel menuntut Pemerintah Tangsel untuk unsur toleransi dalam rencana pembangunan dan mengurangi kebijakan-kebijakan yang bersifat diskriminatif. Kemudian yang terkait tindakan pemerintah, sejauh ini pernyataan-pernyataan pejabat pemerintah sangat positif menjunjung tinggi prinsip toleransi. Namun dalam tindakan nyata, pemerintah masih minim dalam mewujudkan keberagaman dan toleransi, misalnya dialog-dialog yang masih belum melibatkan beberapa elemen masyarakat.

Baca Juga :  Berbusana Adat Tanimbar, Presiden Jokowi Sampaikan Pidato di Gedung Nusantara

Selanjutnya yang terkait regulasi sosial, dimana indeks kota toleransi yang cenderung mengalami kenaikan menunjukkan masyarakat makin toleran. DGP Tangsel menilai faktor ini adalah modal dasar untuk menjadikan Tangsel sebagai kota paling toleran. Oleh karena itu DGP Tangsel menyatakan sangat mendukung dan menjunjung tinggi dinamika masyarakat yang ada dan mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, penegak hukum, tokoh keagamaan dan tokoh pemuda untuk selalu bertekun dalam mencegah dan mengurangi peristiwa intoleransi di Tangsel.

Yang terakhir, terkait demografi agama, DGP melihat secara umum kota Tangsel dihuni oleh masyarakat dengan berbagai agama, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Namun minimnya data pemerintah Tangsel mengenai aliran kepercayaan Falun Gong dan Baha’i yang membuat skor pada point ini menjadi rendah. Selain itu, masih terlihat kurangnya sinergitas antar umat pemeluk agama.

Baca Juga :  Sosialisasi dan Pembentukan SAPB (Satuan Pendidikan Aman Bencana,) SDN 2 Wijirejo Pandak,

DGP Tangsel, berdasarkan uraian diatas, menyatakan bahwa sangat menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kebhinekaan, serta bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat kota Tangsel untuk menyebarkan kebaikan tanpa mengenal suku, golongan atau agama tertentu. Kemanusiaan diatas segalanya.

Sementara itu, Raden Zieo Suroto Ketum DPP DGP saat disinggung mengenai kemampuan DGP Tangsel bisa mewujudkan kota paling toleran, mengatakan bahwa keyakinannya DGP bisa mewujudkan Tangsel kota paling toleran, seperti kota Salatiga.

“Saya yakin bisa terwujud Tangsel kota paling toleran, asalkan DGP kompak bersama selalu berupaya keras mewujudkannya,” tutup Suroto.

Untuk meneguhkan arah juang DGP menjadikan Tangsel menjadi kota toleran peringkat ke sepuluh, dilakukan aksi penandatanganan manifesto oleh seluruh hadirin.

(dewi/boy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

LAN Banyuwangi Resmi Adukan Dugaan Tipidkor SMA 1 ke Polres Banyuwangi

Berita Utama

Bertolak ke Kalimantan Barat, Wapres akan Resmikan Pembukaan Silaturahmi Bisnis ke-14 ISMI

Berita Utama

Giat Musrembang DES di Desa Mencek Tengah Kecamatan Lenteng Berjalan Lancar

Berita Utama

Pangdam I/BB Dampingi Presiden RI Acara F1H20 di Balige

Berita Utama

Silahturahmi Ramadhan Dengan Morgan Sport Club, Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Komunitas Otomotif Kembangkan Nilai- Nilai Kebangsaan

Berita Utama

Danrem 064/MY Bersama Pj Gubernur Lakukan Penanganan Stunting dan Penyaluran Bantuan Sosial Di Pulau Terdepan Provinsi Banten

Berita Utama

Momen Presiden Jokowi Bersepeda di Kawasan CFD Sudirman-Thamrin

Berita Utama

Panglima TNI: Dimanapun TNI Berada TNI Harus Punya Nilai Manfaat Bagi Masyarakat, Termasuk Bantu Program Desa