LOGO MEDIA KOMPASNEWS.COM
KETUM FWJ INDONESIA

Home / Berita Utama / Nasional

Minggu, 9 Juli 2023 - 08:29 WIB

Dr. Seno, Apresiasi, Dr.(HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawijaya. S.SiT,,M,Mar, Dapat Gelar Kehormatan Tertinggi Dari CMR University India

Mediakompasnews.Com – Jakarta – Dalam kesempatan ini Asst Prof Dr Dwi Seno Wijanarko. SH,MH , mengatakan” Gelar Kehormatan Tertinggi yang diterima rekan sahabat Dr.(HC) Capt.Marcellus Hakeng Jayawijaya. S.SiT,,M,Mar, dari CMR University India,hal ini tentunya menjadi sangat berarti bagi dirinya juga terhadap Bangsa dan Negara yang kita cintai ini ‘ Ucapnya Minggu 9 Juli 23.

Seperti yang telah diketahui” Direktur Urusan Luar Negeri CMR University India Prof. Vinayak Khrishnamurthy dengan disaksikan para pejabat CMR University menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Pengamat Maritim dari Indonesia Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar.

Baca Juga :  Pangdam Siliwangi Uji Coba Senjata Modifikasi Prajuritnya

Dan acara pengukuhan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 3 Juli 2023 di CMR University, Bangalore, India.

Agar diketahui Pengukuhan ini ditandai dengan penyerahan ijazah kepada Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar, yang diberikan oleh Direktur Urusan Luar Negeri CMR University sebagai wakil dari CMR University.

Lebih lanjut Dr.Seno menjelaskan, Penganugerahan tertinggi Gelar Doktor Kehormatan kepada Dr.(HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawijaya. S.SiT, M,Mar, di bidang ilmu Maritim, yang diterima dari CMR University India “Ketika saya mendengarnya, saya sungguh sangat terharu, atas keberhasilannya telah menerima Gelar Doktor penghormatan tertinggi ” Ujarnya.

Baca Juga :  Arief Minta PDAM TKR Segera Perbaiki Pipa Bocor

Dikatakannya tanggung jawab terhadap penghormatan tersebut sangat besar, terlebih, Marcellus dinilai memiliki komitmen yang tinggi terhadap Negara juga Poros Maritim Dunia, meliputi pembangunan dari aspek infrastruktur, politik, sosial budaya, hukum, keamanan, dan ekonomi dalam penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI.

Perlu diketahui, Presiden Jokowi untuk membuat Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia (PMD) adalah untuk menjadi sebuah negara maritim yang berdaulat, maju, mandiri, kuat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan perdamaian kawasan dan dunia dengan kepentingan nasional.

Dalam pandangan Dr.Seno, jika Pemimpin Indonesia ingin membuat bangsa kita maju, maka yang harus dilakukan transformatif strategi, yaitu dengan memperpanjang dan mempersatukan pasar domestik ke pasar dunia, dan tentunya meningkatkan Stimulasi produksi.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Terima Peraih Golden Buzzer AGT 2023 Putri Ariani

Selain itu, tantangan yang harus di hadapi Bangsa dan Negara ini dalam pembentukan Poros Maritim Dunia, yaitu dengan penguasaan teknologi untuk membangun kekuatan laut ” Terangnya.

Hal itu terbukti kata Dr.Seno, komitmen dari Kepemerintahan Bapak Jokowi, yang mana telah menempatkan lautan sebagai masa depan bangsa maritim ini, ditambah dalam kepemimpinannya terlihat hasil dengan adanya peningkatan jumlah tangkapan ikan di laut oleh para nelayan Asing paska pemberantasan illegal fishing oleh Menteri Kelautan dan Perikanan ” Tutupnya.

(Abubakar)

Share :

Baca Juga

TNI/POLRI

Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon Amankan Pengedar Obat Terlarang

Berita Utama

Kartini, Seorang Wartawati Kembali Mendatangi Polsek Cakung Memenuhi Panggilan Penyidik Kaskus Penganiayaan Yang Menimpanya

Berita Utama

Temui Persatuan Korban Proyek Istaka Karya, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Pelibatan Swasta dalam Pengerjaan Proyek Infrastruktur Negara

TNI/POLRI

Team Banteng Buto Satnarkoba Polres Prabumulih , Gulung Pemain Lama Pengedar Narkoba

TNI/POLRI

Irjen TNI Kunjungi Kodam XVIII/Kasuari, Audit Kinerja Untuk Cari Solusi Terbaik

TNI/POLRI

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Pelaku Pengeroyokan dan Perusakan di Jalur Gronggong

Berita Utama

Presiden: Pembangunan Dasar IKN Telah Dimulai

Berita Utama

Saksikan Defile Alutsista, Presiden: Bentuk Kesiapan TNI Hadapi Perubahan Geopolitik