LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Peristiwa

Senin, 1 Agustus 2022 - 09:54 WIB

Kapolda Metro Jaya Memaafkan Nyoman Pengedit Profil Drinya di Wikipedia

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Setelah memaafkan, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga menghimbau Polda Metro Jaya untuk menghentikan penyelidikan kasus pelaku pengedit profil dirinya di Wikipedia.

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan saat di konfirmasi wartawan pada Minggu 31 Juli 2022.

Kasus dihentikan,Ungkap Kombes Pol Zulpan secara singkat Pada Awak Media

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya telah bertemu dengan pelaku yang bernama Nyoman.

“Maka dari itu, saya mencabut laporan yang sudah saya buat. Ini merupakan langkah yang perlu kita teladani, saling memaafkan,” ujar Fonda Tangguh selaku pelapor, dikutip pada Senin (1/8/2022).

Baca Juga :  H-7 Operasi Zebra Maung 2025, Polres Lebak Gelar Penegakan dan Edukasi Keselamatan Lalu Lintas

Sebagai informasi, Nyoman ditangkap karena mengubah biodata Fadil di laman Wikipedia. Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan dari organisasi masyarakat (ormas) bernama Sobat Polri Indonesia.

Laporan terkait dugaan penyebaran berita bohong terhadap Irjen Fadil Imran itu teregister dengan nomor LP/B/3806/VII/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

Biodata Fadil Imran dalam situs Wikipedia disunting oleh Nyoman dan ditambahkan keterangan terkait dugaan penerimaan suap dalam penanganan kasus kematian Brigadir J.

Baca Juga :  Ikuti Rakornis TMMD ke-115 Secara Virtual, Ini Pesan Danrem 064/MY

“Ini sangat, sangat enggak baik, enggak bagus ini. Informasi liar yang akan menimbulkan opini publik yang enggak jelas,” kata Fonda kepada wartawan usai membuat laporan ke polisi, Selasa (26/7/2022).

Dalam situs Wikipedia, tercatat telah terjadi dua kali penyuntingan artikel terkait Fadil Imran pada 22 Juli 2022 oleh akun anonim.

Artikel yang menjelaskan soal latar belakang kehidupan Fadil ditambahkan dengan kalimat yang menyatakan Fadil diduga menerima suap dari Irjen Ferdy Sambo.

Baca Juga :  Rutan Tangerang Terima 100 Buku dari Perpusnas RI untuk Perkuat Literasi Warga Binaan

Nyoman sendiri mengaku tidak pernah mengetahui sosok Fadil sebelumnya.

Nyoman mengambil kesempatan mengubah profil Fadil, buntut adanya kasus kematian Brigadir J.

“Sebelumnya saya tidak tahu persis bagaimana profil dari Bapak,” kata Nyoman.

Mendengar alasan Nyoman, Fadil pun hanya tersenyum dan seolah tidak ingin membesar-besarkan permasalahan tersebut.

Bagi Fadil, beredarnya hoaks tentang pejabat publik, termasuk dirinya sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan salah satu risiko yang harus dihadapi.

(Red)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, SH.,S.I.K.,MH. Pimpin Sertijab Satu Kasat dan Tiga Kapolsek

Berita Utama

Kapolres Lebak dampingi Wakapolda Banten Press Conference Terkait Video Hoax Yang Viral

Berita Utama

Polda Jateng Telusuri Keberadaan Pimred Kabar Tegal Yang Dilaporkan Hilang

Berita Utama

Tanggapi Penangkapan Tersangka Korupsi, Presiden: KPK Sudah Punya Fakta dan Bukti

Berita Utama

Presiden Bangga Putra-Putri Indonesia Ambil Peran Optimalkan SDA di Papua

Bantul

Kelompok Catur Makaryo Berharap Agro Wisata Jambu Mete di Hidupkan Kembali

Berita Utama

Komitmen Zero Narkoba, Lapas Rangkasbitung Gelar Test Urine  

Berita Utama

Wakasad Hadiri Pembukaan Latma Super Garuda Shield 2022