LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Ekonomi dan Bisnis

Minggu, 12 Februari 2023 - 06:07 WIB

Kelompok Nelayan budidaya Ikan Air Payau Desa Kedabu Rapat, Bak Pepatah Melayu Mengatakan Hidup Segan Mati Tak Mau

Mediakompasnews.Com –  Meranti Riau – Kelompok Nelayan budi daya ikan air payau yang dikenal dengan sebutan Kelompok Nelayan Kelam pagi Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini mengharapkan bantuan bibit ikan dan rehap ringan dari pemerintah untuk melanjut kan kegiatanya yang sempat tergendala karena lokasi tambak ikanya mengalami musibah banjir hingga ikan yang ada di tambak tersebut habis di bawa air kelaut.

Baca Juga :  Mau Berburu Kuliner Khas Palembang!!! Segera Datangi Expo Pempek di Sarinah Thamrin,Jakarta

Kini kegiatan kelompok Kelam pagi seakan mati suri hidup segan matipun tak mau bigitulah kiasan pepatah melayu mengatakan.
Untuk meneruskan kegiatan, kelompok ini memang mengharapkan bantuan pihak ketiga agar kelopok ini dapat berjalan dengan lancar,

Azman ketua kelompok nelayan Kelam pagi dusun sijunjung Desa Kedabu Rapat Kecatan Rangsang Barat kepad wartawan sabtu, (11/2/2023) mengatakan bahwa kelompok Nelayan ini beranggotakan sebanyak 12 orang terdiri dari anak nelayan tempatan ,saat ini kelompok memang tak ada kegiatan sama sekali sejak mengalmi musibah banjir beberapa waktu lalu, sementara sebelumnya ditambak itu baru saja kami masukan ikan kakap sebanyak 3000 ekor dan ada juga ikan mentutu sejenis ikan krapu yang diperoleh dari hasil tangkap di laut sekitar Desa ini, katanya

Baca Juga :  Pembangunan Tambat Labuh Kapal / Perahu Di Desa Bogak

Kini ditambak ikan itu , tak ada lagi ikan , karena ikanya sudah hilang dan hanyut dibawa air yang naik dan masuk ke tambak, diperkirakan air yang masuk setinggi 1 m, diatas permukaan tambak hingga menenggelam kan tambak samapi tambak seakan tak kelihatan sama sekali. Jelas Azman.

Kini kami dari kelompok mengusulkan bantuan bibit dan beberapa alat untuk merehab kembali tambak, yang sangat kami butuhkan
Seperti sebuah medin sanio untuk mengeringkan tambak
Pundi gubang untuk pagar di bibir tambak, kemudian bibit ikn kakap, tutup azman

Baca Juga :  Peternak Mengeluh, Harga Ayam Broiler Di Belitung Anjlok

Share :

Baca Juga

Ekonomi dan Bisnis

IPEMI Batu Bara Diharapkan Bantu Pelaku UMKM Kembangkan Produk

Ekonomi dan Bisnis

Warga Gunung Tua Apresiasi Rehab Rambin

Ekonomi dan Bisnis

Dukung Program Ketahanan Pangan Kodim 0421 Lampung Selatan Menggelar Panen Raya Jagung

Berita Utama

Lewat Vlog Babe News, Syafrudin Budiman Konsultan Media Kenalkan Group Vokal CGB

Banten

Pedagang Pasar Lama Keluhkan ke Pengelola Terkait SRP

Ekonomi dan Bisnis

Gelar Pelatihan Jurnalisme Perbankan, BRI dan Dewan Pers Cetak Wartawan Ekonomi Profesional

Ekonomi dan Bisnis

Undang – Undang Migas No. 22 Tahun 2001 Tidak Berlaku Di SPBU 34.137.03_

Berita Utama

Bupati Lamsel Nanang Serahkan Kunci Rumah Layak Huni Kepada Warga Desa Bakauheni