LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
PIMRED MKN DAN WAKIL PIMRED MKN
KOMISARIS PT MKN
KETUM OPAN FWJ INDONESIA
PIMPINAN REDAKSI

Home / Sumatera Utara

Kamis, 6 Juli 2023 - 13:22 WIB

Galian C di Sergai Langgar UU, Pemkab Bertangungjawab dan Polisi Tidak Boleh Melindungi

Mediakompasnews.Com – Sumatera Utara, Serdang Bedagai – Sebagaimana telah diterbitkan surat pemberhentian sementara penambangan galian c Desa Silau Rakyat tertanggal ( 03/07) dari Kepolisian Pamong Praja Serdang Bedagai dengan No surat : 18.15/800/1145/2023 kepada sdri. Lia Sipayung terhadap sda. Murad dengan No surat : 18.15.800./1146/2023 selaku pemilik pertambangan pengeruk tanah ,pasir dan bebatuan yang di tanda tangani langsung Kepala kesatuan pamong Praja Serdang Bedagai Muhammad Wahyudi S.STP.MSI

Maka Kasatpol PP melalui Kepala Bidang Penegak Perda Ewin Tarigan bersama jajaranya turun langsung kelapangan Rabu 5/7/2023 dan membenarkan adanya dugaan galian c ilegal yang sudah lama beroprasi di daerah tersebut dan Sampai Saat ini surat tersebut dianggap tidak berlaku bagi pengusaha galian C ilegal di Desa Silau Rakyat,seolah menantang dengan mengabaikan serta secara terang melawan hukum.

Baca Juga :  Jalinsum Tebingtinggi Medan Rawan Kecelakaan Karena Banyak Jalan Rusak Dan Berlobang

Menurut Pasal 98 ayat 1 uu no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup dengan ancaman pidana paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 10 tahun denda paling sedikit 3 milyar dan paling banyak 10 Milyar pihak pengusaha galian c sudah harus dijerat pasal tersebut. Karena pemberitaan masif sudah bentuk laporan.

Senior Advokat Ermansyah Napitupulu SH yang juga ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) Indikator Serdang Bedagai saat mengetahui berita tersebut mengatakan
“Jika tambang galian c itu benar benar ilegal seharusnya Aparat Penegak Hukum Polisi harus mengambil tindakan tegas, tidak harus menunggu laporan namun pemberitaan media cukup untuk memulai melakukan penyidikan, tambang ilegal itu melanggar uu no.3 tahun 2020 tentang perubahan atas uu no 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara,ada ancaman pidana nya 10 tahun penjara dan denda 100 milyar ,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bersama-sama dengan Pemerintah membangun, Al-Washliyah Sergai Susun Program dalam Rakerda I

Terkait dengan tindakan yang diambil Satpol PP Kabupaten serdang bedagi beliau menambahkan ” Seharusnya Satpol PP sebagai penyidik pegawai negeri sipil harus berani dan pro aktif melakukan penyelidikan dan penyidikan jika memang ada pelanggaran perda dalam dugaan tambang galian c ilegal itu biar diketahui siapa tersangka pelanggar perdanya. Satpol PP sebagai PPNS diberi wewenang untuk itu ,ketentuan ini diatur dalam pasal 6 ayat 1 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana.

Baca Juga :  Malam ke-16 Ramadhan, Bupati Batu Bara Safari ke Desa Sumber Tani

Permintaan dari masyarakat melalui Lembaga Pemerhati Keadilan Hukum(LPKH) Sugito bersama puluhan rekan – rekan Pers yang mengatas namakan Tim Pers Independent Nusantara ( PIN) untuk meminta kepada Aparat Penegak Hukum(APH)Polres Sergai dan Penegak peraturan daerah Satpol PP untuk segera menutup Galian C yang ilegal siapapun yang menentang aturan dan undang – undang hukum yang berlaku di NKRI wajib di tindak secara tegas (ILB)

Share :

Baca Juga

Sumatera Utara

Bunda PAUD Batu Bara Hadiri Jambore ke-2 Himpaudi

Sumatera Utara

Kadis PUPR Sumut dicopot dari Jabatannya oleh Gubernur Sumatera Utara

Sumatera Utara

Yayasan Kesejahteraan Madani Sergai Perhatikan Warga Kurang Mampu

Sumatera Utara

Station Kerata Api Indonesia Putri Deli Perbaungan Tujuan Medan – Tanjung Balai Dipadati Penumpang Arus Balik

Sumatera Utara

Sosok Sederhana DR. Ali Mahfud.SIK.MIK Kapolres Serdang Bedagai Sarapan Godok Godok

Sumatera Utara

Pandang Umum Dari 10 Fraksi Terhadap Laporan Pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2022 Kinerja Bupati Batu Bara

Sumatera Utara

Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, M.A.P Hadiri Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Hasanah Simpang Dolok

Berita Utama

Keluarga Kecewa, Alm.Yan Sudirman Meninggal Dunia di RS. Chevani Tebing Tinggi Sebelum dioperasi