LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
DPPPA KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
KOMISARIS PT MKN – FATIMAH SULAIMAN.SS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BUPATI KAB TANGERANG – H.MOCH.MAESYAL RASYID
GUBENUR BANTEN ANDRA SONI
KAPOLRES TANGERANG SELATAN
WALI KOTA TANGERANG SELATAN
WALI KOTA TANGERANG
WALI KOTA TANGERANG
KADIS DINSOS KAB TANGERANG

Home / Daerah / Sorotan

Minggu, 30 Juli 2023 - 23:31 WIB

M. Ikhsan Rinaldi Lussy, S.H: Bupati Harus Tegas Soal Pungutan di SDN 1 Durajaya

Mediakompasnews.Com – Cirebon – Menanggapi pernyataan Bupati Cirebon, Haji Imron,M.Ag terkait keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk Sekolah Dasar di Kabupaten Cirebon, mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Bidang Hukum dan Ham di Organisasi Pusat Saka Mese Nusa Student Assotiation (SMN-SA)Jakarta yang juga konsen terhadap isu pendidikan, M. Ikhsan Rinaldi Lussy, S.H.

Pasalnya, atas pemberitaan sebelumnya di, edisi 09/07/2023, Bupati mengatakan, dirinya akan mengkonfirmasi pihak Disdik terkait adanya pungutan sumbangan untuk pembangunan fisik di SDN 1 Durajaya. “karena memang kita punya anggaran yang cukup terbatas, harus berbagi dengan sekolah-sekolah lain yang juga mengalami kerusakan,”singkat jelasnya, Sabtu, (29/7/23).

Sementara, menurut Wakil Ketua Bidang Hukum dan Ham SMN-SA, M. Ikhsan Rinaldi Lussy, S.H, ia menanyakan apakah harus dipaksakan untuk dilakukan pembangunan, sementara itu terbatas soal anggarannya?, kan mesti diketahui dulu apakah ada anggran darurat atau melalui perubahan APBD-nya.

Baca Juga :  Pelantikan DPC Papdesi Batu Bara, Bupati Zahir Dorong Komitmen Bangun Daerah

“Lantas kemudian Komite Sekolah SDN 1 Durajaya berkedok sumbangan dan alih-alih sudah dapat kesepakatan dengan Wali Murid, kemudian dapat dilakukan rehab pembangunan gedung sekolah melalui sumbangan tersebut? kan itu soalnya,” kata Rinaldi, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Ham yang juga konsen terhadap isu pendidikan.

Jika adanya pungutan itu, lanjutnya, yang dilakukan kepada Wali Murid untuk yang mampu saja, apakah itu juga diberlakukan menjadi prioritas tanggungjawab mereka?(Baca: orang tua wali). Sementara pungutan itu dipotong langsung dari uang tabungan siswa yang nominalnya telah ditentukan.

“Sementara sumbangan biaya satuan pendidikan itu sifatnya sukarela artinya tidak ditentukan nominalnya, bila itu dilakukan untuk semua orang tua siswa jatuhnya adalah pungutan. Karena itu kita perlu bedakan maksud dari Komite Sekolah tersebut, ini pungutan atau sumbangan, sebab sebagian wali murid pun bergejolak,” bebernya.

Baca Juga :  Wujudkan Desa Berdaya Wisata Penawar Sari Jadi Andalan Desa Ketapang Dongkrak Perekonomian Masyarakat

Lebih lanjut, kata Rinaldi “pihaknya (Komite sekolah) kemudian berdalih memerlukan biaya tersebut untuk pembangunan sekolahnya melalui rapat dengan orang tua siswa, tetapi untuk nominalnya ditentukan. Jelas ini keliru pemahamanya,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Rinaldi, ditegaskan juga dalam pasal 31 ayat 1 dan 2 UUD 1945 yang telah di amandemen ke 4 (empat) bahwa jelas dikatakan, Pasal 31 ayat (1) setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Artinya Bupati juga harus tegas menjawab persolan ini. Sebab dia sebagai penanggungjawab atas anggaran yang digelontorkan (APBD).

Baca Juga :  72 Kepala Desa Terpilih di Kabupaten Paser Resmi Dilantik Oleh Bupati

“Pemerintah dalam hal ini Bupati bertanggungjawab atas anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan (APBD), baik pendidikan dasar maupun pendidikan menengah pertama setara. Jadi, Saya harap Bupati juga tidak molor melihat persoalan ini. Segera ditindak lanjuti. ,”pungkasnya, Sabtu (29/07/23) di Cirebon.

Seperti di beritakan sebelumnya, awak media usai mengkonfirmasi kepada Bupati Cirebon terkait adanya Pungutan Sumbangan pembangunan fisik sekolah pada SDN I Durajaya sebesar 250 ribu persiswa dan penarikan dana tersebut di lakukan dari mulai kelas I sampai kelas 6 yang seluruhnya berjumlah 406 siswa.

Dalam pemberitaan tersebut, Bupati Cirebon mengakui kalau anggaran untuk Pembangunan fisik sekolah terbatas. Ia berjanji pihaknya akan mengkonfirmasi kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon terkait hal ini.

(A Hidayat)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bisakah Kejayaan Disdik Sergai Seperti Kadisdiknya Drs.Rifai Bakri Tanjung MAP…..?

Peristiwa

Ketua Umum DPP PJS Minta Kapolri Usut Insiden Penembakan Waketum JMSI

Berita Utama

HR Oknum PNS BKD Walkot Jaksel Diduga Kuat Menipu 18 Calon KKI 1 Miliar Lebih

Daerah

Menyambut HUT Bhayangkara ke 77, Polsek Panti,Polres Pasaman Selenggarakan Bakti Sosial Kesehatan Dan Bakti Religi

Daerah

Plh. Danramil 12/Tanah Siang Selatan Menghadiri Rapat Koordinasi Panitia Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an IX Kabupaten Murung Raya

Berita Utama

Kontingan: Raih Peringkat Tiga Kejurprov Catur Jawa Tengah

Daerah

PJS Indramayu Terdaftar di Kesbangpol Sebagai Organisasi Profesi Pers

Daerah

Heboh..!! Warga Desa Sukadaya Bangun Jalan Poros Desa Dari Hasil Swadaya